Kamis, 26 Oktober 2017

Anies Sebut KAA Pertama Di Indonesia Bukan Hanya Jasa Sukarno

Anies Sebut KAA Pertama Di Indonesia Bukan Hanya Jasa Sukarno

Berita Dunia Jitu - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengangkat tema sejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) saat memberikan sambutan dalam acara jamuan makan malam Musyawarah Nasional Kedaulatan (Bangsa) Indonesia, Menyongsong Satu Abad Kemerdekaan.

Dalam acara yang dihelat di Balai Agung, Balai Kota Jakarta itu, dia sempat menyinggung nama Presiden pertama RI Sukarno. Anies mengatakan, dalam KAA bukan hanya Proklamator RI tersebut yang memiliki peran.

Kalau kita buka catatan, memang Konferensi Asia Afrika dipilih di Indonesia itu karena Sukarno, begitu? Tentu Sukarno menarik, Sukarno luar biasa. Tapi apa hanya Sukarno saat itu? Tidak," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu, 25 Oktober 2017 malam.

Dia juga menyebut ada sosok lain yang berperan, yaitu Perdana Menteri India Jawaharlal Nehru dan Presiden Mesir Gamal Abdul Nasser.

"Ada Nehru, ada Gamal Abdul Nasser, itu di masa kendaraan susah. Jadi logikanya ketemu di tengah, kalau saya lihat tengahnya di mana? Di India, di Mesir. Lah kok ketemunya di ujung paling tenggara, yang bagi orang Afrika melampaui dua benua," tutur Anies.

Dia menyebut pesan yang ingin disampaikan dalam KAA, yaitu adanya inspirasi untuk membuat negara berdaulat.

"Mereka ingin melihat ini untuk inspirasi persatuan, inspirasi kemerdekaan, inspirasi jangka panjang," ujar Anies.


Pada kesempatan itu, Anies juga menceritakan pengalaman saat ia masih menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Ketika itu, ia dan Sudirman Said ditugaskan mendampingi tamu negara.

"Saya waktu itu ditugaskan dengan Pak Dirman mendampingi dan menerima tamu. Waktu itu mendapat tugas menjemput utusan dari Afrika Selatan. Menteri Luar Negerinya bercerita saat itu Nelson Mandela mau ke Indonesia," cerita Anies.

Namun, karena kondisi kesehatannya ketika itu, Mandela akhirnya mengutus tiga orang untuk mewakili dia ke Indonesia untuk menghadiri peringatan Konferensi Asia Afrika.

Uniknya, Anies menambahkan, utusan itu menyebut ada perintah khusus dari Mendela untuk mereka. Mereka diminta untuk mempelajari Indonesia.

"Dengan pesan pelajari Indonesia. Kenapa negeri yang luar biasa bineka itu bisa membentuk sebuah kesatuan dan mampu mengusir kolonialisme," pungkas Anies.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar