Rabu, 12 Juli 2017

Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Dengan Mengancam Para Pejabat Ditjen Bea Cukai Untuk Bekerja Secara Optimal

Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani Dengan Mengancam Para Pejabat Ditjen Bea Cukai Untuk Bekerja Secara Optimal

Berita Dunia Jitu - Untuk mengurangi hutang Pemerintah Indonesia yang saat ini berjumlah sekitar Rp 3.600 triliun, diperlukan beberapa langkah strategis. Penerimaan pajak dari masyarakat Indonesia merupakan salah satu langkah yang telah dan akan terus ditempuh oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan. Program Tax Amnesti beberapa bulan yang lalu telah menunjukkan hasil. Walaupun hasil yang diharapkan belum seperti target awal yang dicanangkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Menteri Keuangan Indonesia Ibu Sri Mulyani tetap mengedepankan penerimaan kas Negara dari pajak. Kesadaran dari masyarakat untuk bayar pajak sudah menunjukkan hal yang positif. Dalam data perpajakan hingga Juni 2017 penerimaan Negara Rp 571 triliun atau 38,2 persan dari target. Seandainya target yang diperoleh dari pajak mencapai 100 % adalah Rp 1.495 triliun. Angka yang sangat fantastis untuk mendongkrak pengurangan hutang Negara.

Di dalam mewujudkan penerimaan pajak yang optimal, dilihat perlu membenahi para pekerja yang terlibat di dalam. Pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai adalah salah satu sendi yang merupakan bagian dari penerimaan pajak. Pandangan miring tentang bagaimana kinerja beberapa pejabat Ditjen Bea Cukai yang tidak berani melakukan tindakan yang tegas terhadap importir nakal ternyata benar. Apakah karena ada bekingan dari oknum TNI dan Polri?

Untuk menjawab argumen ini, Menteri Keuangan melakukan dialog dengan mengundang Panglima TNI Gatot Nurmanto dan Kapolri Tito Karnavian. Langkah yang cerdas dengan mengudang aparat Negara untuk memebantu pertumbuhan ekonomi bangsa. Tanggapan positif juga didapatkan dari pertemuan dengan petinggi kedua lembaga aparatur Negara. Selain itu Sri Mulyani juga melakukan langkah dari dalam Kementeriannya.

Hal ini dikemukakan oleh Menteri Keuangan Ibu Sri Mulyani dengan mengancam para pejabat Ditjen Bea Cukai untuk bekerja dengan optimal. Sebuah pernyataan Sri Mulyani yang mengatakan “Mulai detik ini, saya akan mengatakan kalau (pejabat) Ditjen Bea Cukai jawabannya au au, saya akan copot,”. Sebuah pernyataan yang membuat bulu kuduk para pejabat Ditjen Bea Cukai berdiri. Pernyataan yang tegas dan pedas yang sangat dibutuhkan untuk memberikan sebuah dorongan semangat dan keberanian bagi para pejabat Ditjen Bea Cukai.

Selain itu sebuah pernyataan yang lebih mengejutkan dan lebih memekakkan telinga para pejabat Ditjen Bea Cukai, “Kalau perlu kita bawa ke depan lapangan, kita sorakin ramai-ramai, sebelum dipecat,”. Wow…. Yang mendengar pernyataan ini pasti akan geleng-geleng kepala. Seolah-olah akan mengatakan “menyakitkan”.


Tindakan serius dan optimisme sangat diperlukan untuk memperbaiki neraca keuangan Indonesia saat ini. Hutang Negara yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 3.600 triliun bukan lagi menjadi problem ekonomi bangsa, tetapi sudah merambah ke dunia politik. Pertanyaan yang sering dimunculkan untuk meminta pertanggungjawaban pemerintah akan hal ini adalah “Apakah keuangan Indonesia masih aman?” yang terus disampaikan oleh lawan politik Pak Joko Widodo.

Perlu digarisbawahi bahwa uang yang digunakan pemerintah selama masa pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo, kelihatan hasilnya. Banyak pembangunan infrastuktur di berbagai provinsi. Pembangunan jalan tol baik di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Papua pasti sangat membutuhkan dana yang besar.

Langkah untuk memperbaiki kinerja Ditjen Bea Cukai telah dilakukan oleh Ibu Sri Mulyani. Hasil yang diharapkan dari pernyataan ini mungkin belum bisa kita lihat hasilnya saat ini. Tetapi perlu diapresiasi ketegasan dan keberanian yang telah dilakukan oleh Sri Mulyani. Tindakan ini juga dilatarbelakangi oleh pertemuan Sri Mulayani dengan beberapa lembaga bersama dengan TNI dan Polri.

Bahkan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmanto memberi dukungan untuk melakukan tindakan strategis untuk mengoptimalkan penerimaan Negara. Bisa dicermati bahwa Panglima TNI Gatot Nurmanto juga akan membeking Kementerian Keuangan, apabila ada oknum TNI yang membantu imfortir nakal.

Dukungan penuh juga datang dari Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian. Dalam hal ini, Pak Tito juga secara tersirat menyampaikan akan membantu Kementerian Keuangan di dalam melaksanakan penertiban para importir nakal.

Langkah-langkah strategis yang telah dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui Sri Mulyani sangat mengharapkan dukungan dari setiap masyarakat Indonesia. Pajak yang kita bayarkan sudah dibuktikan oleh ibu Sri Mulyani tepat sasaran.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar