Sabtu, 22 Juli 2017

Di Bohongi Beras “Maknyuss”

Di Bohongi Beras “Maknyuss”

Berita Dunia Jitu - Pasti kita pernah jumpai beras ‘Maknyuss” di berbagai supermarket atau gerai ritel modern.    Jenis beras ‘Maknyuss’ adalah beras IR 64.    Beras pulen berkualitas tinggi banyak disukai oleh masyarakat perkotaan.   Tidak seperti beras lainnya yang memakai pewangi, pemutih dan pengawet.   Untuk mencapai kualitas beras ‘Maknyuss’, haruslah melalui proses dengan teknologi modern dan canggih sehingga beras ‘Maknyuss’ berkualitas dan bebas dari 3P (Pewangi,Pemutih , Pengawet).

 Karena kualitas beras ‘Maknyuss’ sangat super bagus, harganya jadi mahal.    Satu kemasan 5 kilogram beras ‘Maknyuss’ sekarang Rp 97.000.   Berarti satu kilogram beras ‘Maknyuss’ Rp 19.400.    Sedangkan beras pada umumnya Rp 7.000-10.000 per kilogram untuk kualitas medium ( kualitas menengah ).  Begitu selesai masak beras ‘Maknyuss’, terhirup lah wangi khas beras. Nasinya pulen dan putih bersih.   Bebas dari koral (bebatuan kecil) yang bisa-bisa merontokkan gigi.

Wajar loh, harga beras ‘Maknyuss’muuuuahal.    Memang sebanding dengan kualitas dan kebersihan beras.

Kami suka makan nasi dari beras ‘Maknyuss’.    Cuma sekali-sekali karena kami bukan orang kaya .    Kami sudah bersyukur bisa makan dengan kualitas medium ( kualitas menengah ) , dibawah kualitas ‘Maknyuss’.

PT Indo Beras Unggul ,produsen beras cap ‘ayam Jago’ dan ‘Maknyuss’.    Bertempat di Jalan Rengas KM 60, Bekasi , Jawa Barat.

Kami barusan baca dan dikagetkan oleh berita seputar beras “Maknyuss”. Berita bisa dibaca di https://m.detik.com/news/berita/d-3568790/ini-gudang-yang-simpan-1161-ton-beras-maknyuss-dan-ayam-jago
Dan kami merasa dibohongi beras “Maknyuss”.

Ternyata ada kecurangan dalam perdagangan beras ‘Maknyuss’.    Kecurangan dilakukan PT Indo Beras melalui anak usahanya, PT Tiga Pilar Sejahtera.    Kecurangan tersebut terletak pada pengemasan beras IR64 dengan label ‘Ayam Jago’ dan ‘Maknyuss’.



Baru diketahui setelah melalui pemeriksaan oleh Satgas Pangan.   Hasilnya tidak sesuai dengan label kandungan gizi yang tercantum di belakang kemasan.    Beras IR 64 dalam kemasan seharusnya berkualitas premium atau tinggi , ternyata cuma berkualitas medium / menengah di bawah premium .

Atas dasar hasil pemeriksaan tersebut, penggerebekan gudang penyimpanan beras dipimpin langsung oleh Kapolri Jendral Tito Karniavan.    Dalam penggerebekan itu, terlihat juga ada Menteri Pertanian , Amiran Sulaiman dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha , Syarkawi Rauf.    Gudang penyimpanan beras berlokasi di Kedungwaringin, Bekasi , Jawa Barat.  Di situlah diduga menampung beras subsidi berkualitas medium (kira-kira) Rp. 9.000/kilogram dan mengemas beras subsidi dalam kantong bertuliskan beras kualitas tinggi/premium.

Namanya penipuan yang sangat disengaja untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.    Barang bukti yang diperoleh dalam penggerebekan adalah 1.161 ton beras subsidi.    Karena beras medium Rp. 9.000 dijual dengan harga Rp. 20.000 berarti keuntungan Rp 11.000/kilogram.    Maka marillah kita berhitung bersama , 1.161 ton = 1.161.000 kilogram.    Keuntungan yang diperoleh apabila barang bukti beras 1.161 ton berhasil dijual adalah 1.161.000 kilogram x Rp. 11.000 = Rp 12.771.000.000.   Terbilang : dua belas milyar tujuh ratus tujuh puluh satu juta rupiah.

Eudan, Rp 12 milyar lebih diperoleh.    Ditambah lagi dari beras yang keburu sudah didistribusikan kemana-mana.   Kapolri Jendral Tito Karniavan menduga , kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah.

Apalagi menurut ketetapan Menteri Perdagangan adalah Harga Eceran Tertinggi (HET) beras Rp. 9.000.   Artinya di seluruh Indonesia tidak dibenarkan kalau  harga beras di atas Rp. 9.000.    Tetapi kebanyakan beras dijual di atas Rp. 9.000 dengan alasan kualitas super / premium.    Terjadi kesenjangan harga antara petani dan penjual.   Timbul ketidak adilan bagi petani, juga merugikan pemerintah.   Rakyat dipaksa membeli beras dengan harga gila-gilaan/ tidak wajar.

Lima belas orang masih diperiksa terkait penggerebekan gudang penyimpanan beras itu.    Sementara belum ada status tersangka utama dan tersangka pembantu.  n Nanti bisa dijerat dengan menggunakan Undang-undang Konsumen dan Pasal 382 KUHP tentang perbuatan orang dalam usaha (perdagangan)

 Kita apresiasi kinerja jajaran polisi yang cepat , tepat waktu dan tepat sasaran.    Kita merasa betul-betul dilindungi negara, sehingga kita jangan menjadi korban dalam waktu berkepanjangan.

Kemarin Indonesia pernah heboh oleh isu beras plastik.   Sekarang giliran manipulasi kualitas beras.
Kasihan rakyat karena beras adalah kebutuhan utama yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.    Maka beras masuk komponen wajib yang dilindungi negara.   Beras besar pengaruhnya terhadap inflasi.  Stabilitasi harga beras wajib diperhatikan dan dijaga secara ketat.


Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar