Kamis, 13 Juli 2017
Program Rumah DP 0 Rupiah Hanya Untuk Warga Bergaji Rp 7 Juta
Berita Dunia Jitu - Lebih kurang dalam waktu 3 bulan mendatang, pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno , akan di lantik menjadi Gubenur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Tentu saja, hal itulah yang ditunggu-tunggu oleh warga Jakarta terutama pemilih pasangan Anies-Sandiaga dalam Pilgub yang lalu. Kenapa? Ya, karena mereka ingin menikmati , merasakan realisasi janji-janji manis pasangan tersebut saat kampanye yang lalu.
Dari sekian banyak janji kampanye yang disampaikan Anies-Sandiaga, saya kira janji kepemilikan rumah tanpa uang muka alias dengan DP 0 rupiah menjadi janji yang menarik perhatian terlebih bagi masyarakat bawah. Wajar sekali ini paling menarik , selain OK OC , karena masih banyak masyarakat golongan ekonomi bawah yang belum memiliki rumah sendiri. Apalagi rumah yang dijanjikan adalah rumah tapak bukan rumah susun. Sebagai masyarakat bawah/ kecil yang tinggal di Jakarta, sudah menjadi penduduk DKI Jakarta keinginan mempunyai rumah tapak tentu saja bukan hal yang mudah. Harga tanah dan bangunan sangat sulit terjangkau bagi masyarakat kecil. Saat rumah tapak dengan DP 0 rupiah ditawarkan Anies-Sandiaga tentu saja menarik perhatian dan menjadi harapan baru bagi mereka bukan? Kira-kira begini yang ada di pikiran mereka, kapan lagi punya rumah sendiri tanpa DP. Maka tak heran jika janji rumah dengan DP 0 rupiah ini sangat mengiurkan.
Tetapi, rasa-rasanya masyarakat bawah di Jakarta harus rela untuk sulit mempunyai rumah yang ditawarkan pasangan Anies-Sandiaga tersebut. Kelihatannya janji tinggal janji , seakan mimpi tetaplah mimpi .
Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjelang pelantikan bulan Oktober , telah merumuskan penghasilan minimal yang dapat menikmati program ini adalah Rp 7 juta. Selain yang bisa mendapatkan program rumah DP 0 rupiah minimal berpenghasilan Rp 7 juta, para peserta program haruslah berpenghasilan tetap sehingga mampu membayar cicilan rumah.
Selain berpenghasilan tetap, juga harus mempunyai tabungan yang memungkinkan untuk bisa membayar cicilan rumah tersebut.
Tabungan-pun tidak hanya sekedar tabungan tetapi juga besaran tabungan yang memungkinkan untuk menyicil angsuran rumah. Sebagai ilustrasi, jika gaji tetap Rp 7 juta, tetapi kebutuhan bulanan mencapai Rp 6,5 juta, sisanya yang di tabung Rp 500ribu akan sulit untuk mengakses rumah ini. Karena tabungan Rp 500 ribu akan sulit untuk membayar cicilan.
Lantas jika skema seperti diatas, kira-kira siapa yang bisa mengakses program rumah DP 0 rupiah tersebut? Mungkinkan masyarakat yang kelas menengah ke bawah, buruh bisa menjangkaunya ? Karena Sandiaga sendiri pernah mengatakan kalau rumah dengan DP nol rupiah ini, nanti akan ditujukan juga bagi para buruh.
Untuk bisa mendapatkan rumah dengan Dp 0 rupiah, ada sejumlah persyaratan. Yaitu merupakan warga Jakarta, kredit untuk rumah pertama dan untuk tempat tinggal, menabung selama 6 bulan sebesar Rp 2,3 juta per bulan di Bank DKI, dan melampirkan slip gaji atau keterangan penghasilan yang ditandatangani lurah setempat. (https://kumparan.com/wandha-hidayat/mengingat-kembali-program-rumah-dp-nol-rupiah-anies-sandi)
Sebagaimana diketahui, besaran upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2017 sebesar Rp 3.355.750. Seandainya seorang buruh mempunyai penghasilan Rp 3.355.750, di kurangi Rp 2,3 juta untuk membayar cicilan rumah, maka setiap bulannya tersisa Rp 1.055.750 ribu. Misalnya buruh itu masih bujangan, uang sejuta lebih kiranya sulit untuk biaya makan, transportasi, kebutuhan lainnya. Apalagi bagi buruh yang sudah mempunyai tanggungan istri atau anak. Akan kesulitan untuk membayar cicilan rumah yang menghabiskan sebagian besar gaji bulannya tersebut.
Artinya program rumah dengan DP 0 rupiah tersebut akan sulit diakses oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan penghasilan kurang dari Rp 4 juta .
Untuk warga yang berpenghasilan Rp 7 juta/bulanpun, tidak semuanya akan dengan mudah mengatur keuangan untuk salah satunya membayar cicilan rumah Rp 2,3 juta/bulan. Karena kemungkinan besar yang bisa mengaksesnya yang masih berstatus bujangan yang belum mempunyai tanggungan istri dan anak. Dengan catatan kebiasaan hidup sehari-hari masih dalam standart biasa saja artinya tidak mudah mengeluarkan uang untuk ke mall, diskotik, dll. Apalagi bagi yang mempunyai penghasilan Rp 7 juta/bulan tetapi tidak bisa menabung sekitar sebesar cicilan rumah, ya maaf saja tidak akan bisa ikut mencicil rumah Dp 0 rupiah tersebut
Lantas bagaimana dengan warga yang sudah terlanjur menyakini bisa mendapatkan rumah dengan DP 0 rupiah ini? Ya, maaf saja kalau untuk saat ini tidak bisa merealisasikan impiannya tersebut. Mungkin tinggal di Rusunawa yang bayar bulanan terjangkau seperti program rusunawa Ahok-Djarot adalah pilihan yang tepat. Setidaknya, tidak tinggal di pinggiran sungai yang rawan banjir.
Jadi, sekarang tinggal di nikmati saja, toh Anies-Sandiaga adalah pilihan anda. Sesal kemudian tidak ada gunanya bukan?Jadi, paling tidak bersabarlah untuk kurun waktu 5 tahun mendatang, ya. Terima saja kado ZONK ini meskipun pahit dan perih. Pahamkan teman…
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Write komentar