Sabtu, 22 Juli 2017
Sudah Seharusnya WNI Yang Bergabung Dengan Isis Di Tolak Masuk Indonesia
Berita Dunia Jitu - To the point saja bila sudah memutuskan untuk keluar dari Indonesia dan malah bergabung dengan Isis ya sebaiknya dicabut paspornya. Dan otomatis kehilangan kewarga negaraan sebagai warga negara Indonesia. Hukum dan undang-undangnya jelas, kenapa harus diperdebatkan?
Sudah pasti para nyinyirun dan kaum radikalis berbaju agama itu akan membela mereka dengan dalih kemanusiaan, kasihanlah, merekakan korbanlah, mereka tertipulah, enak saja mereka membat alas an dengan menydutkan pemerintah.
Alangkah naïf rasanya bila mereka begitu saja pergi dan bergabung dengan Isis, dengan membawa keluarga mereka anak dan istri, lalu ingin kembali ke Indonesia begitu saja, enak saja. Apa mereka kurang nyaman tinggal di Indonesia, yang gemah ripah loh jinawi ini, ingin tinggal dipadang pasir yang panas di daerah Arab sana?. Ya ampun, menjadi beragama dan berakhak baik tidak perlu kita menyamar menjadi orang lain dan memakai budaya orang lain. Nalar pendek seperti ini yang menyebabkan mereka gampang dipengaruhi oleh orang-orang yang memakai baju agama, dan mempromosikan surga sebagai tempat pesta. Apabila nalar kita tentang surga masih dipengaruhi hal-hal duniawi maka sebenarnya masih jauhlah pemahaman agama mereka.
Hilangnya rasionalitas dalam berpikir yang disebabkan oleh doktrin-doktrin yang dimasukan secara terus menerus, membuat pilihan yang mereka buat seolah-olah benar dan yang lainnya salah. Kemalasan dalam mengkaji dan bertanya serta hilangnya nurani menyebabkan doktrin-doktrin mengalir dengan derasnya ke otak mereka. Baiklah mereka sudah ke Suriah sana dan sudah di baiat menjadi warganegara Isis dan berjuang untuk Isis, tentu saja mereka berangkat dengan kesadaran lo ingin meninggalkan Indonesia tercinta ini dan masuk ke negara Isis.
Nah saat mereka kecewa dan merasa ditipu, mereka dengan seenaknya mau balik lagi ke Indonesia, waduh enak betul, memangnya Indonesia bukan negara hukum? Kewarganegaraan ada hukumnya, dan memang yang jelas mereka yang sudah bergabung dengan Isis sudah pasti jiwa nasionalisme dan cinta Indonesianya sudah tidak ada. Sudah digadaikannya dengan surge versi mereka.
Setuju sekali dengan ucapan tegas Menhan, memang sebaiknya mereka tidak usah kembali ke Indonesia dan passpornya di cabut. Terserah saja mereka mau kemana, dan bila ada yang simpati silakan saja menolong mereka, diluar sana.
Ketegasan pemerintah sangat diperlukan dalam hal ini, karena otak-otak dangkal dan sudah teracuni radikalisme berbaju agama ini sudah tidak bisa dinalar lagi, dan tidak bisa ditolerir, jika pemerintah lunak dalam hal ini, mereka akan menjadi bom waktu bagi radikalisme di Indonesia, bukan tidak mungkin mereka akan membuat Indonesia sebagai surga bom panci. Apalagi Indonesia dikabarkan menjadi negara yang kedua terbanyak yang warganya menjadi warga Isis.
Yang terjadi sekarang ini menurut saya adalah guncangan budaya, shockwave akibat pesatnya teknologi informasi yang membuat orang-orang dengan pengetuan seadanya menjadi korban. Mereka berpikir Medson dan Internet adalah sumber pengetahuan. Mereka tidak pernah berpikir bahwa di linimasa semua ada dan sulit membedakan mana hoax dan genuine, bagi mereka apa yang ada di linimasa adalah kebenaran yang harus diimani, merasa diri lebih pintar dari orang lain. Padahal hanya memperoleh pengetahuan dari Internet. Mereka tidak tahu atau tidak mau tahu atau otaknya tidak sampai berpikir bahwa sekarang ini sudah ada photoshop perangkat lunak untuk memanipulasi poto atau gambar. Banyaknya foto rekayaa hasil manipulasi yang beredar di Internet dan dipercayai sebagai hal yang benar. Menunjukan betapa dangkalnya pemahaman mereka akan ilmu pengetahuan. Dan betapa takaburnya mereka, tradisi tabayyun tidak pernah mereka lakukan.
Medsos dan Internet adalah makanan yang lezat abad ini akan tetapi makanan ini akan menyebabkan mabuk bagi siapa saja yang tidak mempunyai pengetahuan yang cukup, dan tidak mawas diri.
Sudah tugas pemerintah untuk menjaga kedaulatan bangsanya dan mengobati rakyatnya kala sedang sakit, sudah seharusnya pula kita mempercayakan pemerintah dalam hal ini. Yang terbaik jika kita masih mencintai NKRI, maka kita dukung kebijakan pemerintah untuk mencabut paspor para WNI yang telah bergabung dengan Isis, dan menolaknya kembali ke Indonesia.
Ingat kawan mereka semua sudah dewasa dan keputusan mereka adalah tanggung jawab mereka, bukan tanggung jawab kita, jadi mereka bohong bila berkata mereka merasa ditipu.
Sekali lagi mari kita dukung pemerintah untuk menolak dan mencabut paspor mereka yang sudah bergabung dengan Isis, demi keutuhan NKRI.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Write komentar