Terlepas dari pro dan kontra, sebagai putera  NTT  penulis berharap direalisasikan atau  tidaknya  pembangunan jembatan Pancasila-Palmerah, tidak mengurangi   semangat  kita untuk  terus membangun NTT yang lebih baik. Jika Pancasila-Palmerah nanti dibangun, sebagai warga negara yang baik mari kita dukung keseluruhan proses pembangunannya. Tetapi jika tidak,  mari kita terima juga dengan lapang dada. Mungkin benar, belum waktunya NTT punya jembatan antar pulau. Mungkin benar, belum waktunya Indonesia punya jembatan yang dilengkapi  pembangkit listrik tenaga arus laut. Anggap saja ini pekerjaan yang tertunda.  Bukan berarti NTT  dan Indonesia tidak bisa mengupayakannya.  Rencana, wacana dan berbagai upaya yang sudah diusahakan selama ini akan  menjadi jejak yang membekas dari generasi ke generasi. Bahwa: di selat Larantuka, di atas arus Gonsalus,  jembatan Palmerah-Pancasila pernah berdiri kokoh  walau hanya sebatas di angan para pendahulu.