Rabu, 26 Juli 2017

Yakin Ahok Mau Bersaksi Di Sidang Buni Yani?

Yakin Ahok Mau Bersaksi Di Sidang Buni Yani?

Berita Dunia Jitu - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani berencana untuk hadirkan 9 saksi fakta dan 6 saksi ahli.

Kita tahu bahwa editan video Buni Yani berhasil membuat situasi nasional memanas. Isu SARA yang digoreng sedemikian rupa melalui video tersebut membuat banyak orang Islam tersinggung. Mereka yang menonton video tidak utuh Ahok tentu akan tersulut. Ini Lumrah, karena Indonesia merupakan negara beragama dengan mayoritas Islam. Saya mengerti akan hal ini, karena saya pun tidak suka jika hal-hal yang berkaitan dengan agama saya diganggu oleh orang beragama lain.

Sumbu sepanjang apapun, pasti akan memendek karena kalimat Ahok yang sudah diedit satu kata. Bahkan sumbu para hakim yang menangani kasus terlihat sangat pendek, dengan vonis tak wajar. Dituntut 1 tahun oleh jaksa penuntut umum, namun divonis dua tahun oleh hakim yang terlihat gemetar dalam membacakan vonis kepada Ahok.

Hal ini tentu tidak dapat diterima dengan akal sehat, bahkan banyak umat Islam yang memilih Anies Sandi pun tersadar, meskipun coblosan sudah terlanjur disematkan kepada Anies Sandi. Kesedihan para warga terlihat di dalam karangan bunga yang berjejer di sepanjang Jalan Medan Merdeka, bermula dari Balai Kota.

Secara naluri, Ahok dan para pendukungnya pun seharusnya terbawa perasaan yang begitu menyakitkan. Hidup berkeluarga dan sosial dari seorang paruh baya Ahok pun harus tertahan selama dua tahun di Mako Brimob. Dengan vonis Ahok yang cacat secara hukum (menurut pandangan para ahli dan saya tentunya), keluarganya pun harus menanggung setiap realita yang Ahok hadapi. Istri yang masih muda, tentu harus bekerja lebih keras mengurus ketiga anaknya.

Semua ini bermula dari video yang viral. Kita lihat bahwa ratusan ribu (bahkan jutaan) orang hadir untuk melakukan demonstrasi. Emosi yang berkecamuk pun menjadi sebuah hal yang lumrah dialami oleh para pendukung Ahok.

Bahkan sebelum Ahok divonis, sudah ada orang-orang yang melaporkan Buni Yani kepada pihak kepolisian karena macam-macam pelanggaran. Mungkin saja ada bervariasi tindak pidana yang dilaporkan oleh para pelapor.

Namun satu hal yang dilanjutkan ke meja hijau adalah kasus pelanggaran UU ITE. Dengan video yang sudah diedit sebagai barang bukti dan status Facebook Buni Yani yang terlihat mengutarakan kebencian, sudah menjadi bukti kuat untuk menjerumuskan Buni Yani.

Ahok pun sempat diwacanakan untuk dihadirkan sebagai saksi dalam kasus Buni Yani. Tentu sebagai warga negara yang baik, Ahok bisa saja hadir. Dengan demikian tentu akan ada banyak orang-orang, khususnya pendukung Ahok yang senang akan hal ini. Para pendukung Ahok mungkin sedang siap-siap melakukan ejakulasi dan merasakan emosi yang sudah tertekan tersebut, dimuntahkan kepada Buni Yani. Namun benarkah Ahok akan hadir?


Menurut analisis saya, Ahok enggan menghadiri persidangan sebagai saksi. Mengapa saya bisa jatuh ke dalam analisis seperti ini? Saya memiliki pandangan yang sederhana terhadap Ahok. Logikanya simpel, Ahok bukan pendendam. Lihat saja ia masih bisa tersenyum kepada hakim, menyalaminya, dan dengan tenang menyebut hakim sebagai ‘yang mulia’, meskipun menurut saya, hakim itu hanya ‘katanya mulia’.

Dengan jiwa yang tak mendendam, Ahok mampu meredam emosi rakyat. Sekelompok manusia yang dicap sebagai silent majority pun sempat nyaris anarkis menuntut Ahok segera dibebaskan. Namun dengan arahan Ahok dari dalam Mako Brimob yang berbicara dari speaker, massa akhirnya redam, Sebut saja Nurul Indra, Afi, dan beberapa orang yang menyuarakan semangat toleransi mulai muncul, dari latar belakang apapun, untuk negara Indonesia tercinta.

Jadi rasanya, Ahok kemungkinan kecil hadir sebagai saksi. Ia sudah tidak ada kepentingan dengan Buni Yani. Ahok itu korban, bagaimana mungkin ia akan menjadi saksi? Meskipun Ahok pasti akan netral, pasti pihak Buni Yani akan berkelit dan menggiring opini “Ahok kan korban, bagaimana mungkin ia netral?”. Pasti isu-isu semacam ini akan dimunculkan oleh pihak laskar keputihan yang suka bermain togel.

Lagipula, siapa sih Buni Yani sampai-sampai Ahok harus jadi saksi? Kasus mudah seperti ini, buat apa hadirkan orang sebesar Ahok? Hahaha.

Sudah lah.. Sebagai pendukung Ahok, kita harus tetap dingin dan serahkan sepenuhnya keputusan ini kepada Ahok, apakah ia akan sebagai saksi atau tidak. Jangan terlalu spekulatif dan ‘onani pemikiran’. Belum tentu ‘ejakulasi’ datang pada waktunya. Serahkan semua kepada Tuhan. Diam saja, Tuhan akan memenangkan pertarungan ini. Tuhan tidak tidur.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar