Jumat, 29 September 2017

Rizieq Live Beri Tausiah Di Aksi 299

Rizieq Live Beri Tausiah Di Aksi 299

Berita Dunia Jitu - Banyak yang mengira bahwa penjara adalah akhir dari segala masa depan dan kehidupan seseorang. Dengan dipenjara orang tersebut akan memiliki status narapidana dan kalau sudah keluar akan menjadi seorang dengan status mantan napi. Orang dengan status mantan napi memang sulit sekali diterima oleh perusahaan untuk berkerja.

Tetapi kalau dilihat kenyataannya, tidak semua yang pernah masuk penjara memiliki kehidupan yang hancur dan tidak punya masa depan. Apalagi kalau melihat bagaimana seorang politisi M. Taufik yang pernah dipenjara tetapi kini ternyata sudah menjadi seorang pimpinan DPRD DKI Jakarta.

Meski sukses menjadi pimpinan DPRD DKI Jakarta, sikap si Taufik tetap saja tidak berubah. Dia selalu saja jadi corong orang-orang yang menentang Ahok dan bahkan selalu terlihat ingin meraup keuntungan dari APBD Jakarta. Memang bukan dia yang kena tangkap, melainkan adeknya, M. Sanusi.

Penjara memang sangat jarang bisa mengubah perilaku orang yang sejak awal memang buruk dan bukan karena terdesak melakukan kejahatan. Salah satu contohnya adalah Rizieq Shihab. Pernah jadi narapidana, tetapi tidak pernah takut melakukan pelanggaran hukum. Bahkan sibuk jadi ulama yang kerjaannya memimpin demo.

Syukurnya, pihak kepolisian yang tahu bahwa penjara tidak akan pernah membuat jera Rizieq Shihab, akhirnya mengusut dengan cepat sebuah kasus yang akan membuat Rizieq tidak lagi terlihat menjadi seorang yang hidupnya pantas jadi seorang ulama. Ya, Rizieq akhirnya dijerat dengan kasus pornografi seperti yang dialami oleh Ariel.

Strategi ini berhasil dan akhirnya Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi dan masih disana sampai saat ini. Ketiadaan Rizieq di Indonesia memang membuat kita menjadi lebih aman dan tentram hidup di Indonesia. Jika dulu demo bisa ramai yang datang, kini tidak bisa lagi seramai kemarin-kemarin.

Saya jadi teringat apa yang pernah dikatakan oleh Gibran Rakabumi, bahwa penjara tidak akan pernah membuat jera orang-orang seperti Rizieq. Jadi, pilihan terbaik adalah membiarkan Rizieq tetap dalam pelariannya dan kita semua bisa hidup tenang.


Rizieq sendiri bukannya tidak berusaha untuk bisa kembali ke Indonesia. Rizieq bahkan sudah berkali-kali melalui perantaranya disini meminta supaya kasusnya dihentikan oleh Presiden Jokowi. Bahkan dengan gaya sok pahlawan, Rizieq beralasan tidak mau pulang ke Indonesia karena takut ada pertumpahan darah.

Sebuah alasannya yang tidak masuk akal dan tidak menakutkan. Lah, sekarang sudah banyak yang waras semua kok. Mau demo saja, sudah susah kumpulin orang. Pendana tidak mau lagi keluar duit banyak karena agendanya hanya menyelamatkan Rizieq Shihab. Kalau pun mau dipakai lagi, mungkin tunggu dekat-dekat Pemilu 2019.

Menyedihkan memang pada akhirnya nasib Rizieq Shihab. Hanya mampu melihat semua kemewahan dan kenikmatan surga di Indonesia dari kejauhan. Dulu bisa dia nikmati tanpa batasan, kini hanya bisa membayangkn saja. Wajar akhirnya kalau kita melihat Rizieq saat ini kurusan. Makan pun tidak bisa semewah dan sebanyak waktu di Indonesia.

Kini, Rizieq pun hanya mampu melakukan tausiah secara live di aksi 299. Hal yang dilakukan demi menjaga eksistensi dirinya. Sebuah jalan keluar supaya dia tetap punya kemungkinan pulang ke Indonesia dan kembali menikmati semua hal-hal duniawi yang bisa didapatkannya.

Lalu apa yang akan dibayangkan oleh para pendemo saat mendengar tausiah yang disampaikan oleh Rizieq?? Apakah mereka membayangkan seseorang yang menjadi panutan pergerakan mereka meski dalam pelarian?? Ataukah membayangkan kasus pornografi yang sedang dihadapi Rizieq??

Kalau saya jujur saja, kalau melihat tausiah live yang disampaikan Rizieq, kok malah teringat dirinya saat live chatting di WA dengan Firza Husein. Sebuah peristiwa yang hingga saat ini selalu melekat kepada Rizieq. Rizieq tidak akan pernah tamat karirnya karena penjara tetapi karena kasus pornografi yang sedang dihadapinya.

Itulah memang musuh terbesar seorang laik-laki, dan Rizieq jatuh dan tidak bisa bangkit lagi karenanya. Kalaulah seandainya Rizieq sudah nikah sirri, mungkin ceritanya akan berbeda. Tetapi sampai sekarang tidak ada penjelasan nikah sirri yang membuat ini bisa jadi bukan hanya cerita tentang mesum, tetapi juga perbuatan zinah.

Maukah anda tunduk dengan ulama yang akhirny terbukti mesum dan zinah?? Kalau masih mau, maka benar kata orang, anda sudah kehilangan nalar dan nurani anda.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar