Sabtu, 17 Juni 2017

Tiga Gubernur Jakarta Yang Di Catat Sejarah Membawa Perubahan

Tiga Gubernur Jakarta Yang Di Catat Sejarah Membawa Perubahan

Berita Dunia Jitu - Djarot Saeful Hidayat baru saja dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Gubernur Jakarta menggantikan Basuki Tjahaja Purnama yang mengundurkan diri setelah divonis dua tahun penjara dan memutuskan untuk tidak melanjutkan banding di pengadilan.
Sejak hari itu, Djarot bukan lagi seorang Wakil Gubernur ataupun seorang Petugas Pelaksana Gubernur, tetapi Djarot Saeful Hidayat adalah seorang Gubernur Jakarta. Tanpa harus mengindahkan masa jabatannya. entah itu untuk lima tahun, untuk empat bulan ataupun untuk satu minggu, Djarot Saeful Hidayat resmi di lantik oleh Presiden Indonesia sebagai Gubernur Jakarta!
Orang tidak bisa lagi melirik seorang Djarot Saeful Hidayat hanya dengan sebelah mata atau mungkin sebagian orang berpikir Djarot adalah subject pelengkap untuk menyelesaikan tugas dan program Basuki Tjahaja Purnama sampai akhir jabatannya di bulan Oktober 2017 nanti.
Masa empat bulan ke depan, sekilas kita melihatnya sebentar. Tapi jangan salah, empat bulan yang Djarot hadapi adalah empat bulan yang sangat menentukan untuk mengetahui dan melihat seberapa banyak kemajuan kota Jakarta akan dicapai. Basuki dan Djarot berusaha sekuat tenaga untuk menatah jakarta semaksimal mungkin, karena setelah empat bulan, Jakarta akan kembali ke masa kegelapan. Dan kita tidak bisa membayangankan seberapa banyak kerusakan yang bisa dilakukan oleh Gubernur baru dnegan semua kebijakan dan program yang tidak jelas. Bersahabat dengan kaum radikal dan berangkulan dengan anggota dewan wakil rakyat.
Untuk itu mengapa Gubernur Jakarta yang terpidana dua tahun penjara mengamanatkan pada Djarot untuk mempertahankan angka kepuasan warga atas kepemimpinan mereka yang sudah dicapainya bersama-sama, yaitu tujuh puluh persen, dan kalau bisa sampai akhir jabatan mereka di bulan Oktober nanti, angka kepuasan warga ini bisa lebih besar dari sekedar tujuh puluh persen.
Ini bukan satu amanat yang bisa dilakukan dengan mudah, namun Djarot bertekad untuk mewujudkan apa yang diamanatkan Basuki Tjahaja Purnama. Dan ini bukan satu pekerjaan yang mudah.
Empat bulan yang crusial kalau saya boleh bilang. Mengapa saya bilang ini empat bulan yang crusial? Karena:
  1. Djarot harus bekerja sendirian.
  2. Djarot harus bekerja ditengah-tengah masa transisi dimana kubu Gubernur baru mulai memilah dan memilih program dan sudah tidak sabar untuk mengambil alih balai kota.
  3. Djarot harus mempertahankan angka kepuasan warga Jakarta di tengah-tengah warga yang kita tahu sebanyak 58% akan lebih memilih masuk surga daripada mengakui keberhasilan kerja mereka.
  4. Djarot harus bekerja dimana kinerja PNS Jakarta lambat laun kembali ke kebiasaan lama.
  5. Djarot harus bisa merubah strategy dia bekerja untuk bisa lebih ketat dari Basuki Tjahaja Purnama kalau ingin angka kepuasan warga diatas angka yang sudah dicapainya.
  6. Empat bulan untuk menuntaskan semua program yang sudah direncanakan, Djarot harus bekerja siang dan malam dan merangkul semua jajaran Pemda untuk bekerja dua puluh empat jam round the clock kalau bisa.
Saya bisa meraba apa yang sedang Basuki dan Djarot rencanakan dimasa-masa terakhir mereka, saya mencoba menebak mengapa Sang mantan Gubernur mengamanatkan pada Djarot untuk mempertahankan dan / atau bahkan meningkatkan angka kepuasan warga Jakarta akan kepemimpinan mereka.
Karena angka kepuasan atas kepemimpinan mereka adalah angka tertinggi yang pernah ditorehkan sejarah panjang Jakarta. Nama Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saeful Hidayat akan selalu dikenang oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai dua pemimpin yang berhasil merubah wajah Ibu Kota Indonesia ditengah-tengah fitnah dan hujatan yang secara bertubi-tubi dilancarkan pada mereka!
Satu hal yang tidak bisa rakyat manapun, termasuk rakyat Bumi Datar yang berhasil memenjarakan Sang Mantan Gubernur, bahkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sekalipun atau Amien Rais atau Prabowo bahwa Pasangan triple Gubernur terpilih tahun 2012 Jokowi – Basuki – Djarot adalah The Dream Team of the people of Indonesia. 

Saya tidak tahu berapa dekade lagi warga Jakarta dan rakyat Indonesia harus menunggu sampai kemudian muncul lagi pemimpin-pemimpin bangsa dengan semangat, keberanian, kecerdasan dan kesederhanaan seperti ketiga putra bangsa Jokowi – Basuki – Djarot…  Mungkin tidak akan pernah dua kali. Mungkin tidak akan pernah ada lagi dan kita sudah menyia-nyiakan satu dari mereka.

Tidak ada komentar:
Write komentar