Senin, 24 Juli 2017

Jokowi, Jack Ma dan Visi Mereka

Jokowi, Jack Ma dan Visi Mereka

Berita Dunia Jitu - Siapa tidak kenal Jack Ma, pendiri Ali Baba, perusahaan yang berbasis internet atau e-commerce di China. Jack Ma yang berasal dari keluarga miskin kini menjadi orang terkaya kedua di China. Kesuksesan membawanya berkenalan dengan tokoh – tokoh internasional seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Leonardo De Caprio, Bono dan berbagai kepala negara, termasuk Presiden Jokowi.

Dalam salah satu pidatonya di sebuah acara Clinton Global Initiative yang digagas oleh mantan Presiden Amerika, Bill Clinton, Jack Ma bercerita tentang seorang warga China di pedesaan yang miskin ingin menyuguhkan kakeknya makanan Eropa pada saat ulang tahun kakeknya yang ke-92. Kakeknya belum pernah merasakan masakan Eropa seumur hidupnya dan ini merupakan kerinduan si kakek. Sang cucu memesannya melalui internet dan dalam waktu 72 jam spaghetti beserta beef steak pun tiba di rumah mereka.

Tidak sampai disitu, ternyata sebelumnya hasil panen apel di desa itu banyak yang membusuk karena sepi pembeli. Namun sejak adanya internet mereka bisa mendapatkan banyak pembeli. Efeknya adalah taraf hidup penduduk desa itu meningkat.

Jual beli melalui internet tentu bukan soal beli kuota internet saja. Kalau susah dijangkau oleh transportasi harga bisa selangit. China sudah membangun 280.000 km jalan tol. Indonesia selama 40 tahun baru punya 780 km.

Di era Jokowi dalam 3 tahun saja pembangunan jalan tol sudah mencapai 568 km. Jika ditotal dengan jalan nasional maka sudah terbangun sepanjang 2528 km yang selesai akhir 2017. Hingga 2019 juga dibangun sebanyak 10.500 jembatan dan 15 bandara baru, belum termasuk penguatan jalan dan jembatan yang sudah ada serta pembangunan pelabuhan – pelabuhan baru. Ini akan memangkas biaya dan waktu dalam pengiriman. Karena saya pernah bekerja di operasional jasa pengiriman barang via darat, laut dan udara jadi saya mengerti betapa pentingnya ini.

Walau saat ini Pemerintah melakukan pembangunan infrastruktur terbesar sepanjang sejarah Indonesia tetapi ada saja yang nyinyir tentang pembangunan jalan tol ini. Ada yang bilang kenapa bayar tol kalau memang untuk rakyat. Bodoh memang. Bingung mau menjelaskan kepada manusia seperti itu. Begitupun masih di-share oleh teman saya yang berpendidikan tinggi dan posisi yang baik di perusahaan multi nasional. Entah sama bodohnya atau sama piciknya.

Sudahlah, manusia seperti itu memancing orang bikin dosa saja.

Saya berkecimpung di marketing on line selama 6 tahun. Saya berhenti sejenak karena persaingan harga yang semakin sulit. Persaingan harga yang sengit terjadi karena penetrasi penjualan terfokus ke lokasi yang itu – itu saja walaupun saya sudah mengirim mulai dari Aceh hingga Raja Ampat. Konsumen terbanyak adalah Sumatera & Jawa. Untuk daerah terpencil yang jadi kendala adalah ongkos kirim, apalagi kalau volumenya besar.

Presiden Jokowi punya visi yang jauh ke depan. Itu sebabnya beliau selalu mengingatkan agar kita mengantisipasi perubahan dunia internasional yang sangat cepat. Saya yakin beliau gemas melihat ketertinggalan infrastruktur negeri ini. Ribuan triliun digelontorkan untuk pembangunan infrastruktur. Jalan tol, jalan nasional, pelabuhan dan bandar udara serentak dibangun di pelbagai daerah. Jalur transportasi itu ibarat pembuluh darah, kalau sumbat bisa stroke.

Ada yang ribut Pemerintahan Jokowi nambah banyak hutang. Ini lagi. Dulu kita ngutang banyak tapi mangkrak banyak. Yang penting kemampuan kita bayar dan untuk apa hutangnya. Kalau buat ngelap air liur mulut – mulut yang nyinyir waktu buka karet nasi bungkus, itu baru namanya pemborosan.

Indonesia punya banyak sekali produk yang bisa dijual baik dalam maupun luar negeri. Saya sudah banyak bertemu pengusaha – pengusaha home industry, terutama seputaran Jakarta dan Bandung, karena saya memang mencari apa saja yang bisa dijual. Ingin rasanya mengunjungi pengrajin – pengrajin di Yogyakarta, Tanggul Angin, Mojokerto dan daerah lain di luar Jawa. Tapi keterbatasan dana belum memungkinkan saat ini.


Selain pembangunan infrastruktur yang dikebut, Presiden Jokowi juga menggenjot pembangunan di desa – desa agar kemampuan produksi dari daerah – daerah ini ‘layak tanding’. Tahun 2017 dana desa ditingkatkan menjadi 60 triliun dari sebelumnya tahun 2016 sebesar 47 triliun dan pemerintah mengupayakan di tahun 2018 menjadi 120 triliun. Saat ini sudah 74.954 desa yang menerimanya. Luar biasa!

Perekonomian China tidak mungkin terus naik, akan tiba waktunya turun kembali. Pemerintah China selama puluhan tahun berorientasi ekspor. China sudah seperti dapur dunia selama ini. Ini berdampak buruk bagi lingkungannya karena membangun industri dimana-mana. Polusi air dan udara mencapai titik kritis. Saat inipun China sudah kelebihan produksi. Yang tadinya pegawai belakangan jadi boss dan memproduksi barang yang sama.

Menurut Jack Ma, kelemahan perdagangan China saat ini adalah pasar domestik yang lemah. Berbeda dengan kita yang doyan belanja.
Kebiasaan rakyat China yang kuat menabung membuat mereka tidak ingin membeli barang buatannya sendiri.

Dalam kurun waktu 10-30 tahun mendatang rakyat kelas menengah China yang akan berjumlah 500 juta orang akan mulai mengimport. Mereka punya uang di hari tuanya karena kebiasaan menabung dan produksi mulai menurun karena mereka menginvestasikan uangnya di bidang lain dan akibat dampak lingkungan yang buruk.
Disaat itulah negara-negara lain berlomba mengekspor ke China.

Dari semua wilayah China yang begitu luas dan penduduknya yang berjumlah 1,5 miliar saat ini daerah yang layak tanam hanya 11%, itupun terbagi musimnya. Bisa kita bayangkan kebutuhan mereka akan pangan. Dan kita punya 17.000 pulau yang semua layak tanam sepanjang tahun. Jangan lupa hasil laut kita, yang luasnya 2/3 dari negeri ini. Kenapa banyak yang miskin? Jangan tanya saya, tanya yang dulu – dulu. Makanya saya senang sekali dengan Presiden yang sekarang.

Ketertinggalan kita sudah terlalu banyak. Tapi karena kita negara besar yang punya kemampuan besar, menggeliat sedikit saja dunia sudah terkejut. Jokowi baru 3 tahun jadi Presiden tapi pembangunan sudah luar biasa.

Doa saya semoga Jokowi bisa memimpin negeri ini 2 periode, sampai kebiasaan – kebiasaan baik yang ditularkan beliau selama ini benar-benar melekat, hingga suatu hari korupsi itu menjadi hal yang tabu dilakukan bahkan dibicarakan dan kebiasaan mempersulit masyarakat itu menjadi hal yang aneh bagi kita semua

Pembangunan infrastruktur di atas hanya yang berkaitan dengan transportasi, tidak termasuk pembangunan lainnya seperti pertanian, 37 bendungan serta ribuan hektar drainase untuk akses air bersih dan sanitasi dan banyak lagi. Terlalu banyak bila dijabarkan di sini.

Yang benci Jokowi jujur sajalah, paling tidak pada diri sendiri.
Pembangunan negeri kita saat ini memang luar biasa kan?

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar