Berita Dunia Jitu - Saat Ahok divonis bersalah dalam kasus penodaan agama, Ahok langsung dieksekusi ke lapas Cipinang. Lapas yang sudah kelebihan kapasitas dan penuh dengan kriminal, membuat Ahok diragukan untuk ditempatkan di situ. Alasan keamanan menjadi alasan yang utama kenapa Ahok akhirnya dititipkan di Mako Brimob malam itu juga. Apalagi terdengar selintingan bahwa ada ancaman pembunuhan terhadap Ahok.
Hari-hari selanjutnya Ahok menjalani hukumannya di Mako Brimob. Tentu di sini Ahok lebih aman, karena tempat ini menjadi markas besar Brimob, tentu keamanannya lebih terjaga daripada di lapas Cipinang. Kehidupan Ahok di sini berubah total. Tidak lagi seperti hidupnya ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta yang selalu dikejar oleh waktu. Bahkan untuk berolah raga pun Ahok hanya bisa menggunakan waktunya sekitar 30 menit saja, setelah itu Ahok harus siap-siap menuju ke Balai Kota untuk menerima pengaduan masyarakat Jakarta.
Ketika pertama kali menginap di Mako Brimob, Ahok sempat stress juga karena hidupnya tiba-tiba berubah. Jika dulu setiap hari dia berinteraksi dengan masyarakat dan orang-orang terdekatnya maka hari itu Ahok merasa kesunyian yang mendalam mendekap dirinya. Apalagi ketika hari menjelang sore, kesunyian itu semakin nyata. Jika dulu ketika sore hingga malam Ahok bisa bercanda dengan anak-anaknya, kini tentu sudah tidak bisa lagi. Ahok merasakan kesunyian ini terlalu menyiksanya.
Tetapi bukan Ahok namanya kalau dia terus menerus tenggelam dalam kesedihan dan keputusasaan. Karena bagaimana pun juga keadaan sudah tidak dapat lagi diubah. Dan Ahok harus menjalani itu semua. Dari pada terus menerus tenggelam dalam kesedihan bukankah lebih baik menikmati keadaan yang ada? Karena Ahok mempunyai aura positip, maka keadaan yang menyedihkan sekali pun membuat Ahok tetap berpikiran positip. Daripada meratapi apa yang telah terjadi, kenapa tidak mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan?
Hari demi hari berlalu, Ahok pun telah terbiasa hidup di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Hari-hari dilaluinya dengan melakukan olahraga yang dicintainya. Jika biasanya Ahok hanya bisa berolahraga selama 30 menit, maka di Mako Brimob Ahok dapat melakukan sepuas hatinya, tanpa harus dibatasi selama 30 menit saja. Itulah salah satu sisi positip yang sedang dinikmati oleh Ahok.
Jika hari-hari yang lalu Ahok disibukkan dengan disposisi, sehingga waktunya tersita banyak di pekerjaan, kini Ahok lebih banyak waktu untuk membaca Alkitab dan buku-buku yang disenanginya tanpa harus disibukkan dengan disposisi-disposisi.
Tetapi Ahok hanya sementara dititipkan di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok selama menunggu kasusnya berlanjut. Permohonan banding yang semula diajukan ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta akhirnya dicabut sendiri oleh Ahok, karena Ahok berpikir untuk tidak lagi melanjutkan kegaduhan ini. Yang mana nanti akan berimbas kepada keamanan serta perekonomian Indonesia. Karena demo-demo akan terus berlanjut jika permohonan banding ini terus dilanjutkan. Dan agar kasusnya tidak berimbas kepada Presiden Jokowi juga. Selain Ahok, Jaksa Penuntut Umum yang semula juga mengajukan permohonan banding, tetapi akhirnya turut mencabut permohonan banding tersebut. Karena kedua pihak memutuskan untuk tidak mengajukan banding, maka vonis terhadap Ahok tersebut dinyatakan berkekuatan hukum tetap. Ahok tetap dipenjara selama 2 tahun sesuai dengan vonis dari hakim.
Karena Ahok hanya dititipkan di Mako Brimob sebagai tahanan, dan kini kasusnya sudah berkekuatan hukum, Saatnya Ahok dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan, karena Ahok sekarang bukan lagi seorang tahanan tetapi seorang terpidana. Pertanyaannya sekarang adalah Ahok harus ditempatkan di lapas mana? Sedangkan lapas Cipinang sudah dinyatakan tidak aman bagi Ahok, karena sewaktu-waktu nyawa Ahok bisa melayang di sana. Apalagi kita tahu bahwa Ahok telah menjadikan sejumlah orang menjadi terpidana di sana. Keamanan Ahok menjadi tidak terjamin, apalagi di sana juga terdapat narapidana teroris yang sangat membenci seorang penista agama (menurut mereka lho ya).
Eksekusi bagaimana pun juga harus tetap dilaksanakan, Dan akhirnya pada hari Rabu, 21-06-17 Ahok pun dieksekusi oleh Kejaksaaan. Ahok tetap dieksekusi ke lapas Cipinang, tetapi dengan alasan keamanan, Ahok tetap dititipkan di Mako Brimob sampai waktu yang belum ditentukan.
Dan ini merupakan sebuah kabar gembira buat kita semua sebagai pendukung Ahok, karena keamanan Ahok lebih terjaga di Mako Brimob dari pada di lapas Cipinang. Dan kita mengucapkan terima kasih kepada pihak yang berwenang yang telah mengambil sebuah kebijaksanaan demi sebuah alasan kemanusiaan.
Semoga Ahok senantiasa sehat dan dapat menikmati hari-harinya yang masih panjang di sana. Selalu positip dan selalu ceria. Tuhan senantiasa memberkati. Amin.

Tidak ada komentar:
Write komentar