Jumat, 14 Juli 2017

Mahasiswa Sekarang Berjuang Bersama Untuk Kemajuan Indonesia Atau Menjual ?

Mahasiswa Sekarang Berjuang Bersama Untuk Kemajuan Indonesia Atau Menjual ?

Berita Dunia Jitu - Geram saya, jujur saja, mendengar “mereka’ mulai menggerogoti Menteri terbaiknya Pak Jokowi. Sepertinya mereka ini punya daftar calon bidikan yang harus ditumbangkan.

Saya yang rakyat biasa saja bisa memetakan siapa-siapa orang-orang bagus dilingkaran Jokowi yang menjadi sasaran utama mereka untuk dijatuhkan agar Indonesia ini tidak pernah berubah dan kekayaan negara yang berpuluh tahun dihisap olek kartel-kartel siluman ini tidak pernah berpindah pada rakyat, pihak yang lebih berhak.

Dari pandangan saya, ini daftar sasaran bidikan mereka :

1. Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok
2.Susi Pudjiastuti
3.Sri Mulyani
4.Basuki Hadimulyono
5.Ignasius Jonan’

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, seperti kita tahu adalah orang terdekat dan terkuat Jokowi yang mampu meluruskan dan membersihkan Jakarta sebagai Ibu Kota negara sekaligus sebagai miniatur Indonesia. Semua program yang Ahok implementasikan di Jakarta dan berhasil, maka lambat laun dalam kurun waktu kurang dari lima tahun akan juga diadopsi oleh provinsi lain di seluruh Indonesia.

Bayangkan kalau 33 provinsi di Indonesia menggunakan sistem E-Budgeting seperti DKI Jakarta, siapa yang akan berteriak dan kejang-kejang? Kemudian sistem CSR dari perusahaan-perusahaan raksasa yang berdomisili di Jakarta yang Ahok palak  guna membangun RPTRA atau rusunawa-rusunawa juga dilakukan oleh provinsi lain dan dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur daerahnya, berapa banyak penghematan uang negara yang bisa dilakukan? Sekarang ini CSR perusahaan yang ada di Jawa Barat misalnya, lari kemana? ke fasilitas rakyat kah? digunakan untuk membersih sungai Cikapundung kah? kemana?

Jakarta adalah pintu gerbang Indonesia  untuk berubah dan maju. Semuanya harus diawali dari ibu kota negara. Dan untuk menggoncang Ahok, mereka menyewa PPM atau Pengusaha Pengerah Massa sebanyak 7 juta dengan dalih agama. Okey, kita akui, mereka menang.

Ternyata, Walaupun Ahok berhasil dilengserkan, ini tidak mengurangi gebrakan Jokowi untuk terus membangun Indonesia. Memperbaiki tingkat kestabilan nasional baik dari sisi ekonomi maupun keamanan. Apalagi posisi Ahok yang Gubernur memang tidak bisa ditahan oleh Jokowi. Lengsernya Ahok, sama sekali tidak mempengaruhi kinerja Jokowi.

Puyeng rek! Karena itu serangan kedua pun dilancarkan!!

Program dan janji Jokowi yang tidak akan lagi memunggungi laut Indonesia adalah satu dari program yang sangat diharapkan menjadi sumber pendapatan keuangan negara. Menemukan Susi Pudjiastuti sebagai orang yang paling tepat untuk pekerjaan yang maha berat ini, bukanlah hal yang mudah bagi Jokowi.

Ingat, untuk posisi Menteri Kelautan dan Perikanan, Jokowi benar-benar mencari orang GILA. Dan alasan Susi Pudjiastuti menerima tawaran Jokowi adalah PERUBahan yang akan Jokowi lakukan atas Indonesia. Jokowi dan Susi sama kuatnya seperti Jokowi dan Ahok. Itu sebabnya mereka menggoyang Susi setelah berhasil menggoyang Ahok.

Bertahun-tahun rakyat tidak pernah tahu KEKAYAAN APA YANG TERKANDUNG DI DALAM LAUT INDONESIA. Bahkan Kementerian Kelautan dan Perikanan saja tidak ada. Berpuluh tahun, laut Indonesia menjadi surga dunia bagi pemilik kapal besar dengan cantrang atau pelaku transhipment. Ikan laut dipantai lepas dijual bak timun yang dipetik dari landang milik sendiri. Mereka memonopoli kegiatan menangkap ikan dan menjadikan nelayan sebagai buruh mereka. Tidak heran kalau nelayan demo untuk membela majikan mereka.

Susi sudah tahu kok seperti yang dia ungkap pada wawancaranya dengan Don Bosco Salamun bahwa pemilik cantrang itu para pejabat dari berbagai kalangan, ada yang mantan menteri, anggota DPR dan para elit politik lainnya. Jadi, demo kemaren itu adlaah demo para nelayan membela para majikan. Karena mungkin si majikan mengancam, kalau cantrang terus dilarang, mereka semua akan kehilangan pekerjaan!


Coba saja minta polisi menelaah, berapa nelayan yang benar-benar nelayan yang mendemo Susi? Apakah mereka juga akan mendatangkan 7 juta nelayan dari seluruh Indonesia untuk mendemo Susi seperti mereka mendemo Ahok? Bagaimana kalau kita interogasi secara random pendemo dan buktikan bahwa mereka benar-benar nelayan?

Apa bedanya modus demo nelayan ini dengan modus demo bela agama? sama kan? Pertama, mereka minta lengserkan Susi, seperti mereka minta mengadili Ahok. Lalu kalau tidak diikuti kemauannya, mereka akan menuntut lengserkan Jokowi seperti mereka mengancam Jokowi kalau sampai Ahok tidak di adili.

Saya ingin tahu saja, apakah kalau Jokowi tidak menggubris tuntutan mereka, para nelatan ini akan menggaungkan revolusi membela ikan seperti mereka dengan aksi bela agama Islam?

Ketika kaum Islam radikal berulah dan membuat onar, GP Ansor yang menangkal mereka, Karena isu agama tidak bisa ditangkal oleh kekuatan senjata atau mereka akan tertawa senang karena itu yang mereka harapkan untuk dengan mudah menghasut rakyat dengan mendokrin pemerintah sekarang sudah anti Islam.

Lalu siapa yang bisa berhadapan dengan para nelayan? Tidak ada! Tidak ada yang bisa menghadapi nelayan, Tapi Mahasiswa bisa bergerak memperingatkan para pecundang yang berdiri dibelakang para nelayan.

Jokowi adalah media bagi rakyat Indonesia untuk merubah nasib masa depan Bangsa dan negara. Mereka yang mengatakan macam-macam tentang Jokowi adalah bagian dari para mafia.

Akankah kita melewatkan kesempatan yang Tuhan berikan untuk menjadi bangsa yang diperhitungkan dunia seperti kita melihat Jokowi di KTT G-20 atau kembali seperti masa lalu ketika kita hanya cukup memikirkan diri sendiri?

Para Mahasiswa, apakah mereka mau berjuang demi kemajuan Indonesia? Atau Mahasiswa sekarang mulai menjual rasa kebangsaan dan masa depan mereka pada para pecundang kaya raya?

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar