Berita Dunia Jitu - Lebaran sudahdi depan mata. Bayangan ketupat dan opor ayam pun sudah mulai bermain di pelupuk mata. Belum lagi suasana silahturahmi yang kuat menjadi pemandangan yang sangat menyejukkan. Suasana seperti itu sangat ditunggu-tunggu dan menjadi moment yang datang hanya setahun sekali.
Siapapun orangnya, pasti mengharapkan momen-momen indah Idul Fitri akan bisa dinikmati dengan penuh suka cita. Bagi penulis, yang dalam lima tahun belakangan ini menikmati Idul Fitri di luar Indonesia, suasana Idul Fitri seperti di Indonesia sangatlah mengasyikan. Karenanya kerinduan itu selalu datang.
Suasana itu nampaknya dirindukan juga oleh Rizieq Syihab, pentolah FPI yang kini sedang melanglang buana di Arab Saudi untuk menghindari kasus-kasus hukum yang menjeratnya. Namun, kerinduan untuk bisa segera kembali ke Indonesia dan kumpul bersama keluarganya menikmati Idul Fitri tanpa ada embel-embel status tersangka yang sudah disematkan dalam beberapa kasus harus tetap dipendam.
Upayah Rizieq untuk bisa rekonsiliasi dengan pemerintah sudah dipastikan mentok tembok. “Jangan tanya soal Rizieq lagi,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat awak media menanyakan tanggapan pemerintah atas permintaan rekonsiliasi Rizieq, Kamis, 22 Juni 2017.
Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo, juga memberikan pernyataan senada. Menurut dia tidak ada informasi pemerintah akan mempertimbangkan permintaan Rizieq. Ini artinya, sudah tertutup pintu bagi Rizieq untuk berdamai seperti yang diharapkan.
Yusril Gagal Total
Sebelumnya, Rizieq meminta kepada Yusril Ihza Mahendara untuk mengupayakan rekonsiliasi dengan pemerintah. Soal formatnya bagaimana, dia menyerahkan sepenuhnya kepada ahli hukum tata negara ini.
Gayung pun bersambut. Yusril pun membuat pernyataan resminya ke media. “Akan sangat baik jika Pemerintah merespons positif gagasan rekonsiliasi ini, apalagi sekarang kita berada di penghujung bulan suci Ramadhan dan sebentar lagi akan memasuki bulan Syawal di mana kita saling maaf-memaafkan,” ujar Yusri.
Menurut Yusril, Pemerintah seyogianya bersikap bijak dan mengedepankan dialog serta langkah persuasif, bukannya melakukan langkah penegakan hukum yang potensial menuai kontroversi terhadap mereka. “Saya berkeyakinan, Presiden Jokowi tidak mungkin akan mempunyai pikiran untuk mengkriminalkan ulama dan aktivis,” kata Yusril merasa yakin dengan langkah yang akan diambilnya.
Tetapi, dengan adanya pernyataan Pramono Anung, jelas bahwa upaya Yusri itu sia-sia saja. Walaupun sebelumnya Yusri masih yakin bahwa dia bisa membawa misi untuk menyelamatkan Rizieq. Bahkan dengan sesumbar Yusril mengatakan dia sudah berdialog dengan beberapa pihak di pemerintahan.
Warning kalau rekonsiliasi yang diminta oleh Rizieq akan gagal total sudah diungkapkan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menganggap permintaan rekonsiliasi oleh Rizieq kepada pemerintah tak tepat. Menurutnya, rekonsiliasi adalah proses damai antara suatu badan pemerintah dengan organisasi yang kira-kira setara dengan pemerintah itu sendiri. “Kalau warga negara dengan negara lainnya, istilah rekonsiliasi kurang tepat,” ujarnya.
Makin Terjepit
Suasana ini membuat posisi Rizieq semakin terjepit. Koar-koar di luar yang mengatakan jika rekonsiliasi ditolak maka akan muncul revolusi pun akan menjadi isapan jempol dan halusinasi yang tak berkesudahan. Berani revolusi maka Rizieq akan berhadapan dengan rakyat Indonesia yang tidak sependapat dengannnya.
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sudah memberi sinyal jika akan ada yang melakukan upyah revolusi dengan memecah belah akan berhadapan dengan rakyat dan TNI. “Kalau ada yang mencoba pecah belah bangsa dan mencaci maki dengan berpakaian ulama, pasti bukan ulama. Oleh karenanya, jangan diikuti. Jadi, kalau ada orang bersorban mengaku ulama atau kiai, tetapi berbicara soal memecah belah bangsa, bukan kiai dari Indonesia atau orang tersebut belajar Islam dari luar negeri,” katanya.
Langkah apapun yang akan dilakukan Rizieq dipastikan gagal total. Karenanya hanya satu yang bisa dilakukan Rizieq, pulang ke Indonesia dan hadapi masalah hukum yang sedang membelitnya. Dengan menghadapi kasus-kasus yang menunggunya itu, bukan mustahil akan ada simpati lagi dari pengikutnya yang sudah mulai meninggalkannya.
Kembalilah Rizieq. Jangan bermimpi terlalu tinggi kalau pemerintah akan menghentikan semua kasus hukum yang dituduhkan kepadanya. Berhentilah berkoar-koar kalau apa yang dilakukan saat ini mendapat dukungan dari pemerintah Arab Saudi dan Turki. Tidak ada bukti-bukti kuat yang bisa membuktikan semua itu.
Bayangan akan makan ketupat dan opor ayam serta disalami oleh tujuh juta umat pendukungnya di hari raya Idul Fitri ini hanya akan menjadi halusinasi saja bagi Rizieq. Kehadiran para tokoh-tokoh yang selama ini didukung oleh Rizieq dan FPI di hari kemenagan bagi umat Islam tidak akan pernah dirasakannya. Jadi sudah dipastikan dengan ini Rizieq batal mudik, meskipun sperti yang dikoar-koarkan pengacaranya sudah ada pesawat jet milik pengusaha Arab Saudi yang siap digunakan untuk mengantarnya kemana saja Rizieq mau.

Tidak ada komentar:
Write komentar