Rabu, 02 Agustus 2017

Sama-Sama Cari Untung, Yusril Siap Menerima HTI dan FPI Gabung Partai Bulan Bintang

Sama-Sama Cari Untung, Yusril Siap Menerima HTI dan FPI Gabung Partai Bulan Bintang

Berita Dunia Jitu - Kelompok-kelompok minoritas yang mulai terpinggirkan di masyarakat, biasanya memiliki kesamaan emosi. Jika keduanya bertemu, bisanya akan sangat klop. Mereka akan bersatu untuk memulihkan rasa sakit hatinya karena kurang diterima oleh masyarakat. Mereka akan membentuk sebuah kelompok barisan sakit hati.

Partai Bulan Bintang pimpinan Yusril bisa dikatakan hanya sebagai partai penggembira dalam perjalanan pemilu di Indonesia. Partai Bulan Bintang tidak pernah meraih 3% dari jumlah pemilih tetap. Bahkan di Pilpres 2014, Partai Bulan Bintang hanya meraih 1-2% sehingga tidak memiliki wakil seorang pun di DPR RI. Partai Bulan Bintang bisa dikatakan hanya selevel PKPI.

Dengan kekuatan Partai Bulan Bintang yang bisa dikatakan sangat minim, peluang untuk bertarung di pemilu 2019 terhitung kecil. Partai Bulan Bintang diprediksi tidak bisa berbuat banyak di Pemilu 2019.  Dengan presidential threshold 20%, peluang Yusril mencalonkan diri sebagai capres hampir tertutup.

Munafik kalau Yusril mengatakan sedang tidak butuh dukungan. Dengan kekuatan yang terbatas, Yusril sangat butuh dukungan untuk memperbesar Partai Bulan Bintang dan memuluskan misinya menjadi capres.

Jangan heran ketika tiba-tiba Yusril begitu getol membela HTI. Bahkan dia menjadi ketua tim pembela HTI. Mengapa Yusril nekat melawan pemerintah dengan membela HTI?

Usut punya usut ternyata Yusril sedang bergerilya mengais dukungan. Mengapa Yusril mengais dukungan dari HTI? Yusril memahami bahwa secara psikologi, orang-orang yang sedang merasa disakiti dan didzalimi akan sangat mudah untuk didekati. Mereka akan menerima siapapun yang mau membela dirinya. Dukungan dari orang-orang yang mau membelanya sangat berharga dan menambah kepercayaan diri.

Saya tidak percaya jika Yusril tak mengharapkan apa-apa dari tindakannya membela HTI. Zaman sekarang tidak ada yang gratis. Yusril sedang mengais dukungan dari HTI dengan pembelaannya. Terlebih, HTI adalah kelompok yang sedang merasa sakit hati dengan pemerintah. Hal ini tentu akan membuat peluang untuk mendapat dukungan dari HTI terhitung besar.

Begitulah kondisi yang sedang terjadi di HTI. Mereka sedang terjatuh ke lubang yang sangat dalam. Perppu Ormas telah nyata membubarkan HTI. Mereka tidak lagi berbuat banyak hal. Mereka sangat butuh dukungan dan pembelaan dari orang-orang agar tetap eksis di Indonesia.


Ketika kondisi mereka sedang terpuruk, Yusril datang bak seorang pahwalan yang sebetulnya ingin mengais dukungan dari HTI. Bantuan Yusril mampu  membuat  kepercayaan diri HTI meningkat. Terlebih, Yusril adalah seorang pakar hukum tata negara sehingga HTI sangat berharap Yusril mampu menyelamatkan HTI dari kepunahan di Indonesia.

Melihat kesediaan Yusril membantu HTI, Jimly Asshiddiqie, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI), menyarankan agar HTI bergabung dengan Partai Bulan Bintang. Beliau melihat HTI akan diterima oleh Partai Bulan Bintang mrlihat kedekatan mereka dengan Yusril. Setidaknya, dengan bergabung dengan Partai Bulan Bintang, anggota HTI tetap bisa melanjutkan dakwah meskipun tidak lagi membawa bendera HTI.

Jimly Asshiddiqie juga sepertinya yakin Yusril tidak akan menolak HTI, jika ingin bergabung dengan Partai Bulan Bintang. Pasalnya, Partai Bulan Bintang sedang sangat membutuhkan dukungan. Dengan meihat perolehan suara Partai Bulan Bintang di Pemilu 2014, hampir dipastikan Yusril tidak akan menolak bergabungnya HTI. Jimly menyarankan agar anggota HTI yang organisasinya telah dibubarkan pemerintah tersebut bergabung dengan PBB untuk membesarkan partai.

Benar, saran Jimly Asshiddiqie  ke HTI untuk bergabung dengan Partai Bulan Bintang disambut baik oleh Yusril. Tidak hanya HTI, bahkan Yusril siap menampung FPI.

“PBB siap sedia untuk menerima HTI dan FPI untuk bergabung, dengan tentunya, mengharapkab para ikhwan tersebut memahami dan menerima AD/ART, tafsir asas, program, dan tujuan perjuangan PBB,” kata Yusril

Menurut Yusril, PBB adalah Partai Islam dan sekaligus Partai Indonesia. Dengan kata lain, PBB adalah partai berasaskan Islam yang menyatakan menerima Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara Republik Indonesia. “PBB menganggap Pancasila adalah kalimatin sawa bainana wa bainahum atau titik temu yang mempersatukan antara kita sesama kita sebagai warga bangsa yang Bineka Tunggal Ika,” ujar Yusril.

Sekarang terjawab sudah perntanyaan mengapa Yusril mau repot membela HTI, FPI, dan Rizieq. Dirinya memang sedang mengais dukungan dari mereka. sebaliknya, HTI, FPI,  dan Rizieq juga sedang berharap mendapat bantuan hukum dari para pakar hukum. Jika HTI ingin memenangkan gugatan di MK dan batal dibubarkan, Rizieq ingin kasusnnya di tutup. Kerjasama diantara mereka akan saling menguntungkan satu sama lain.

Jika HTI dan FPI benar-benar bergabung, setidaknya akan mampu mendongkrak suara Partai Bulan Bintang agar sedikit meningkatkan peringkatnya. Yusril tak peduli bagaimana ideologi mereka, yang terpenting bisa memperbesar partainya.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar