Respon Yang Menyakitkan Kapolda Kepada Rizieq

Berita Dunia Jitu - Rizieq itu warga Indonesia biasa yang merasa dirinya luar biasa. Mungkin saja dia merasa sombong karena pernah dipenjara oleh dua masa pemerintahan yang berbeda. Dilihat dari tingkah lakunya, Rizieq memang sombong luar biasa.
Lihat saja, dirinya meminta rekonsiliasi dengan pemerintah. Padahal dia itu cuman warga biasa lho. Pahlawan ya bukan, penjabat ya bukan, memangnya dia berjasa apa bagi Indonesia. Mengaku ulama tapi menghina banyak pihak. Pantas saja Kapolda sampai meledek Rizieq yang besar kepala.
“Coba, rekonsiliasi itu apa? Mana bisa (rekonsiliasi dengan pemerintah). Siapa dia?” tegas Iriawan, Kapolda Metro Jaya
“Caranya bagaimana. Enggak bisalah. Jadi jangan meng’emas’kan diri,” sambungnya.
Ngakak kalau melihat penyataan Kapolda ini. Dirinya mengejek Rizieq yang sudah terlalu sombong dan besar kepala. Rizieq saja pernah mengatakan akan melawan hukum, dia merasa dizolimi. Padahal dirinya sendiri yang tidak bisa menahan nafsu fisang.
Rizieq merasa dirinya merupakan emas, padahal dirinya sama sekali bukan emas. Dari perilakunya saja sudah bisa dilihat, orang seperti ini tidak mau taat dengan hukum. Saat pemeriksaan pernah mangkir, saat diperiksa perlu ‘dikawal’, sekarang kabur ke Arab dengan alasan tidak masuk logika.
Ingat, Rizieq tidak pernah meminta kasusnya diselesaikan. Dirinya meminta agar kasusnya DIHENTIKAN. Ada perbedaan yang besar antara dua hal tersebut. Kalau diselesaikan, kasusnya menjadi jelas dan dapat dilihat siapa yang salah dan benar. Kalau dihentikan? Kasusnya ya menguap.
Yusril merupakan salah satu pengacara yang entah mengapa mendukung Rizieq. Orang ini mengatakan perlu dilakukan rekonsiliasi antara pemerintah dengan FPI. Yusril juga meminta agar Jokowi memakai hak abolisi (perintah penghentian kasus) untuk kasus Rizieq.
“Kalau SP3 (penghentian penyidikan) berarti Polri (bisa diartikan) salah tangkap karena alat bukti tidak cukup. Tapi kalau abolisi, Polri berkeyakinan alat bukti cukup tapi Presiden punya kebesaran jiwa tidak melakukan penuntutan terhadap mereka, malah keluarkan abolisi,” kata Yusril.
“Saya berkeyakinan bahwa para tokoh itu semuanya beritikad baik untuk memajukan umat, bangsa dan negara. Bahwa mereka sering berbeda pendapat dengan pemerintah merupakan sesuatu yang wajar dalam berdemokrasi,” kata Yusril
Wah, Yusril sepertinya menutup mata atas kenyataan. Tokoh seperti itu memajukan apa? Fisang? Berbeda pendapat memang tidak masalah, selama masih masuk akal. Coba ada orang yang berani mengedit foto Yusril dan dibuat yang tidak senonoh. Apa Yusril masih ngomong soal ‘kebebasan berpendapat’?
Menakar Kejantanan Rizieq
Kalau ditanya seberapa jantan Rizieq itu, maka jawabannya jelas. Dirinya jelas jantan, sudah punya istri masih berani sex chat dengan Firza. Dirinya juga jantan, berani kabur meski hukumannya akan lebih berat. Dirinya juga super jantan, pernah berani mencatut nama Raja Salman.
Makanya apa yang dikatakan Kapolda berikut ini sungguh pas.
“Yang jelas saya katakan beliau itu jantan. Kami tahu kejantanannya beliau. Saya yakin beliau pulang,” ujar Kapolda.
Jelas Kepolisian tahu soal kejantanan Rizieq. Toh mereka punya rekaman sex chat tersebut. Dari situ terlihat kejantanan Rizieq. Mana tahu mereka juga punya foto-foto jenis fisang. Makanya Kapolda bisa dengan percaya diri mengatakan kalau Rizieq itu jantan. Tapi yang jelas, Rizieq harus mempertanggung jawabkan tindakannya didepan hukum.
“Semua sama di mata hukum. Faktanya ada. Semua harus dihadapi. Tidak bisa, nanti ada standar ganda, polisi enggak bisa gitu. Apa bedanya dengan yang lain,” tegas Kapolda.
Jangan hanya karena merasa dirinya emas, Rizieq bisa sok hebat. Dia masih sombong hanya karena masih berada di Arab. Itupun dirinya sudah memelas meminta Jokowi menghentikan kasusnya. Coba kalau Rizieq dipulangkan ke Indonesia, pasti langsung mengaku bertobat dan meminta kasusnya dihentikan lagi.
Rizieq entah ngapain di Arab bukan urusan kita. Namun yang jelas, Rizieq harus mengikuti sidang. Jangan sampai nama baik ulama tersemar karena ada pihak yang juga memakai nama ulama tapi tindakannya titik-titik. Kita tunggu saja, apa nyanyian Rizieq nanti setelah dirinya dipulangkan.