Berita Dunia Jitu - Masih dalam suasana hari raya Idul Fitri yang seharusnya saling memaafkan dan saling membuka lembaran baru untuk kehidupan yang lebih baik kedepannya, selama ramadhan kemarin kita juga sudah belajar untuk menahan menjaga hati dan juga emosi agar bisa menjadi pribadi yang lebih sabar lagi.
Namun sepertinya itu hanya berlaku untuk orang-orang normal dan waras seperti kita, dan tidak berlaku bagi kelompok orang yang sedang sakit jiwa. Kenapa saya sebut dengan kelompok orang sakit jiwa, karena mereka ini tidak tau dan tidak sadarkan diri, mereka menganggap golongannya adalah yang paling benar dan yang lain adalah salah, dan parahnya mereka ini menganggap ahli surga dan wajib memperoleh kepuasan dari 72 bidadari di surga nantinya.
Disaat orang lain yang waras sangat bersuka cita untuk merayakan hari raya idul fitri yang merupakan hari kemenangan bersama dengan keluarga, saudara, dan teman-temannya, eh mereka ini malah berulah kurang ajar dengan menebar ancaman dan teror kepada pihak kepolisian serta negara kita.
Belum juga selesai kasus penyerangan Markas Polisi Daerah Sumatera Utara (Mapolda Sumut), kelompok radikal yang kemungkinan masih satu aliran ini kembali membuat gerah kepolisian, mereka ini semakin nekat dan berani menunjukkan eksistensinya dengan cara menyebarkan selebaran yang berisi ujaran ancaman dan juga kebencian terhadap negara Indonesia dan juga pihak kepolisian.
Seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia, Kepolisian Resor Serang Kota pada hari senin kemarin mendapat selebaran yang berisi ujaran ancaman dan kebencian dari orang yang tidak dikenal. Selebaran kertas bernada teror dan ancaman tersebut ditemukan di wiper mobil milik polisi di pos polisi lalu lintas Polres Serang Kota di Jalan Veteran dekat alun-alun kota.
Selebaran ancaman tersebut ditujukan kepada pihak kepolisian disertai dengan ancaman rencana teror di beberapa tempat. Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin membenarkan temuan selebaran tersebut. Kertas bernada ancaman ditemukan oleh salah satu anggota sekitar pukul 12.00 WIB dan langsung dilaporkan kepada jajaran kepolisian.
Berikut adalah isi dari selebaran yang ditemukan oleh kepolisian, pada lembaran pertama tertulis pernyataan baiat kepada pimpinan kelompok ISIS Abu Bakar Al Baghdadi dan ajakan untuk menganut negara Islam, serta lambang ISIS. Tulisan itu di antaranya berbunyi, “Kami berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi bukan Jokowi,” “Jadilah Negara Islam” dan “Kami bukan anti NKRI tapi kami jijik dengan berhala yang disebut demokrasi.”
Selain itu, ada pula sembilan lokasi yang disebut akan menjadi sasaran. Di antara lokasi itu adalah Kantor Pos, HKBP, Ramayana, gedung lama, KPBB, Polsek, BNI dan Royal. Sedangkan pada lembaran kedua tampak gambar dua denah lokasi tertentu. Hanya ada cacatan di lembaran itu yang menuliskan tentang kantin kantor polisi dan CCTV.
Selain ada gambar bendera ISIS, dalam selebaran itu terdapat ancaman kepada aparat Kepolisian yang berbunyi, “Siapkan dirimu polisi thogut kami akan datang Marawi, Filipina selanjutnya adalah INDONESIA”. Meskipun kepolisian sering kali mendapat ancaman, namun patut diapresiasi bahwa kepolisian masih bisa bersikap tenang dan tidak mudah terpancing dengan ancaman tersebut.
Seperti yang dijelaskan oleh Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, Ia menegaskan bahwa jajaran kepolisian Kota Serang tidak terpengaruh dan tetap fokus melaksanakan tugas Operasi Ramadaniya 2017 dan pengamanan aktivitas Lebaran. Untuk masalah selebaran ancaman tersebut kepolisian masih ingin mendalaminya lebih lanjut.
Mengingat saat ini masih dalam suasana lebaran, jika mendengar adanya kasus penyerangan di Mapolda Sumut dan juga selebaran ancaman di Kepolisan Resor Serang Kota. Ini menunjukkan bahwa ternyata bibit-bibit kelompok radikal masih tetap tumbuh subur di negara kita. Kelompok ini juga masih tetap bergerak senyap dalam semua kegiatannya dan terus menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksinya.
Jika hal ini terus dibiarkan maka bisa saja Indonesia akan jadi seperti negara Filipina dengan konfliknya di kota Marawi, bahkan juga tidak menutup kemungkinan akan hancur lebur seperti kasus di negara timur tengah. Pihak kepolisian dituntut sesegera mungkin menurunkan intel-intel terbaiknya untuk mendeteksi lebih dini mengenai bibit kelompok radikal tersebut dan membasminya sebelum berkembang.
Jangan pernah memberikan sedikitpun kesempatan untuk kelompok radikal tersebut untuk melancarkan aksinya, setiap terdeteksi ada sedikit saja pergerakan harus segera diredam agar masyarakat selalu terlindungi dan selalu merasa aman terbebas dari teror dan ancaman. Hukum dengan seberat-beratnya bagi pelaku teror untuk kedepannya bisa memberikan efek jera bagi kelompoknya yang lain.
Aksi kelompok radikal tersebut merupakan aksi pengecut, mereka ini sudah kehilangan akal sehatnya, saya menyatakan seperti itu karena mereka ini otaknya sudah tidak berisi, yang ada dalam pikiran mereka hanya ingin mewujudkan negara Islam dan ingin berkuasa, mereka tidak bisa berfikir bahwa jika dengan menjadi negara Islam pun sebenarnya juga tidak ada jaminan bahwa negara akan maju dan makmur.
Kelompok radikal tersebut sebenarnya harus banyak belajar dari kasus di negara-negara timur tengah, negeri yang penuh dengan peperangan hanya menghasilkan kesengsaraan dan penderitaan semata. Jika kelompok ini benar-benar ingin berjihad seharusnya mereka pergi ke negara timur tengah untuk jihad menegakkan kemerdekaan dari peperangan yang terus terjadi.
Bukan malah melakukan teror di Indonesia yang merupakan negara damai dan tenang, kelompok radikal ini benar-benar salah sasaran, seharusnya mereka ini jangan pernah mengusik kedamaian yang sudah lama terbentuk. Mereka ini seharusnya belajar dari kasus teror sebelumnya di kampung melayu, meskipun ada teror tapi kami sebagai masyarakat tidak pernah takut dengan para teroris.
Aksi teror sebenarnya hanya perbuatan gila yang sia-sia dan hanya menghasilkan kutukan dari masyarakat. Wooe.. teroris cepatlah engkau sadar diri dengan kesalahanmu, jika engkau sadar dan mau bertobat, maka di bulan yang penuh dengan rahmat ini kami masyarakat Indonesia mungkin masih bisa memberimu kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik.



Tidak ada komentar:
Write komentar