Rabu, 05 Juli 2017
Happy Birthday 55th Pak Djarot
Berita Dunia Jitu - Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, MS, hari ini berulang tahun yang ke 55. Beliau lahir di Magelang, Jawa Tengah, 6 Juli 1962. Beliau adalah Gubernur DKI Jakarta yang menjabat sejak 15 Juni 2017. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta sejak 9 Mei 2017 menggantikan Basuki Tjahaja Purnama.
Djarot adalah politisi PDI Perjuangan yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI periode 2014-2019. Selain itu, Djarot juga pernah menjabat sebagai Wali Kota Blitar sejak 3 Mei 2000 hingga 3 Agustus 2010, anggota DPRD Jawa Timur sejak 1999 hingga 2000 dan Wakil Gubernur DKI Jakarta sejak 17 Desember 2014 hingga 9 Mei 2017.
Sebelum berkecimpung sebagai aktivis politik, Djarot Saiful Hidayat memiliki mata pencaharian utama sebagai dosen di Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya. Tidak hanya sebagai dosen, ia juga merangkap tugas sebagai Pembantu Rektor I di Universitas tersebut pada tahun 1997 hingga 1999.
Atas kontribusi positif yang telah ia buat sebagai seorang Wali Kota Blitar, Djarot mendapatkan penghargaan sebagai berikut:
Penghargaan Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (2008)
Penghargaan Terbaik Citizen’s Charter Bidang Kesehatan, Anugerah Adipura (2006, 2007, dan 2008)
Otonomi Award dari Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).
Penghargaan atas terobosan inovasi daerah se-Provinsi Jawa Timur di dalam pembangunan daerahnya (30 April 2008)
Penghargaan Upakarti (2007)
Peringkat Pertama dalam penerapan E-Government di Jawa Timur (22 Maret 2010)
Saat menjadi Wakil Gubernur DKI, perjuangan Djarot mendampingi Ahokpun tidaklah mudah. Caci maki, hujatan dan hinaan juga didapatnya. Namun sosok Djarot yang kalem dan selalu tersenyum sudah memberi warna tersendiri. Warna yang berbeda dengan yang Ahok punya. Ahok dan Djarot memang saling melengkapi. Sifat mereka yang bertolak belakang justru menyatukan mereka menjadi tim yang solid.
Sayangnya kolaborasi dua makhluk manis ini harus terhenti akibat peluru kebencian tiada henti yang ditembakkan dengan gencar oleh orang-orang yang suka memainkan isu SARA dengan mengatasnamakan Tuhan dan agama dengan tidak pada tempatnya.
Ahok – Djarot memang tumbang. It’s oke. Never mind. Karena Jakarta itu sendirilah yang harus menanggung konsekuensinya nanti. Rasakan nikmatnya cinta. Demikianlah bahasa gaulnya.
Semoga kemajuan yang sudah dicapai dimasa jabatan Ahok – Djarot bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi oleh penerusnya sekalipun sejujurnya aku secara pribadi sama sekali tak yakin itu semua bisa terjadi. Mengingat selama kampanye Pilkada DKI yang lalu, pasangan Anies – Sandi sama sekali tidak pernah berani adu program. Tragisnya, janji-janji manis yang Anies – Sandi ucapkan sendiri saat kampanye lalu satu persatu mulai mereka ingkari sendiri sebelum mereka menjabat. Wakakakaka………. Jakarta oh Jakarta. Doa terbaik untukmu. Amin.
Persahabatan Ahok – Djarot juga sudah menjadi berkat tersendiri buat kita semua. Terutama saat Ahok dituduh dan akhirnya harus dihukum karena kasus penodaan agama. Djarot terlihat selalu setia mendampingi Ahok. Begitu juga Dra. Hj. Happy Farida, istri Djarot selalu berusaha menguatkan dan membesarkan hati Bu Vero, istri Ahok.
Djarotpun terlihat menangis saat memimpin konser damai dan aksi simpatik untuk Ahok yang dituntut 2 tahun penjara, bersama musisi Addie MS di Balai Kota DKI, Rabu, 10 Mei 2017. Konser itu sendiri dihadiri oleh seribu orang lebih para pendukung Ahok.
Yang dilakukan Bu Happy pun tak kalah menyentuh. Saat Ahok genap 1 bulan mendekam dipenjara, Bu Happy memposting foto dan tulisan di Instagramnya. Postingan Bu Happy ditujukan untuk memberi support kepada Bu Vero.
Tertulis disana
“Sahabat sejati selalu punya cara untuk saling mengerti dan saling memberi semangat.”
“Tidak perlu banyak kata untuk mendeskripsikan sosok perempuan disamping saya, karena dalam doa kami terus saling berdampingan. #VeroHappy,”
Dan akhirnya aku memang bisa menemukan persahabatan indah yang terjalin antara keluarga Pak Ahok dengan keluarga Pak Djarot. Persahabatan yang mengharukan karena sudah terbukti saling support dalam suka dan duka.
Jika selama ini Ahok identik dengan julukan Nemo. Maka, Djarotlah Dory-nya, sekalipun Djarot tidak pikun seperti Dory. Namun makna persahabatan yang indah dan mengharukan bisa kita ambil dari kisah ikan-ikan cantik bernama Nemo dan Dory ini.
Ahok dan Djarot yang memiliki banyak “perbedaan”, baik itu perbedaan suku, agama, ras dan golongan, ternyata mampu bersanding dan bekerja sama dengan baik memajukan Jakarta. Keduanya bisa bersinergi dan menjadi tim yang solid saling melengkapi satu sama lain.
Ahok dengan ketegasan dan gaya bicara ceplas ceplosnya sangat klop dengan ketenangan dan kelembutan Djarot. Aku benar-benar merindukan kolaborasi mereka berdua. Entah kapan bisa terjadi lagi akupun tak tahu. Yang aku tahu, Pak Djarot sudah banyak memberi teladan baik untuk kita semua. Seperti aku menyayangi Ahok dan keluarganya, seperti itu jugalah aku menyayangi Pak Djarot sekeluarga.
Akhirnya…………….
Selamat ulang tahun yang ke-55 Pak Djarot. Panjang umur, sehat dan bahagialah selalu bersama keluarga. Tuhan memberkatimu dengan hikmat dan kemampuan untuk menyelesaikan semua tugas-tugasmu pada Ibu Pertiwi. Amin.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Write komentar