Berita Dunia Jitu - Air mancur di Monas akan kembali menari setelah selesai diperbaiki. Air mancur di Monas sendiri sudah rusak sejak tahun 2007. Perbaikan air mancur itu tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta maupun corporate social responsibility (CSR). Dana perbaikan itu berasal dari dana pribadi yang merupakan patungan dari beberapa pihak.
Total sumbangan yang terkumpul kira-kira sebesar Rp. 400 juta dimana 50% diantaranya atau sebesar Rp. 200 juta disumbang oleh mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sementara itu pihak lain yang menyumbang adalah Gubernur DKI saat ini, Djarot Saiful Hidayat, Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas, Sabdo Kristanto, dan musisi Addie MS.
Dijadwalkan pada tanggal 12 Agustus 2017 Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat akan meresmikan air mancur menari tersebut. Air mancur tersebut akan menari dengan diiringi lagu-lagu daerah dan lagu-lagu bertema ke-Indonesia-an pada malam hari. Musisi Addie MS yang juga turut menyumbang dalam biaya perbaikan air mancur menari tersebut akan mengaransemen lagu-lagu daerah yang akan diputar di area itu.
Rencananya, pihak Kantor Pengelola Kawasan (KPK) Monas juga akan memasang lampu di 405 titik kawasan Monas untuk mempercantik kawasan tersebut. (Sumber)
Air mancur menari di kawasan Monas diketahui sudah rusak sejak tahun 2007. Selama hampir sepuluh tahun, di kawasan yang dibangun mulai tahun 1961 tersebut tidak ada atraksi air mancur menari. Barulah pada bulan ini muncul ide untuk memperbaiki air mancur tersebut. Tujuan dari diperbaikinya air mancur di kawasan Monas ini adalah untuk membuat Monas lebih indah sehingga menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke monumen nasional yang didirikan untuk mengenang perlawanan dan perjuangan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaan ini.
Pembiayaan perbaikan air mancur ini tidak menggunakan dana APBD Provinsi DKI Jakarta karena menurut Sabdo Kristanto yang merupakan UPT Monas, jika perbaikan menggunakan dana APBD maka mesti dianggarkan tahun depan. (Sumber)
Selain itu, corporate social responsibility (CSR) pun belum ada yang berminat untuk memperbaiki air mancur tersebut. “Saya sudah capek cari CSR, yang dulu bilang mau menghidupkan saja hanya lihat-lihat lalu kabur. Terus terang saja dulu ada tiga CSR yang lihat disitu,” ucap Sabdo. (Sumber)
Mesti menunggu pencairan APBD hingga tahun depan dan tidak adanya CSR yang berminat untuk memperbaiki, maka dilakukanlah pengumpulan sumbangan. Dan dari beberapa pihak yang menyumbang tersebut, terkumpul kira-kira dana sejumlah Rp. 400 juta.
Dari dana sekitar Rp 400 juta, Ahok menjadi orang yang menyumbang paling besar dimana ia menyumbang sebesar Rp 200 juta. Melihat nominal yang disumbangkan dan niat yang dilakukan Ahok, saya menjadi sedih. Bagaimana mungkin orang yang sudah dipenjara mau menyumbangkan uang pribadinya untuk kepentingan masyarakat banyak?
Mengapa Ahok yang sudah dipenjara, dihina, dikafirkan, bahkan diancam dibunuh masih mau menyumbangkan uang pribadinya untuk memperbaiki air mancur di Monas? Bagaimana mungkin Ahok sepeduli itu kepada warga DKI untuk mendapatkan hiburan ditengah hiruk pikuknya ibukota?
Ketika anggota DPRD DKI Jakarta meminta kenaikan tunjangan, Ahok justru menyumbangkan uang pribadinya untuk kepentingan masyarakat banyak. Disini terlihat dengan jelas perbedaan antara orang yang bekerja untuk rakyat dan juga orang yang bekerja untuk mempertebal kantong sendiri
Percaya atau tidak, cepat atau lambat masyarakat DKI akan merindukan sosok Ahok dan juga saya sangat yakin 58% masyarakat yang tidak memilihnya saat Pilgub pada bulan April lalu akan menyesal dan merasa termakan oleh isu SARA yang pada waktu itu dihembuskan dengan sangat kencang. Tapi apa daya, nasi sudah menjadi bubur dan tidak dapat menjadi nasi goreng atau lontong dan ketupat.
Ahok kok bisa yah masih peduli disaat dirinya sudah divonis bersalah dan hingga kini masih mendekam ditahanan? Ahok kok peduli bener sama masyarakat DKI yang jenuh dan juga butuh hiburan. Beda sama anggota DPRD yang kerjanya cuma diam, duduk, dan pulang ditambah minta naik tunjangan, hehe. Mungkin rumput yang bergoyang juga heran sama Ahok yang sudah dipenjara tapi masih peduli sama warga Jakarta.

Tidak ada komentar:
Write komentar