Senin, 25 September 2017

Begini Ucapan Salam Perpisahan Dari Djarot

Begini Ucapan Salam Perpisahan Dari Djarot

Berita Dunia Jitu - Tidak terasa bulan Oktober akan datang, itu artinya akan ada pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih DKI Jakarta. Pada tahun 2012, kita masih ingat antusiasme dan hingar bingar dari publik ketika Jokowi dan Ahok dilantik. Tak terasa 5 tahun sudah berlalu, sangat cepat, seolah baru saja terjadi beberapa hari yang lalu.

Dan selama 5 tahun itu pula banyak sekali hal yang terjadi. Salah satunya adalah terjadi 3 kali pergantian jabatan. Yang pertama adalah Jokowi yang menjadi presiden pada 2014 sehingga jabatan gubernur dilanjutkan oleh Ahok dan wakil gubernur diisi oleh Djarot. Dan pada April 2017 Ahok mengundurkan diri sebagai gubernur sehingga Djarot otomatis menjadi gubernur untuk melanjutkan apa yang dilakukan Ahok.

Sebenarnya ada satu lagi yaitu dilantiknya gubernur tandingan ha ha ha. Saya sudah lupa namanya siapa. Ini terjadi karena ketidakrelaan Ahok jadi gunernur waktu itu. Pertanyaannya, tandingan macam apa ini? Rasanya tidak lama dilantik, gubernur ini entah hilang ke mana tak ada kabarnya. Saya penasaran apakah dia akan mengucapkan salam perpisahan juga.

Coba bayangkan sejenak, waktu terasa sangat cepat berlalu. 5 tahun seolah bukan 5 tahun lamanya. Ahok sekarang saja sudah menjalani hukuman selama 5 bulan lebih. Tak sampai satu tahun lagi agar memenuhi syarat untuk bebas bersyarat. Tak terasa bukan? Selama lima tahun melihat sepak terjang mereka (Jokowi, Ahok dan Djarot), baru kali ini saya melihat antusiasme publik dan media meliput orang ini.

Bukan karena mereka mirip artis Korea, melainkan karena terobosan yang dianggap berbeda, lebih berani, tegas dan terkadang keras. Apa yang mereka lakukan telah mendobrak tradisi pemimpin sebelumnya yang kerjanya you know lah. Tak usah katakan saya asal omong, silakan kunjungi Jakarta dan lihat sendiri perbedaannya. Bagi yang tinggal di Jakarta pasti akan setuju dengan perkataan saya. Sangat banyak, bahkan terlalu banyak perubahan bagi Jakarta.

Rasanya sayang saja mereka harus terhenti sebulan dari sekarang. Mulai dari ucapan Ahok yang dipermasalahkan hingga harus demo berjilid-jilid dengan pasukan yang jumlahnya mengalahkan film Lord of The Ring. Belum lagi pilkada dengan unsur ujaran kebencian dan SARA yang sangat terasa. Pekerjaan mereka harus diserahkan kepada pasangan lain, itu pun kalau dilanjutkan. Biasanya di negara ini ada jargon yang mengatakan ganti rezim ganti kebijakan. Entah nanti makin bagus atau makin hancur, lihat saja nanti.


Selain itu kita sepertinya terlalu fokus pada isu Saracen, isu kebangkitan PKI (dari kubur?) dan isu pembelian 5000 pucuk senjata. Hingga kita sedikit lupa bahwa sebentar lagi akan ada pergantian kepemimpinan. Hingga kita sedikit melupakan apa yang dilakukan Djarot selama sisa waktu jabatannya.

Jelang lengser, Djarot menyampaikan sedikit pidato dalam acara ‘Pentas Seni dan Budaya Anak Bangsa Indonesia Bangkit 2017’. Meski ini bukan bersifat resmi, Djarot mulai menyampaikan salam perpisahan di hadapan sekitar 600 anak yang jadi peserta dalam acara tersebut. “Anak-anakku waktu terus berjalan, sebentar lagi izinkan saya pada bulan Oktober akan menyelesaikan tugas sebagai gubernur,” kata Djarot.

Di samping itu Djarot menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada dia dan Ahok selama menjabat. Selain ucapan terima kasih, Djarot tak lupa menyampaikan permohonan maaf. Dia meminta maaf jika selama menjabat dirinya dan Ahok memiliki kesalahan. “Setiap manusia pasti ada kurangnya. Saya dan Pak Ahok sudah kerja keras, biarkan yang menilai sejarah dan masyarakat Jakarta, biarkan nanti yang menikmati adalah warga Jakarta dan Indonesia tanpa membeda-bedakan,” tambah Djarot.

Sayang juga sih, tapi mau bagaimana lagi. Mau merelakan, tapi setelah ingat Saracen, ah sudahlah. Biarlah mereka yang menerima karmanya sendiri. Saya tak tahu apa rencana Djarot ke depan setelah tidak lagi menjabat. Semoga karir politiknya tetap maju dan bisa berkontribusi di posisi lain. Kalau Ahok, tak perlu terlalu dikhawatirkan. Yang ngomong karir politiknya sudah mati pasti tidak melihat dengan jelas fenomena Ahok. Saya yakin masa depan Ahok kian cerah setelah bebas nanti.

Meski nanti diputuskan tak lagi terjun ke dunia politik, banyak bidang lain yang sudah menunggunya. Meraup duit gede bukan masalah buat dia. Tapi saya malah melihat dia akan terjun lagi ke dunia politik. Tinggal menunggu waktu yang akan menjawab. Yang pasti, Ahok tidak dilupakan, malah makin tenar seseantero dunia.

Sebagai penutup, ucapan terima kasih patut diberikan pada mereka berdua atas dedikasi, kerja keras dan hasil yang telah membuka mata banyak warga kecuali kelompok sumbu pendek. Harusnya lanjut lagi periode berikutnya biar maksimal, tapi mau bagaimana lagi? Senang tak senang dua orang baru ini akan memimpin. Maaf ya, lagi malas sebut nama dua orang ini.

Semoga saja makin bagus. Tak etis mendoakan yang terburuk. Kalau pun nanti berakhir tidak memuaskan, ya sudahlah mau bagaimana lagi? Salah siapa?

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar