Kamis, 13 Juli 2017

Penyelundupan 1 Ton Sabu Digagalkan, Bandarnya Di Tembak Mati

Penyelundupan 1 Ton Sabu Digagalkan, Bandarnya Di Tembak Mati

Berita Dunia Jitu - Tim gabungan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya dan Polresta Depok menggagalkan penyelundupan sabu dari China ke Indonesia. Total sabu yang diamankan polisi mencapai 1 ton.

Tangkapan ini adalah tangkapan terbesar dalam kurun 5 tahun terakhir. Pada Awal Januari 2015, BNN berhasil mengamankan sabu seberat 800 kg. Pengungkapan kasus narkoba tersebut melibatkan sindikat narkotika internasional Wong Chi Ping. BNN membongkar jaringan Chi Ping yang berupaya menyelundupkan 800 kilogram sabu yang dimasukan ke dalam 42 karung besar di area parkir Lotte Mart Taman Surya, Jalan Satu Maret, Kalideres. (Baca: Di Era Jokowi, Mafia Narkoba Digebuk hingga Mati ).

Penagkapan kali ini terasa lebih spesial karenda bertepatan dengan Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2017 yang digelar hari ini dan dipusatkan di TMII Jakarta.

“Jadi yang diamankan ada 51 karung dengan estimasi 1 karung berat bruto 20 Kg, totalnya ada 1 ton. Ini masih akan dihitung ulang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (13/7/2017).

Penyergapan dilakukan di Pantai Anyer, Serang, Banten pada dini hari tadi. Penyergapan dipimpin oleh Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta, Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan bersama Kombes Pol Made Astawa, AKBP Bambang Yudhantara, SIK, AKP Malvino Edward Yusticia dan AKP Rosana Albertina Labobar.

Menurut Argo, pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan selama dua bulan penyelidikan. Adapun barang bukti yang dapat disita yakni sabu seberat satu ton yang dikemas dalam 51 kotak.

Namun, polisi baru bisa mengamankan tiga dari empat warga Taiwan penyelundup sabu tersebut yakni LMH yang berperan sebagai bos atau pengendali, CWC, dan LGY sementara HYL masih dalam pengejaran.


“Kita berkoordinasi dengan polisi Taiwan bahwa ada pengiriman sabu ke Indonesia. Makanya, kita melakukan penyelidikan dan mengankap pelaku WNA, yang satu masih dalam pencarian,” tambahnya.

Menurut Argo, pengendali jaringan tersebut terpaksa ditembak mati lantaran melawan saat dilakukan penangkapan. “Tersangka atas nama Lin Ming Hui, dia terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur dengan tembakan dan yang bersangkutan meninggal dunia,” terang Argo.

Argo mengatakan, tersangka Hui adalah bos sekaligus bandar pengendali jaringan tersebut. Selai Hui, polisi menangkap dua pelaku lainnya yakni Chen Wei Cyuan dan Liao Guan Yu. (Sumber)

Asumsikan 1 gram sabu bisa membunuh satu anak bangsa, dengan penangkapan 1 ton sabu ini berarti 1 juta anak bangsa terselamatkan. Apa jadinya jika 1 ton narkoba tersebut lolos dari pengamatan petugas dan beredar di masyarakat? Dampaknya pasti luar biasa merusak bahkan bisa memunculkan fenomena lost generation

Salah satu yang membuat pemberantasan narkoba menjadi begitu luar biasa akhir-akhir ini adalah karena adanya sinergi sesama penegak hukum yang menangani penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Bahkan akhir-akhir ini TNI pun ikut bahu-membahu membantu BNN dan Polri dalam memutus jaringan narkoba di Indonesia. (Baca: TNI Dilibatkan, Hasilnya Penyelundupan 375 kg Ganja Digagalkan)

Bravo pak polisi yang sudah bekerja keras menggagalkan masuknya narkoba ke Indonesia. Tak perlu takut menembak mati para bandar narkoba sepanjang ada barang bukti yang ditemukan padanya. Harus dengan cara seperti ini memang agar para bandar bisa kapok.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar