Rabu, 07 Juni 2017

Pak Jokowi Dan Pancasila

Pak Jokowi Dan Pancasila

Berita Dunia Jitu - Presiden Joko Widodo hari ini (07-06-2017) secara resmi melantik Pengarah dan Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP – PIP). Jokowi yang sebelumnya berencana membentuk UKP – PIP ini pun merealisasikannya guna menjaga dan mengamalkan nilai – nilai Pancasila yang terlihat semakin “kewalahan”menghadapi serangan pelemahan kesaktiannya.
Sepuluh tokoh – tokoh nasional yang berasal dari tokoh agama, pemerintahan, hukum maupun akademisi dilantik menjadi kepala eksekutif dan pengarah UKP Pancasila. Kesepuluh tokoh ini antara lain Yudi Latief sebagai kepala eksekutif UKP – PIP dan sembilan tokoh lainnya sebagai pengarah yaitu, Megawati Soekarno Putri, Tri Sutrisno, Ahmad Syafi Ma’arif, Sa’id Aqil Seeradj, Ma’ruf Amin, Mahfud MD, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe dan Wisnu Bawa Tenaya.
Jokowi sadar betul bahwa Pancasila adalah jati diri bangsa Indonesia dan alat pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku dan ras. Tanpa adanya Pancasila ini maka bangsa ini akan “jalan” sendiri – sendiri tanpa tujuan yang jelas.
Selain alasan tersebut, apa yang terjadi belakangan ini sangatlah menyita perhatian dan energi bangsa ketika bibit – bibit perpecahan terlihat nyata diantara anak – anak bangsa. Jokowi sadar betul jika ini dibiarkan terus menerus maka kehancuran negeri ini yang dengan susah payah direbut kemerdekaannya dan yang dengan susah payah dibangun tinggalah menunggu waktu.
Jokowi yang dengan slogannya ‘Saya Indonesia Saya Pancasila’ bukanlah retorika belaka. Menurut saya pribadi, beliau tidak hanya sekedar menghafal sila – sila dan butir – butir Pancasila tetapi beliau juga mengamalkan semuanya kedalam tindakan nyata.
Ketuhanan Yang Maha Esa
Jokowi adalah seorang muslim yang taat, Jokowi adalah seorang kepala negara yang tentunya mempunyai kekuasaan tertinggi di negeri ini. Apakah beliau pernah memaksakan negara ini menjadi negara Islam? Jawabannya TIDAK. Beliau sangat mencintai keragaman dan beliau ingin mempertahankan semuanya dengan Pancasila. Beliau tidaklah seperti segelintir orang yang mendukung negara ini menjadi negara Islam.
Beliau sadar bahwa jika suatu agama dipaksakan maka perpecahanlah yang akan terjadi di seluruh pelosok negeri ini. Beliau tidak pernah melarang agama apapun untuk melaksanakan ibadahnya selama agama itu diakui negara dan tidak bertentangan dengan Pancasila. Beliau sadar setiap warga negara mempunyai hak untuk memeluk salah satu agama yang diakui negara tanpa ada rasa intimidasi ataupun pemaksaan.
Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
Jokowi tidak pernah mempermasalahkan perbedaan yang ada diantara anak bangsa. Selama anak bangsa tersebut dapat memberikan kontribusi yang baik untuk bangsa dan negara maka dia berhak ikut serta dalam pembangunan negeri ini.
Apakah beliau pernah mempermasalahkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang berbeda agama dan etnis menjadi Wakil Gubernur beliau pada saat beliau masih menjabat Gubernur DKI Jakarta? Tentu saja tidak, Jokowi tahu betul bahwa seorang Ahok adalah anak bangsa yang mencintai bangsa dan negara ini. Beliau dengan senang hati bekerja sama dalam membangun Jakarta ke arah yang lebih baik pada saat itu.
Siapa yang tidak kenal Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dengan slogannya ‘tenggelamkan’. Menteri Susi adalah menteri yang tidak mempunyai gelar Master ataupun Doktoral. Beliau bahkan menteri yang hanya lulusan SMP. Apa pernah Jokowi menggantinya karena derajat pendidikannya? Seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa Jokowi menjunjung tinggi nilai Pancasila sehingga beliau sama sekali tidak mempermasalahkan tingkat pendidikan menteri Susi. Selama menteri – menterinya bekerja dengan benar untuk bangsa dan negara maka Jokowi akan mendukung sepenuhnya.
Persatuan Indonesia
Tujuan utama Jokowi membentuk UKP – PIP adalah untuk merawat Pancasila. Tujuan utama merawat Pancasila adalah untuk menjaga persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa. Kalau saja Jokowi tidak peduli dengan persatuan dan kesatuan Indonesia maka beliau akan membiarkan gejolak – gejolak yang terjadi belakangan ini lewat begitu saja.
Kenyataannya adalah beliau dengan cepat merespon gejolak – gejolak tersebut dengan membentuk dan melantik UKP – PIP ini. Anggota – anggotanya pun mencerminkan keragaman agama yang berbeda – beda. Jokowi berharap unit kerja ini dapat memberi pengarahan dan pengamalan Pancasila sehingga tercipta Persatuan Indonesia yang menyeluruh.
Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Jokowi menghormati lembaga legislatif DPR RI, setiap kebijakan pemerintah selalu di konsultasikan ke DPR RI sebagaimana mekanisme yang seharusnya. Rasa hormat Jokowi terkadang dibalas dengan sentimen – sentimen negatif dari beberapa anggota dewan yang tidak perlu saya sebutkan namanya.
Jokowi tidak pernah memerintahkan menterinya untuk tidak hadir jika ada undangan dari DPR perihal kebijakan pemerintah. Beliau mengedepankan penyelesaian masalah dengan berdiskusi dan mencari solusi bersama bukan dengan memaksakan kehendak masing – masing. Jokowi juga membentuk Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) yang berfungsi sebagai tempat bermusyawarah seorang Presiden dalam menyikapi suatu isu yang muncul.
Ketika gejolak – gejolak terjadi, Jokowi mencoba untuk mengundang tokoh – tokoh nasional untuk berdiskusi dan bertukar pendapat bahkan ada yang sampai seorang Jokowi kunjungi sendiri. Beliau selalu mengedepankan dialog untuk suatu masalah.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Pembangunan dari barat ke timur Indonesia secara merata adalah bentuk kerja nyata Jokowi. Para teman – teman penulis seword yang lain juga sudah mengulas pencapaian Jokowi dalam pembangunan dan ingat itu semua bukanlah hoax. Jokowi menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dari barat ke timur.
Pembangunan yang dulunya selalu berfokus pada pulau Jawa sekarang diseimbangkan oleh seorang Jokowi. Kalimantan dan Papua yang dulunya tertinggal sekarang perlahan dibangun oleh seorang Jokowi. Beliau sadar semuanya harus merasakan pembangunan yang merata dari barat sampai timur. Inilah bentuk keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia dimanapun mereka berada.
Selain keadilan pembangunan ternyata keadilan hukum juga diamalkan oleh seorang Jokowi. Semua sama dimata hukum, tidak ada seorang pun yang kebal hukum bahkan seorang Ahok pun harus mendekam di jeruji besi atas vonis yang “abu – abu”. Jokowi tidak mengintervensi hukum dengan membantu Ahok tapi dengan catatan semua yang bersalah pun harus diproses hukum tidak terkecuali seorang ulama (yang belum pulang) pun tidak bisa berlindung dibalik “jubah agama”. Itulah pesan Jokowi untuk semua warga negara agar taat akan hukum yang ada.
Saya rasa inilah bentuk pengamalan Pancasila seorang Jokowi, saya bukan memuja – muja seorang Jokowi tapi itulah kenyataan yang ada. Saya akan mendukung semua pemimpin yang bersih, jujur, bekerja untuk rakyat dan menjaga empat pilar kebangsaan tanpa memandang agama, suku maupun ras. Itulah Pancasila dan kesaktiaannya, mempersatukan semuanya menjadi satu. Saya Indonesia, saya Pancasila, saya dukung Jokowi..

Tidak ada komentar:
Write komentar