Selasa, 26 September 2017

Rita Bakal Maju Independen, Benarkah?

Rita Bakal Maju Independen, Benarkah?

Berita Dunia Jitu - Nama Bupati Kukar Rita Widyasari selalu dielu-elukan oleh sejumlah media massa bakal memenangi pertarungan pesta demokrasi Kaltim tahun depan. Sejumlah media massa membranding terus nama Rita sebagai satu-satunya Calon Gubernur terbaik di Kalimantan Timur. Sebab tidak bisa dipungkiri peran media dalam dunia politik sangat penting apalagi menjelang pesta demokrasi. Media massa bisa menjadi manfaat tersendiri untuk calon yang akan bertarung sebagai Kepala Daerah. Menurut prediksi saya pertarungan untuk Pilkada Kaltim bakal sengit sebab tahun 2018 juga menjelang puncaknya tahun politik untuk Pileg dan Pilpres tahun 2019.

Oleh sebab itu sejumlah partai politik mempunyai hitung-hitungan yang matang dalam mengusung calon kepala daerah disejumlah provinsi dan kabupaten di Indonesia. Termasuk Kaltim tentunya, walaupun secara resmi Rita mengeklaim bakal di usung oleh Partai Golkar sebagai calon gubernur, namun hingga saat ini Rita belum mengumumkan siapa yang bakal mendampinginya sebagai calon wakil gubernur.

Beberapa nama juga santer terdengar bakal mendampingi Rita, di antaranya adalah Farid Wajdji, Andi Sofyan Hasdam, Makmur HAPK, dan Kapolda Kaltim Irjen. Safaruddin. Dari empat nama tersebut, nama Farid Wajdji paling menguat untuk menjadi bakal calon wakil mendampingi Rita.

Apalagi baru-baru ini Rita ketahuan menggelar pertemuan khusus bersama Farid Wajdji di Jakarta dengan beberapa tokoh ulama NU seperti Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj dan Ketua MUI Ma’ruf Amin. Ini merupakan sebuah sinyal bahwa Rita bakal memilih Farid Wajdji sebagai bakal calon wakilnya. Sekaligus Rita meminta dukungan dari ulama NU terkait isu-isu yang akan menyerang dirinya di pertarungan nanti. Juga tidak menutup kemungkinan Rita bakal memilih yang lain sebagai calon wakilnya.

Ada yang melempar isu Rita bakal maju independen

Bisa saja hal ini dilakukan jika Rita tidak mendapatkan rekomendasi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto. Sekalipun Rita punya jabatan sebagai ketua DPD I Golkar Kaltim itu tidak menjamin dirinya bakal mendapatkan restu dari Setyo Novanto selaku Ketua Umum partai berlambang pohon beringin tersebut. Ada kemungkinan juga rekomendasi akan jatuh ditangan Sofyan Hasdam, mengingat Sofyan Hasdam juga mempunyai posisi di DPP Partai Golkar. Apalagi Sofyan Hasdam merupakan kerabat dari salah satu petinggi di DPP Partai Golkar. Sebab di dalam berpolitik segala hal bisa terjadi diluar prediksi seseorang, contohnya siapa yang tidak menyangka jika Bupati Purwakarta Dedy Mulyadi tidak mendapatkan restu dari Ketua Umum Partai Golkar Setyo Novanto. Padahal jelas-jelas Dedy Mulyadi juga merupakan Ketua DPD I Golkar Provinsi Jawa Barat, tentu saja tidak menutup kemungkinan ini bisa terjadi pada Bupati Rita.

Lalu saat dikonfirmasi oleh awak media, Rita membantah bahwa dirinya bakal maju independen. Rita memaklumi jika ada yang melempar isu dirinya bakal maju lewat jalur independen karena semakin banyaknya tekanan di internal.


“Ya, itu kawan-kawan saya saja mungkin sangking stresnya, terlalu banyak tekanan ini harusnya berpasangan dengan ini, nanti takutnya begini dan sebagainya. Terlalu banyak ketakutan, terlalu banyak, saya bilang paranoid kalian itu semua. Jadi itu kawan-kawan saya saja melihat kesuksesan independen di Kukar, jadi mereka coba menawarkan, itu saja lah,” jelas Rita.

Disambung Rita bahwa isu independen tersebut juga tak lepas dari perihal KTA yang ditargetkan oleh DPP selesai bulan November ini.

“Untuk KTA kan kita mengumpulkan KTP-KTP, jadi itu memang sangat berhubungan saja karena kami diberi target oleh DPP untuk selesai pada bulan November. Jadi pengumpulan KTP itu bukan hanya untuk independen, tapi juga untuk KTA,” Rita meluruskan.

Senada dengan Rita WIdyasari, Sekretaris DPD I Partai Golkar Kaltim, Abdul Kadir mengakui sudah mendengar isu tersebut. Namun dengan tegas Kadir mengatakan pihaknya tidak dalam tekanan siapa pun.

“Secara prinsip Golkar tidak pernah tertekan, tidak pernah ada yang menekan. Cuma mekanismenya sesuai Juplak 06. Juplak itu kan dari tim Pilkada belum tuntas perjalanannya. Ada satu tahap lagi yang harus diselesaikan yaitu rapat pleno DPD Partai Golkar diperluas. Setelah itu akan direkomendasikan barulah tugas dari tim Pilkada dan DPD Provinsi,” tegas Kadir.

Lalu menurut saya itu bukan hanya sekedar isu, karena kemungkinan yang terjadi jika Rita tidak mendapatkan Restu dari Setyo Novanto dengan terpaksa Rita akan gencar mengumpulkan foto copy KTP untuk maju lewat jalur non parpol.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar