Minggu, 16 Juli 2017

Anies vs Sandi dan Tim Sinkronisasi Tidak Sinkron Soal Hunian DP 0

Anies vs Sandi dan Tim Sinkronisasi Tidak Sinkron Soal Hunian DP 0

Berita Dunia Jitu - Isu hunian DP 0 sebagai wujud janji Gubernur Terpilih yaitu Anies kembali menjadi ramai di media. Kali ini justru semakin terlihat perbedaan antara keduanya yaitu Anies vs Sandi dan Tim Sinkronisasi soal program hunian DP 0 ini yaitu soal besaran penghasilan dan skema pembiayaan. Bagi Anies, dia mengatakan bahwa program ini sudah ada di website Jakarta Maju Bersama, jadi kalau mengacu ke website itu maka program hunian ini diperuntukkan bagi yang berpenghasilan sekitar 7 juta rupiah ke bawah. Sementara Sandi yang menurut penulis realistis, mengatakan bahwa program ini diperuntukkan bagi yang berpenghasilan Rp 7 juta – 10 juta. Sedangkan untuk skema pembiayaan, bagi Anies sudah ada di website juga sedangkan Sandi lagi-lagi mengatakan bahwa skema pembiayaannya masih digodok, belum final. Bingung kan?

Jawaban Anies lebih konyol karena ketika beliau mencoba merespon soal program hunian DP 0 yang saat ini trend di media, beliau tidak bisa menjawab langsung atau menjawab dengan lugas. Beliau mengatakan bahwa lihat saja di website majubersama.com. Nampak beliau sendiri rupanya lupa atau tidak hafal jumlah penghasilan yang dicantumkan di websitenya untuk warga peserta program hunian DP 0.

Dengan gaya seorang cendekiawan atau intelektual yang kuat di data maka beliau minta untuk cek langsung di website karena ada datanya yang lengkap di sana. Data sih data tapi kalau tidak di-update atau tidak realistis ya data itu hanya data-dataan doang. Penulis sudah mencoba cari tapi tidak ketemu.  Entahkah dia bingung atau saking banyaknya janji yang terlampau bombastis akhirnya jadi minta warga cek di website Jakarta Maju Bersama seperti dilansir situs berita Detik.

Ternyata duet Anies Sandi ini belum menjabat saja sudah terlihat perbedaan dalam kebijakan atau program yang hendak mereka susun yang katanya untuk membahagiakan warga Jakarta. Perbedaan atau gapnya jelas mencolok dari keduanya dalam merealisasikan program ini. Sang Anies begitu yakinnya tapi si Sandi berbeda dengan partnernya, masih mencoba lebih realistis dan mencoba menggodok secara matang terlebih dahulu ketimbang langsung mengumbar di media dan ke publik.

Anies juga mendorong warga untuk melihat skema-skema penghasilan yang menurutnya ada di Jakarta Maju Bersama. Sekarang kita dengar apa kata Sandi? Sandiaga Uno secara lugas malah mengaku belum menentukan skema final untuk program rumah dengan DP Rp 0. Sandiaga berjanji segera mengumumkan skema programnya itu saat menjabat nanti seperti dilansir Detik.com.

Sandiaga dengan jujur mengakui baru akan mengumumkan skema finalnya saat sudah menjabat jadi sekitar bulan Oktober. Sandi sendiri  mengatakan pihaknya bersama Tim Sinkronisasi masih mensinkronkan serta merumuskan skema final pembiayaan untuk program rumah tersebut. Langkah yang ditempuh Sandi ini jelas lebih bijak dan elegan daripada yang diutarakan Anies.


Saya justru melihat Sandi dengan latar belakang seorang pengusaha jauh lebih berpikir realistis sehingga dia akhirnya mengambil angka penghasilan yang di atas dari yang dipatok oleh Anies. Realistisnya karena angka Rp 7 juta itu pasti sudah dikalkulasi oleh Sandi tidak akan mencukupi untuk membayar cicilan program hunian DP 0. Sedangkan bagi Anies, dia tetap kembali pada angka yang semula yang tercantum di website.

Anies sebagai seorang yang backgroundnya adalah mengambil Master dalam kebijakan publik sangat ideal dalam program rumah yang dia tawarkan. Sayangnya Anies tidak melihat dalam realita bahwa dengan besaran jumlah penghasilan hanya sekitar Rp 7 juta tidak akan cukup untuk seseorang memiliki hunian di Jakarta. Ide yang brilian tapi sayang tidak mengukur atau mengkalkulasi secara terukur jumlah penghasilan yang seharusnya dimiliki sebelum mendapatkan program hunian impian dari Anies ini.

Belum menjabat saja, kedua kandidat pemimpin DKI Jakarta ini sudah sangat berbeda bagaimana nanti pada saat keduanya resmi menjabat. Dari awal sudah kelihatan Anies hanyalah konseptor doang dan pada akhirnya orang lain dalam hal ini Sandi bersama Tim Sinkronisasi yang pontang-panting untuk mencari cara serta skema yang realistis guna mewujudkan program-program impian Anies.

Sayang sekali Anies dengan tekad dan ambisi membumbung untuk membuat maju kotanya dan bahagia warganya mulai  mem-PHP para warga Jakarta. Warga Jakarta mulai kecewa bukannya bahagia karena Anies lebih dikenal dengan janji-janjinya yang manis tapi hanya manis di bibirnya saja. Dan akhirnya janji-janji tinggal janji karena berhadapan dengan realita di Jakarta yang keras dan tidak mudah, Bung Anies. Jadi gimana Pak Anies, janji program Anda mulai berubah, bergeser nih, hm jangan sampai warga disuruh cek website dong. Wujudkan mimpimu Pak Anies.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar