Jumat, 21 Juli 2017

Kenyataannya FPI Dan Gerombolannya Memang Berniat Bunuh Ahok, Mau Bukti??

Kenyataannya FPI Dan Gerombolannya Memang Berniat Bunuh Ahok, Mau Bukti??

Berita Dunia Jitu - Tulisan ini berawal dari pedebatan yang sangat panjang antara penulis dengan beberapa kaum intoleran pendukung FPI, HTI dan tururannya.saya ingin menjawab mereka agar sedikit waras, fanatisme yang berlebihan terkadang menghilangkan kewarasan kita unutk berpikir jernih.

Sejak pemblokiran telegram oleh pemerintah , ada banyak pengguna sosial media khususnya mereka para pembenci Presiden Joko Widodo yang angkat bicara nyinyir, protes atau kritik, tidak terkecuali para politisi busuk seperti duo F, Fadli Zonk dan Fahri Hamzah beserta para pendukungnya.

Didunia netizenpun terjadi perdebatan antara yang pro dan kontra. Wajar memang perdebatan yang demikian. Menjadi tidak wajar ketika keputusan pemblokiran itu digoreng sedemikian rupa hingga menimbulkan aroma yang tidak sedap. Membentuk opini bahwa pemerintahan sekarang diktator yang ujung-ujungnya mengajak masyarakat untuk ikut berdemo ria. Lihatlah kelakuan seorang Fahri Hamzah yang mengajak “pasukan” nya untuk memblokir Joko Widodo. Gendeng bukan ???

Berikut alasan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia terkait penutupan telegram tersebut. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) secara resmi mengumumkan telah meminta Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir sebelas Domain Name System (DNS) Telegram per 14 Juli 2014. Kominfo mengkonfirmasi bahwa alasan penutupan aplikasi perpesanan instan ini karena layanan tersebut diyakini bermuatan propaganda.

“Pemblokiran ini harus dilakukan karena banyak sekali kanal yang ada di layanan tersebut bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia,” demikian seperti tertulis pada siaran pers Kominfo.

Setelah itu kita akan dengan mudah memetakan kelompok mana yang menolak pemblokiran tersebut. Mereka adalah kelompok garis keras keturunan Gerindra, FPI, HTI beserta kaum Khilafahnya menuntut agar dibukakan rakaman percakapan terkait rencana pembunuhan terhadap Ahok jika itu alasan pemerintah untuk menutup telegram tersebut. Tidak terima dengan pemblokiran itu maka mereka mencari seribu satu alasan untuk menyerang Joko Widodo. Dasar otak sudah koplak dan hati yang dipenuhi kebencian ya begitulah cara berpikirnya. Meraka akan selalu memutar balikkan fakta dan berpikiran terbalik, ditambah satu lagi sifat nyinyir nggak karuan.

Ulama yang mau Bunuh Ahok
Mungkin mereka sudah lupa bahwa golongan mereka sendiri selalu teriak-teriak untuk melenyapkan Ahok dari bumi nusantara ini. Mulai dari anak-anak yang bau kencur sampai ulama yang sudah tua dan bau tanahpun semua teriak bunuh Ahok..bunuk Ahok. Masih ingat dengan ulama yang sudah ujur ini? Mengaku ulama tetapi teriak-teriak mau buhuh Ahok. Beginikah contoh ulama yang baik?

Kenyataannya FPI Dan Gerombolannya Memang Berniat Bunuh Ahok, Mau Bukti??


Imam Kecil Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab (HRS) melontarkan pernyataan keras terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Rizieq bilang, bila Bareskrim Polri tidak memproses dugaan penistaan agama oleh Ahok dia akan membunuh Ahok. “Jadi kalau Pak Kapolda mau cari pembunuh Ahok, enggak usah bingung-bingung. Saya orangnya,” kata Rizieq, Jumat

Kenyataannya FPI Dan Gerombolannya Memang Berniat Bunuh Ahok, Mau Bukti??


Koordinator lapangan demo Ahok kompleks Pasar Rawa Belong, Kelurahan Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11) membuat pernyataan mengejutkan. Di depan polisi, pria berusia sekitar 60 tahun itu menolak tegas kedatangan Ahok di Kebun Jeruk. Ia pun meminta agar polisi tidak mengawalnya. “Ane minta kalau calon gubernur nomor urut dua (Ahok) masuk Kebun Jeruk, jangan dikawal, lepasin aja. Gue kasih satu miliar untuk bunuh Ahok,” ujar pria bertopi haji tersebut

Kenyataannya FPI Dan Gerombolannya Memang Berniat Bunuh Ahok, Mau Bukti??


Dalam pawai obor keliling jakarta menyambut bulan suci Ramadhan yang diikuti sebagian besar anak-anak dibawah umur meneriakkan “bunuh si Ahok!!!, bunuh si Ahok”. Pawai ini dilakukan disejumlah tempat di Jakarta, pada Rabu (24/05/2017). Di malam yang sama terjadi bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu.

Ahok yang sudah di Mako Brimob saja masih ada aja yang demo ‘bunuh Ahok bunuh Ahok’. Masih berkelit juga?? Jadi menurut saya jika pasukan berdaster meminta data percakapan ditelegram dibuka dan dipublikasikan terkait rencana pembunuhan terhadap Ahok, hanya oleh karena butuh bukti,  itu sama saja dengan mereka membohongi diri sendiri dan ulamanya. Ibarat pencuri yang sudah ketangkep tangan tetapi mengaku dia bukan pencurinya.

Sumber


Tidak ada komentar:
Write komentar