Rabu, 21 Juni 2017

Reklamasi Resep Mujarab Buat Banjir Jakarta Merata ??


Berita Dunia Jitu - Masalah reklamasi memang tidak pernah berhenti menjadi pemberitaan. Apalagi proyek dan konsep reklamasi menjadi serba tidak jelas karena ketidaksamaan visi dan konsep yang dimiliki oleh pemerintahan pusat dan pemerintahan Jakarta ke depan dengan Gubernur terpilih, Anies Baswedan.
Jika sebelumnya proyek reklamasi sejalan dengan Mantan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), maka ke depan proyek reklamasi mendapatkan perlawanan dari pasangan Anies-Sandi. Anies-Sandi sudah mengusung menolak reklamasi sejak kampanye dan bersikukuh untuk tetap menolak reklamasi jika sudah menjabat menjadi Gubernur DKI.
Menurut mereka, reklamasi akan menyebabkan Jakarta mengalami banjir merata. Karena itu, reklamasi harus dihentikan supaya Jakarta bisa bebas dari ancaman banjir merata. Bahkan anies menilai tak perlu ada reklamasi dan tanggul raksasa (giant sea wall) untuk mengurangi banjir di Jakarta, tetapi cukup menata aliran sungai.
“Kami juga pastikan jangan diteruskan itu reklamasi. Resep mujarab kalau reklamasi dijalankan bakal merata banjir di Jakarta,” kata dia.
“Nanti setelah Oktober, saya akan jelaskan kenapa kami ingin reklamasi dihentikan,” ujarnya.
GUBRAKK!!! Pernyataan Anies ini membuat saya harus terjatuh dari kenyataan dan masuk dalam dunia mimpi yang penuh khayalan. Menyatakan reklamasi adalah resep mujarab membuat banjir merata di Jakarta itu kajian dari mana?? Hanya orang bodoh yang membuat proyek tetapi tujuannya adalah membuat banjir dimana-mana.
Tetapi kalau ditanya apa kajiannya dan bagaimana cara berpikirnya, Anies selalu saja mengeles lebih lihari dari baja dan dari seorang suami yang menyembunyikan selingkuhannya. Mengeluarkan sebuah pernyataan seperti ini dan meminta kita semua menunggu setelah Oktober mendengar kajian dari pernyataannya sama saja seperti berharap kita balikan dengan mantan yang sudah menikah.
Bagaimana bisa sudah mengeluarkan pernyataan menolak reklamasi terus malah disuruh tunggu kajiannya setelah Oktober. Itu sama saja artinya belum ada kajian apapun untuk menilai apakah reklamasi ini memang resep mujarab membuat banjir akarta merata.
Pernyataan Anies ini memang semakin menunjukkan betapa menyedihkannya klaim mereka menolak reklamasi yang ternyata tidak berdasar sebuah kajian yang valid dan nyata. Bukan hanya sekedar omongan dan analisa tanpa kajian yang menyeluruh.
Itulah mengapa, saat ini tim Anies-Sandi masih akan melakukan kajian terhadap reklamasi. Ketua Tim Sinkronisasi Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Sudirman Said, menyebut tim sinkronisasi telah mempunyai landasan mengenai aspek hukum dan aspek ekonomi untuk menolak reklamasi. Namun, pihaknya mengundang auditor lingkungan guna membahas pulau reklamasi yang terlanjur dibangun.
“Kita akan menunjuk lembaga independen, bisa kampus atau konsultan. Bukan soal kemampuan tapi tidak memihaknya,” kata Sudirman di Hotel Ambhara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Senin (12/6/2017).
“Dari aspek hukum boleh dibilang hampir final, aspek ekonomi juga. Ada kajian yang mungkin diperdalam setelah dilakukan audit lingkungan,” tuturnya.
Apakah kajian ini akan independen?? Saya pikir tidak akan bisa tim yang dibentuk memberikan jawaban yang independen karena ini sudah menyangkut kredibilitas dan integritas dari orang yang akan menjabat dan sudah menjanjikan menolak reklamasi. Ini sama saja sedang membuat pembelaan dan pembenaran dari kesimpulan yang sudah ditetapkan.
Dimana-mana, kajian haruslah dimulai dengan latar belakang dan tinjauan permasalahan, bukan kesimpulan dan saran. Tetapi ini mereka malah melakukan sebuah kajian untuk memperdalam dan memperkuat kesimpulan yang sudah dibuat. Kalau dalam dunia akademis ini namanya pembodohan dan manipulasi data.
Padahal, kajian mengenai proyek reklamasi ini sudah banyak dilakukan. Bahkan oleh lembaga yang bisa dikategorikan independen tanpa pesanan pemerintah. Nah, kalau ini dari mana independennya kalau yang memesan adalah kubu Anies-Sandi??
Anies-Sandi sepertinya ingin membuat-buat kajian yang membenarkan bahwa reklamasi adalah resep mujarab untuk membuat banjir merata di Jakarta. Anies tampak sekali tidak paham bagaimana pengelolaan daerah yang tanahnya menurun 8-23 cm per tahun. Reklamasi adalah cara untuk menahan dan melindungi Jakarta dari banjir rob.
Saya ragu Anies paham tentang banjir rob. Mungkin yang dia pahami adalah banjir yang hanya berasal dari aliran suingai, sehingga dengan entengnya dia menjawab solusi banjir adalah dengan mengatur aliran sungai. Kasihan Jakarta dipimpin kepala daerah yang wawasannya cetek seperti ini.
Sekali lagi selamat menikmati Jakarta waras yang tinggal 4 bulan lagi. Dan selamat menantikan Jakarta tidak waras setelah bulan Oktober.

Tidak ada komentar:
Write komentar