Selasa, 11 Juli 2017

Kali ini Dosen Lebih Maju Selangkah Daripada Mahasiswa Dalam Membela KPK

Kali ini Dosen Lebih Maju Selangkah Daripada Mahasiswa Dalam Membela KPK

Berita Dunia Jitu - Kedua, lanjut Sigit, UGM akan memantau dengan cermat perkembangan proses di Pansus Angket KPK dan akan menganalisis substansinya. Analisis dilakukan dengan meminta pendapat ahli dari UGM sampai dengan 16 Juli 2017

“Ketiga, bebarengan dengan momentum pencarian dukungan untuk penolakan Pansus Angket KPK serta komitmen keberpihakan UGM terhadap gerakan ant korupsi,” ulas Sigit yang juga merupakan dosen FH UGM.

Untuk itu civitas akademika UGM, kata Sigit, bermaksud meneguhkan kembali komitmen tersebut dengan deklarasi untuk gerakan UGM berintegritas yang akan dilakukan pada 17 Juli 2017. (Sumber)

Mudah-mudahan dukungan dari UGM ini bisa menjadi spirit baru bagi publik yang sudah sangat gerah melihat dan mengamati manuver-manuver yang dilakukan DPR. Semua elemen harus bersinergi membela eksistensi KPK. Semoga muncul dukungan dari kampus-kampus maupun kelompok lain untuk menyelamatkan KPK.

Sudah saatnya para mahasiswa yang tersebar di berbagai kampus di seluruh Indonesia juga menyuarakan aspirasi publik. Sangat mengherankan rasanya sampai sekarang belum ada tanda-tanda para mahasiswa mulai berkonsolidasi untuk menyatakan sikap. Apakah bagi para mahasiswa institusi KPK tak penting untuk dibela?

Jika kita flashback ke belakang, manuver-manuver DPR memang makin menjadi-jadi. Beberapa hari lalu Pansus menemui para napi koruptor di Lapas Sukamiskin Bandung. Keberangkatan Pansus ke Lapas Sukamiskin dipimpin langsung Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunanjar Sudarsa. Sebenarnya hal ini sangat menggemaskan, cari data kok sama alumni koruptor. (Baca: Tak Peduli Cibiran Publik, Pansus Angket KPK Datangi Alumni Koruptor )

Biasanya di negeri ini setiap ada isu krusial yang berhubungan dengan pembelaan hak-hak publik, para mahasiswa selalu tampil sebagai garda terdepan. Cara-cara kreatif dalam menyampaikan aspirasi yang dilakukan terkadang membuat para aparat kelabakan.

Namun entah kenapa dalam membela KPK yang sedang berseteru dengan DPR khususnya Pansus Angket KPK, para mahasiswa nyaris tak terdengar gaungnya. Padahal perseteruan antara KPK dan DPR ini bukanlah hal yang main-main. Jika KPK dilemahkan, maka korupsi di Republik ini akan semakin subur dan tak terkendali.


Bukan mahasiswa, melainkan para dosenlah yang merasa terpanggil untuk memberikan dukungan kepada KPK yang makin hari kian diobok-obok oleh orang-orang di DPR. Dukungan ini diawali dari kota Jogja tepatnya oleh pada dosen Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam pernyataan sikap itu, mereka menolak Pansus Angket KPK.

“Pertama, bahwa saat ini sedang dilakukan konsolidasi dukungan dari dosen-dosen UGM untuk penolakan Pansus Angket KPK, dan sudah ada sekitar 400-an suara yang terdata untuk dukungan penolakan tersebut,” ujar Koordinator gerakan, Prof Dr Sigit Riyanto SH LLM di Balairung UGM, Senin (10/7/2017).

Proses mengumpulkan dukungan hingga saat ini masih berlangsung. Ditargetkan akan ada 1.000 dosen yang akan menandatangani pernyataan sikap ini dan akan dirilis pada 17 Juli 2017.

“Bersamaan dengan deklarasi gerakan UGM berintegritas,” imbuhnya.

KPK adalah lembaga yang baik namun DPR ingin mencitrakan mereka sebagai lembaga yang zalim terhadap para koruptor. Tanpa ada sikap yang tegas mewakili publik maka DPR terus akan memborbardir KPK melalui Pansus.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar