Jumat, 21 Juli 2017

Saya Tidak Berdialog Dengan Pencuri!

Saya Tidak Berdialog Dengan Pencuri!

Berita Dunia Jitu - Terbayang, kalau Susi mengatakan kalimat diatas secara verbal, “Saya tidak berdialog dengan pencuri!”, reaksi apa yang akan dimunculkan kemudian oleh orang yang menyarankan seorang Menteri untuk berdialog ketika sebuah kebijakan yang melarang semua pihak untuk maling ikan dilahirkan?

Seoring Staff Khusus di era SBY menyarankan Susi untuk membuka dialog dengan para pencuri ikan? Secara gamblang sekarang kita paham, kenapa 10 tahun SBY memimpin Indonesia, bisa dibilang GAGAL. Selama 10 tahun SBY berkuasa, dan untuk mempertahankan kekuasaannya, dia berani membakar uang sebesar Rp 3000 triliun. Memanjakan rakyat dengan taburan subsidi dimana-mana, terutama subsidi energy yang sangat besar sampai mencapai 21% dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Apalagi ditahun 2008, subsidi energy mencapai angka yang maksimal yaitu 28% dari total APBN.

Subsidi BBM adalah yang paling besar, mencapai 80% dari seluruh total subsidi energy, tapi tetap saja sebagian rakyat Indonesia tidak bisa menikmatinya. Karena subsidi belum juga keluar, mulut para maling sudah menganga menunggu kucuran uang rakyat. Dan ketika ketahuan, para menterinya membuka ajang diskusi atau dialog dengan mereka. Hasilnya? ya dibagi rata dan tidak ada tindakan menghentikan. Kepemimpinan SBY hanya berhasil menciptakan mega skandal dengan korupsi yang tak terbilang.

Di jaman Jokowi, jangan harap ada dialog. Tidak hanya Menteri Susi yang mengejar-ngejar pencuri ikan. Sri mulyani mengejar pencuri uang rakyat dan konglomerat yang tidak mau bayar pajak dan Rini Soemarno juga mengejar-ngejar BUMN untuk memberikan laba maksimal pada negara.


Sekarang begini, anda adalah orang SUPER kaya, yang punya banyak harta di rumah anda. Jam tangan yang jumlahnya ribuan, tas mahal, sepatu bermerek yang berserakan, dan masih banyak lagi. Kemudian ada pencuri yang merusak pintu rumah dan mengambil jam tangan 1-2 buah. Karena anda sangat kaya sampai anda tidak hapal barang apa yang anda punya, sewaktu pencurinya tertangkap, anda malah mengajak dia ngopi, terus ajak dialog, apa alasan dia mencuri, lalu timbul rasa iba, karena alasan mencuri anak istri sudah setahun tidak makan. kemudian anda bebaskan dan bahkan mempersilahkan si pencuri untuk kembali dan mengambil barang anda lain. Seperti itukah Pemerintah harus memperlakukan para pencuri harta negara? NO WAY!

Mengapa di era SBY banyak pencuri harta negara? Karena staff Khususnya bilang, “ini negara sama-sama, bukan miliki ibu seorang”. Karena sama-sama, rakyat sulit membedakan mana pencuri dan mana menteri. Soalnya mereka duduk sama-sama dan berbicara soal hasil curian.

Di era Jokowi,  2/3 dari wilayah Indonesia berada dalam genggaman Susi Pudjiastuti. Presiden Jokowi sudah memberikan wewenangnya pada Menteri Kelautan dan Perikan untuk menjaga laut Indonesia.  Salah besar kalau si staff khusus era SBY bilang kalau laut bukan milik Susi seorang! Laut Indonesia milik seluruh rakyat Indonesia, tapi hanya Susi seorang yang diberi kesempatan untuk memegang tampuk pimpinan sebagai Menteri, ia bisa berbuat lebih banyak lagi. Ia memiliki otoritas lebih besar dalam mengembangkan kelautan dan perikanan Indonesia, termasuk menghantam para maling ikan.

Andi Arief apa harus ikut ditenggelamkan juga yah? 😀

Prinsip “saya tidak berdialog dengan pencuri” sudah bagus. Yang harus Presiden Jokowi lakukan sekarang adalah memerintahkan menteri hukum dan HAM untuk membangun penjara sebanyak-banyaknya.

Tapi saya berpikiran, kalau sampai sekarang belum terdengar berita bahwa pemerintah membangun penjara, mungkin pemerintah memang sengaja melakukan itu agar penjara yang ada menjadi tempat yang sangat mengerikan. Dimana para tahanan tidak bisa tidur dengan nyaman. Makan berebutan, Mandi harus antri panjang. Dan untuk buang hajat pun, mereka harus mikir dua kali.

Menciptakan kondisi penjara yang tidak manusiawi, mungkin saja membuat orang berpikir sepuluh kali untuk melakukan kejahatan yang membuat hidupnya berujung di penjara yang mengerikan.

Kita sekarang sudah mengenal watak-watak menteri-menterinya Jokowi. Mereka kalau sudah memutuskan satu kebijakan, apalagi kebijakan yang menyangkut pengamanan harta negara, jangan harap demo besar bisa merubah pikiran mereka. Apalagi cuma kicauan satu orang di media sosial. respon yang diberikan lebih seperti hiburan untuk rakyat melihat bagaimana Susi atau Sri Mulyani menjawab kicauan mereka.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar