Senin, 19 Juni 2017

Kapolda Metro Himbau Tidak Takbir Keliling Di Jalan Raya

Kapolda Metro Himbau Tidak Takbir Keliling Di Jalan Raya

Berita Dunia Jitu - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengeluarkan himbauan menjelang Idul Fitri terkait takbiran yang biasanya dilakukan malam menjelang Idul Fitri. Kapolda menyatakan dalam himbauan tersebut agar warga Jakarta tidak perlu melakukan takbir keliling di jalan raya. Hal ini supaya tidak menimbulkan gangguan kamtibmas dan kamseltibcar lantas.
Alasan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran dan ketertiban berlalu lintas menjadi pertimbangan sehingga polisi mengeluarkan imbauan tersebut. Kabis Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, imbauan itu dikeluarkan agar diperhatikan oleh warga.
“Masyarakat tentu boleh melaksanakan takbiran dalam rangka menyambut Idul Fitri, akan tetapi sebaiknya dilakukan di masjid-masjid di lingkungan masing-masing, enggak perlu sampai ke jalan raya,” jelas Argo.
Berikut surat Pengumuman bernomor Peng/03/VI/2017 tentang Himbauan Kamtibmas Pelaksanaan Takbir Malam Idul Fitri 1438 H di Wilayah Hukum Polda Metro Jaya yang dikeluarkan oleh Iriawan, Sabtu (16/6/2017).
Kapolda Metro Himbau Tidak Takbir Keliling Di Jalan Raya
Himbauan Polda Metro terkait takbir keliling ini menurut saya sangat baik dan tepat. Himbauan dilakukan karena berdasarkan pertimbangan matang dan tentu saja demi keselamatan bersama-sama. Apalagi sering sekali dalam melakukan takbir keliling di Jalan Raya, tidak ada koordinasi dan bahkan menggunakan mobil bak terbuka yang sering sekali kurang diperhatikan keamanannya.
Karena itu, polda metro menyarankan agar takbir keliling tidak perlu sampai ke jalan raya, cukup di daerah sekitar lingkungan masjid di mana warga bertempat tinggal. Toh juga setiap Masjid pasti merayakan sukacita dan takbiran. lain cerita kalau memang ada pawai yang dikoordinasikan oleh pejabat setempat.
“Masyarakat tentu boleh melaksanakan takbiran dalam rangka menyambut Idul Fitri, akan tetapi sebaiknya dilakukan di masjid-masjid di lingkungan masing-masing, enggak perlu sampai ke jalan raya,” jelas Argo.
Lebih baik di masjid, memakmurkan masjid,” tuturnya.
Himbauan yang baik ini ternyata tidak bisa direspon dengan baik dan waras oleh kaum sumbu pendek yang lebih mengedepankan emosi dan suudzon daripada membaca, merenungi dan menganalisa surat himbauan Polda tersebut. Belum apa-apa dan mungkin saja tidak memahami dengan benar surat himbauan tersebut, para kaum sumbu pendek langsung berkomentar tidak karuan.
Berikut beberapa komentar kaum sumbu pendek
Robiaria @robiaria
Dasar gak punya hati nurani
Couchez Toujours @bullsht 

Sekedar kegembiraan masyarakat kecil kok dilarang? Makin ga kenal sama negri ini…
mas oz @f4q1h
kok kelihatan banget ahokernya dan anti islam. perayaan thn baru punya agama sebelah mlh didukung pdhl itu bikin macet parah giliran punya agama islam di persulit. semoga kena mubahalah habib!!!
Mengawati Sore @mengawati
pesta tahun baru boleh.. takbiran keliling kok dilarang??? polisi sehat???, adil???
Fakita77 @fakita77
luar binasa emang pemprov sumbar ngelarang perayaan tahun baru dibilang g toleransi. tapi klo acara islam yg dilarang g apa2 yak tong. pangkat aja yg tinggi , nalar g ada.

Silahkan simak komentar-komentar lucu mereka di link ini. Bisa juga coba di media online lagi untuk tahu betapa bodoh dan anehnya para sumbu pendek. Padahal , takbir keliling itu TIDAK DILARANG, hanya diimbau tidak perlulah takbir keliling sampai ke JALAN RAYA. Karena akan mengganggu ketertiban.
Hal ini berarti takbir keliling masih bisa dilakukan asal tidak di jalan raya. Di jalan perumahan, di jalan lingkungan dan di sekitar Masjid tentulah diperbolehkan. Kalau sampai ke jalan raya itu yang akan menjadi masalah. Padahal, masih banyak juga orang yang punya kegiatan lain yang tidak kalah beragamanya dibandingkan mereka yang melakukan takbir keliling di jalan raya tersebut.
Berbagi sukacita kemenangan tentu saja adalah sesuatu yang sangat baik, tetapi kalau itu hanya menghasilkan kekesalan orang dan menimbulkan kemacetan dan rawan kecelakaan karena pakai mobil bak terbuka, bukankah itu menjadi sesuatu yang tidak menggembirakan lagi??
Kalau hanya mengungkapkan sukacita yah tidak perlu sampai takbir keliling di jalan raya. Cukup di lingkungan Masjid. Bukankah itu lebih baik dan tentu saja berbagi sukacitanya lebih afdol karena berbagi dengan sesama orang yang dekat dan kita kenal.
Jadi, tidak perlu sampai begitu senewen dan emosinya terhadap himbauan ini. Tidak ada larangan melakukan takbir, tetapi dihimbau untuk tidak sampai ke jalan raya. Tidak perlu dibanding-bandingkan dengan perayaan tahun baru dan juga masalah Kapolda ini Ahoker dan tidak islam. Apalagi sampai bawa-bawa mubahalah habib. Tidak perlu sebegitunya.
Saya pikir sudah saatnya kita tidak lagi membiasakan untuk sedikit-sedikit turun ke jalan raya. Bahkan seperti sebelumnya ada yang mau shalat pun di jalan raya. Padahal sudah ada tempat yang disediakan dan tidak ada larangan apapun dalam melakukannya.
Terkadang kita sering salah paham. Bahwa kebaikan dan kemenangan itu seharusnya tidak perlu sampai membuat sesuatu menjadi tidak nyaman dan akhirnya mengganggu. Toh yang terganggu juga orang yang sedang merayakan kemenangan tersebut.
Marilah kita belajar untuk merayakan kemenangan di tempat yang tepat dan dengan cara yang tidak mengganggu ketertiban. Karena untuk itulah sebenarnya berpuasa. Mengajarkan kita untuk mampu menahan diri dalam segala hal. Bukankah itu #ArtiRamadhan sebenarnya??


Tidak ada komentar:
Write komentar