Kamis, 27 Juli 2017

Cahaya Cinta Basuki Tjahaja Purnama Tetap Menerangi Langit Jakarta

Cahaya Cinta Basuki Tjahaja Purnama Tetap Menerangi Langit Jakarta

Berita Dunia Jitu - Sungguh tidak menyangka, sekalipun raganya terpenjara, cahaya cinta Basuki Tjahaja Purnama tetap menerangi langit Jakarta. Ia yang teraniaya itu tetap mencintai Ibukota dengan berbagai cara. Salah satunya dengan kepeduliannya pada kerinduan warga Jakarta supaya air mancur Monas menari kembali. Betapa, bagi Basuki, penjara tidak menghalangi dirinya untuk tetap berbhakti kepada Ibu Pertiwi.

Kompas.com menurunkan berita, kalau Air mancur di Monas akan kembali menari setelah selesai diperbaiki. Seperti diketahui bahwa air mancur menari itu rusak sejak 2007. Sudah sepuluh tahun.

Menariknya, dana perbaikan air mancur itu tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Dana perbaikan itu berasal dari patungan pribadi. Dan, menurut Gubernur Djarot, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) turut menyumbang. Bahkan, sumbangan yang diberikannya berkisar 50 persen dari total dana yang dibutuhkan.

Selain Ahok dan Djarot, Kepala Kantor Pengelola Kawasan (KPK) Monas Sabdo Kristianto beserta musisi Addie MS juga ikut menyumbang dana perbaikan air mancur menari tersebut.

Itulah bedanya orang yang berbhakti pada negeri dan perampok uang rakyat. Ironisnya para perampok itu adalah wakil rakyat sendiri. Dalihnya bermacam-macam. Seringnya minta menaikkan anggaran untuk kebutuhan pribadi. Belum lagi kalau ndilalah mental wakil rakyat itu pun korup. Benar-benar cita-cita jadi negara maju malah jadi tengkurep gara-gara tukang tilep.

Apa yang dipersembahkan Ahok, Djarot, Sabdo, Addie untuk air mancur sungguh sangat ikonik. Para abdi Ibu Pertiwi itu ingin Sang Bunda menari dan bergembira lagi. Sebuah kado indah untuk hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-72.

Menurut rencana, Gubernur Djarot akan meresmikan air mancur menari di Monas itu pada 12 Agustus 2017. Sebuah hari setelah langit Jakarta dilewati cahaya bulan purnama.

Ketika air mancur tersebut nanti menari, lagu-lagu daerah dan lagu-lagu bertema ke-Indonesia-an akan mengiringi pada malam hari. Adalah Addie MS yang bersedia akan mengaransemen lagu-lagu daerah yang akan diputar di area itu.

Pak Djarot menegaskan,”Kami kerja sama sama pak Addie MS untuk memasukkan lagu-lagu daerah dan beberapa lagu yang temanya tentang ke-Indonesia-an, tentang keindahan Indonesia, tentang keindahan Monas.”

Mengapa lagu daerah? Tentu ini sebuah edukasi. Indonesia itu kaya dengan pesona budaya Nusantara. Indonesia harus kembali kepada jatidirinya. Bukan Barat yang jadi kiblat peradaban Nusantara. Bukan pula Timur dan Tengah. Kiblat Indonesia adalah jatidiri bangsa yang berbudaya bhinneka tunggal ika.


Terbersit pula keinginn Djarot supaya lagu berjudul “Ke Monas” milik Rhoma Irama yang menggambarkan pesona air mancur menari di Monas diperdendangkan untuk mengiringi air mancur tersebut berjoget. Jelasnya, Jakarta diajak berjoget dan bergembira bersama cinta dan terang cahaya purnama.

Kegembiraan dan tarian yang nanti tentu menggambarkan bahwa masih ada harapan ke depan. Warga Jakarta masih harus bekerja keras mengawasi anggaran. Yang jomblo jangan hanya habiskan waktu untuk ta’aruf saja. Kerja, kerja dan kerja harus selalu menjadi motto para aparatur sipil negara. Jangan terlena dengan segala plus-plus hingga DP nol rupiah.

Untuk memeriahkan suasana, Kantor Pengelola Kawasan (KPK) Monas juga akan memasang lampu di 405 titik kawasan Monas untuk mempercantik kawasan tersebut.

Selayaknya warga Ibukota berterimakasih dan bersyukur kepada Alloh SWT karena masih ada orang-orang yang mempersembahkan jiwa dan ragat untuk memperindah kota Jakarta. Sosok Ahok, Djarot, Sabdo, Addie adalah yang peduli supaya Ibukota Jakarta kembali menari.
Maklum, air mancur menari Monas rusak sudah sepuluh tahun. Selama itu warga Jakarta memendam kerinduan mendalam supaya air mancur itu menari lagi. Apalagi, air mancur tersebut dulunya adalah salah satu daya tarik Monas. Tentu ada yang hilang, ketika air mancur itu berhenti menari.

Yang hilang itu, kini ditemukan kembali berkat Ahok, Djarot, Sabdo dan Addie. Nanti, dan itu sebentar lagi, air mancur Monas akan kembali menari bersama cinta cahaya purnama. Tarian yang tentu membesarkan hati dan bukan menciutkan nyali. Tarian yang menghidupkan pesona budaya Nusantara.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar