Kamis, 20 Juli 2017

Anies Sebut Pak Ahok Tak Mengerti Anggaran

Anies Sebut Pak Ahok Tak Mengerti  Anggaran

Berita Dunia Jitu - Meski sudah selesai Pilkada dan sebentar lagi Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Anies Baswedan, akan dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta setelah Djarot, Anies tetap saja melakukan kampanye. Padahal, apapun kampanye yang dilakukannya tidak akan mengubah apapun image publik terhadap dirinya. Anies sudah mati gaya. Sudah kadung dicap Gubernur menang karena SARA.

Apalagi sekarang sudah mulai ramai keanehan-keanehan pasangan Anies dan pasangannya Sandiaga Uno terkait program-program apa saja yang akan dilakukan mereka saat memimpin Jakarta. Bukan hanya masalah program rumah DP 0%, tetapi juga terkait ribut-ribut tim sinkronisasi, lalu juga mulai ada isu perombakan direksi BUMD yang akan jadi ajang bagi-bagi kue kekuasaan.

Sebelumnya sudah saya tuliskan bagaimana Anies dengan sangat yakinnya akan bisa memimpin Jakarta dengan gaya kepemimpinannya selama ini. Dia pun ogah mengikuti gaya kepemimpinan Ahok yang menurutnya tidak mampu menyelesaikan masalah hanya sekedar menang dan kalah. Padahal, faktanya memberikan hasil yang sangat luar biasa.

Anies Sebut Pak Ahok Tak Mengerti  Anggaran


Hasil yang saya pikir tidak akan selesai hanya menunggu partisipasi warga, melainkan butuh ketegasan seorang pemimpin. Hal yang sangat tidak mungkin dilakukan Anies yang dalam kepemimpinan sangat lemah dan berharap pergerakan orang lain. Kepemimpinan itu harusnya menggerakan dengan kedisiplinan dan ketegasan, bukan dengan retorika dan rangkaian kata-kata.

Anies yang tetap saja merasa diri paling baik dari Ahok, kembali menyerang dan menyindir Ahok yang disebutnya tidak paham mengenai anggaran. Anies menyebut, banyak persoalan Jakarta tidak selesai adalah bukti ketidakmengertian Ahok dalam mengelola anggaran.

Berikut pernyataannya yang saya harapkan bisa kita cerna dengan kewarasan..

“Di Jakarta Utara, yang lulus SMA hanya 52 persen dan 48 persen tidak lulus SMA, ini ibukota kok sama kabupaten di pedalaman saja kalah, ” ujar Anies.

“Ini potret (persoalan) di Jakarta, yang dibilang gubernur kemarin mengerti anggaran, padahal tidak memahami,” ujar Anies tanpa menyebut nama siapa gubernur kemarin yang ia maksud.
Anies menuturkan jika seorang gubernur mengerti anggaran, maka sisa anggaran Jakarta yang tidak terserap tidak akan mencapai angka 30 persen dari total anggaran daerah DKI Jakarta sebesar Rp 70 triliun.

“Kalau orang ngerti anggaran, pasti bisa manfaatkan anggaran dengan baik, ” ujar Anies.
Anda bisa memahami maksud dan jalan pikiran Anies?? Saya jelas tidak bisa memahami maksudnya. Apakah kalau masih ada persoalan dan permasalahan bisa disimpulkan bahwa Gubernur kemarin (Ahok), tidak paham dan mengerti anggaran?? Kalau begitu bisa fatal pernyataan Anies tersebut. Mengapa?? Karena permasalahan kota itu adalah sebuah keniscayaan.


Tidak ada kota bahkan negara yang saya pikir tidak mengalami permasalahan yang disampaikan oleh Anies. Masalah kemiskinan, pendidikan, dan juga masalah serapan anggaran. Apalagi dalam simpulan Anies selalu tidak jelas apa dasar keberhasilan seorang pemimpin selain dirinya sendiri. Karena itu, kalau ditanya siapa yang menurutnya berhasil, ya suka-suka dia saja buat penilaian.

Padahal, kalau melihat bagaimana Ahok yang efektif menjadi Gubernur DKI tidak sampai 3 tahun, pencapaian yang dilakukan Ahok sudah sangat berhasil. Belum lagi dia harus berhadapan dengan para penggarong APBD di DPRD dan juga di lingkungan Pemprov DKI.

Kalau bicara penyerapan anggaran, Ahok sangat terukur (bukti kemampuan anggaran) dan tidak mau ada uang rakyat yang keluar untuk hal-hal yang tidak perlu dan tidak ada manfaaatnya. Meski begitu, pembangunan sangat jelas terpampang sebagai buktinya.

Anies jelas tidak memahami anggaran karena dia tidak pernah bisa mengerti bagaimana kerumitan dan bagaimana menjaga supaya anggaran tidak disalahgunakan. Anggaran bisa saja dibuat tetapi kalau ada hal yang tidak beres, maka harus dihentikan serapannya daripada disalahgunakan. Bukan dalam pemikiran picik demi penyerapan 100 persen semua dikeluarkan meski proyek-proyek siluman.
Sebenarnya, kalau Anies paham, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya., tidak akan ada kebocoran APBN 23,3 triliun di kementerian yang pernah dipimpinnya. Faktanya, Anies bukan hanya tidak paham anggaran, melainkan bisa saja ada dana sebesar itu yang bocor walau belum digunakan karena berhasil diselamatkan Sri Mulyani.

Jadi, kalau memang tidak paham bagaimana membuat anggaran dan mengelola anggaran lebih baik banyak belajar dan membaca. Jangan buat kesimpulan yang bukan dibidangnya, apalagi fakta bahwa dalam kepemimpinannya ada salah hitung anggaran.

Sudahlah Anies, hentikan menyerang Ahok. Bukan apa-apa, levelnya dalam hal anggaran sangatlah jauh.

Sumber 

Tidak ada komentar:
Write komentar