Rabu, 19 Juli 2017

Pencapaian Khas Presiden Jokowi

Pencapaian Khas Presiden Jokowi

Berita Dunia Jitu - Presiden Joko Widodo merupakan salah satu presiden dengan tipikal santun dan rendah hati. Seyogyanya, sebagai orang No. 1 di Indonesia, beliau tanpa sungkan menggandrungi untuk berkeluh-kesah bersama rakyat. Benar-benar suatu karakter pemimpin yang sangat diidamkan oleh rakyat secara umum.

Begitulah beliau yang biasa disapa dengan panggilan akrab “Pakdhe”. Tanpa sungkan, tanpa malu, tanpa pesimis selalu berbaur ke dalam masyarakat secara langsung untuk mendengar aspirasi rakyat. Demikianlah, suatu pencapaian jenius ala Pakdhe yang menjadi primadona kebanggan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

Atas dasar kecintaannya pada rakyat Indonesia. Beliau dengan khidmat selalu berdiri dalam kepentingan rakyat. Terbukti oleh beberapa program yang diusung oleh beliau.

Program populisme Jokowi yang menekankan blusukan telah berhasil menyaring kebutuhan rakyat sekaligus berdiskusi bersama rakyat untuk mendapatkan solusi. Kemudian, kebijakan pembangunan rumah dengan cicilan rendah yang diperuntukkan kepada masyarakat berpenghasilan rendah dirasakan secara mendalam sebagai suatu terobosan yang sangat menggetarkan hati rakyat untuk mencintai Pakdhe dari lubuk hati terdalam. Belum lagi, contoh konkrit kecintaan beliau pada rakyat yang diperoleh dari penerbitan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar dan Dana Desa.

Pakdhe yang mencintai rakyat dan rakyat mencintai beliau pula. Ini bukan isu isapan jempol tetapi hal ini merupakan fakta yang tidak terbantahkan.

Diakui, didalam pro pasti ada kontra. Bahkan sampai kiamat melandapun permasalahan pro dan kontra akan selalu terjadi di dunia fana ini.

Ada cinta dan ada belum cinta. Mungkin sebagian dari mereka yang belum cinta masih belum terbuka mata hatinya untuk melihat cahaya kebenaran. Mana ada, seorang pembesar negara No. 1 yang menyempatkan diri untuk blusukan secara lugas, tangkas dan dadakan hanya untuk bertemu rakyat kecil secara teratur selain Pakdhe.

Beberapa blusukan hebat diantaranya adalah beliau terjun menjumpai rakyat di Kabanjahe ketika erupsi Gunung Sinabung (29/10/2014), beliau secara tegas menginspeksi pelayanan pelabuhan di Tanjung Priok (17/6/2015), memantau kebakaran hutan di Desa Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan tanpa masker (23/9/2015), berdiskusi dengan Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kabupaten Sarolangun (30/10/2015) dan yang tidak kalah luar biasanya Pakdhe berhasil mengajak PM Australia untuk bersama-sama blusukan ke Tanah Abang (12/11/2015).

Pencapaian khas Pakdhe tersebut juga tidak lepas dari keberhasilan beliau membina keluarga dan mendidik anak. Beliau berhasil menumbuhkembangkan pemikiran mandiri dan senang berbagi kepada anak-anak beliau untuk diabdikan kepada rakyat dengan ikhlas, bersahaja dan bersahabat. Sehingga, keluarga Presiden ke-7 ini menjadi harum kewibawaannya di mata rakyat Indonesia.

Kemegahan nama beliau dan keluarga menjadi semakin tidak terbendungi karena tanpa sungkan keluarga Pakdhe mau ambil andil ikut memberikan jasa terbaik mereka kepada rakyat. Hal ini secara fakta terlihat ketika Pakdhe, Ibu Iriana dan anak mereka ikut membagikan paket sembako di Depok tepatnya di Kampung Lio Pancoranmas dan Kemirimuka Beji (1/7/2016).

Citra pemimpin dan keluarga pemimpin yang baik merupakan pencapaian yang sangat strategis apabila citra tersebut mampu menjadi contoh teladan untuk diikuti serta dipedomani oleh rakyat dan keluarga mereka. Paparan karakter kepemimpinan Jokowi dan keluarga yang jauh dari sifat materialistis namun lebih mengarah kepada sifat apa adanya secara langsung maupun tidak telah membuka mata hati rakyat untuk memperoleh objek panutan yang benar.

Mungkin masih terbersit di memori kita, bagaimana mungkin seorang anak presiden beserta istrinya melakukan cek kehamilan dari cucu pertama orang No. 1 di Indonesia tanpa pengawalan bahkan mengantri seperti pasien lain di klinik biasa yang jauh dari nuansa mewah. Wah!, bukan main asuhan Jokowi sehingga anaknya memiliki kepribadian yang anti aji mumpung pada jabatan orang tua.

Bayangkan saja, sebagai anak presiden yang pertama, sebagai menantu presiden dari anak pertama dan sebagai orang tua dari cucu presiden yang pertama memilih untuk menghindari kenyamanan menggunakan akses publik apabila mereka mau menjual sosok dan nama besar sang ayah. Sedih bukan? Jangan bersedih! Namun kita harus berbesar hati dan merasa bangga bahwa kita sebagai rakyat Indonesia memiliki seorang pemimpin yang bersahaja baik diri sendiri maupun keluarga.


Kemudian, bukan hanya berhasil mendidik anak untuk membudayakan mengantri bahkan sang presidenpun memiliki kewibawaan mengantri sebagai pemangku tampuk kepemimpinan di negara yang tercinta ini.

Di hari libur tahun 2017 beberapawa waktu lalu, Jokowi rela mengantri di kedai kopi Tuku di Kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Sontak saja, perilaku merakyat sang presiden membuat operational officer kedai kopi Tuku takjub dan bangga.

Sebagai seorang presiden yang merakyat. Popularitas merakyat beliau ini telah menjadi suatu pencapaian yang membanggakan di mata dunia. Hal ini tidak bisa dikesampingkan sebagai omongan kosong karena media luar telah banyak menerbitkan perbincangan mengenai sosok superior seorang Jokowi.

Salah satu media terbesar di Korea Selatan yaitu Kukmin telah membuat analisis dua tahun kepemimpinan Presiden Jokowi. Kepemimpinan yang merakyat ala Jokowi dianggap berhasil menjalankan kebijakan anti korupsi dan pro dunia usaha.

Tidak hanya itu, kepopuleran Presiden Jokowi dengan kebijakan merakyatnya menjadikan beliau sebagai satu-satunya pemimpin Asia versi Bloomberg selama tahun 2016 yang mendapatkan rapor hijau. Sehubungan dengan masalah keuangan juga, Jokowi berhasil mendapatkan penghargaan Global Islamic Finance Leadserhip Award 2016 dari Global Islamic Finance Awards (GIFA) yang diorganisasi oleh Edbiz Consulting karena jasa beliau dalam mempromosikan keuangan syariah.

Selain itu, satu lagi gerbang pencapaian yang pertama sekali berhasil dibuka oleh kedua tangan Jokowi adalah membuat harga bahan bakar minyak di daerah terpencil di Papua sama dengan di Pulau Jawa. Sebelumnya harga BBM di Papua berkisar dalam rentang Rp. 70.000 hingga Rp. 100.000 tetapi kini harga tersebut menjadi normal yakni Rp. 6.450 atau sama dengan di Pulau Jawa.

Sifat sederhana nan merakyat oleh Presiden Jokowi telah berhasil membuahkan revolusi mental yang bermakna positif kepada rakyat Indonesia. Kesederhanaan beliau yang merakyat mencitrakan kepintaran beliau dalam mengelola hubungan baik dengan rakyat sebagai sahabat, keluarga, adik, kakak dan bukan sebagai bawahan.

Perilaku dan pemikiran Jokowi berjalan selaras, seirama dan berimbang sehingga banyak orang yang tidak mampu mendefinisikan maupun membaca langkah, taktik dan pola dari presiden kita tercinta. Satu lagi, pencapaian dari citra kesederhanaan Jokowi yang menjadi buah manis pencapaian keberhasilan beliau sebagai panutan rakyat yakni menjadikan kemeja lengan panjang berwarna putih layaknya pakaian dinas. Warna putih berarti suci yang menandakan kesucian niat Jokowi untuk mengambil langkah kebijakan pro kerakyatan.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar