Rabu, 27 September 2017
Masjid Di Kalijodo Sudah Ramai
Berita Dunia Jitu - Masjid di Kalijodo yakni Al-Mubarokah sekarang sudah rampung pembangunannya pada Selasa kemarin dan rencananya akan diresmikan pada 3 Oktober 2017. Masjid yang berada di Jalan Tubagus Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini bernuansa Betawi dan suasananya sejuk saat melaksanakan ibadah shalat. Dan ngomong-ngomong masjid ini digagas Ahok.
Satu lagi peninggalan Ahok untuk warga Jakarta, di saat tidak lama lagi akan ada pergantian pemimpin DKI Jakarta. Setidaknya ini adalah kenangan dari sekian banyak pembangunan yang dilakukan Ahok-Djarot. Minimal orang akan mengingat kalau Kalijodo sudah berubah wajahnya karena Ahok. Dan hanya Ahoklah yang mampu membuat perubahan drastis di area yang dulunya terkenal sebagai red district atau zona ehem ehem.
Sebelum menjadi seperti sekarang, rata-rata orang sudah pada tahu apa itu Kalijodo dan bagaimana kondisi di sana. Orang-orang pasti akan mencap kawasan tersebut sebagai tempat yang sangat menyenangkan bagi sebagian pria. Itu dulu. Ketika Ahok berencana merombak total kawasan tersebut, sudah tidak heran banyak yang protes hingga (kalau tidak salah) terjadi bentrok. Bukan Ahok namanya kalau tidak keras dan tetap pada pedirian. Kalau Gubernur lain mah, tahu sendirilah, pura-pura tak tahu aja.
Usai diratakan, kawasan yang dulunya dicap negatif perlahan-lahan berganti wajah. Oleh Ahok, dibangunlah RPTRA dan RTH yang sangat keren dengan berbagai fasilitas publik yang wow. Siapa sangka ada seorang gubernur yang mampu mengubah wajah Kalijodo dengan begitu drastis. Siapa yang bisa sangka, apalagi mempertimbangkan apa yang dilakukan gubernur sebelumnya.
Selain itu, Ahok juga menggagas pembangunan masjid yang dulunya terlihat tidak bagus. Dan sekarang sudah menjadi lebih bagus, cantik dan lebih modern. Apakah ini menjadi perhatian gunernur sebelumnya? Meskipun Ahok bukan muslim, tapi rasanya kontribusi buat umat muslim sangatlah besar. Salah satunya adalah pembangunan masjid.
Yang lebih keren adalah memberangkatkan marbot untuk pergi umroh. Orang yang nyinyir akan berkata itu kan duit bukan duit Ahok. Okelah, masalahnya kalau pun bukan duit pribadi, kenapa yang dulu-dulu tidak pernah melakukan ini? Apa jangan-jangan dipakai untuk hal lain? Ini adalah fakta kalau apa yang dilakukan Ahok sulit dilakukan gunernur lain.
Tapi sayang kontribusinya untuk umat muslim tidak cukup bagi sebagian orang. Ahok ratakan Kalijodo yang identik dengan kemaksiatan dan mengubahnya jadi fasilitas publik. Ahok bangun masjid untuk jadi tempat muslim beribadah. Ahok mengumrohkan para marbot. Dan sekarang dia di penjara karena tuduhan menista agama? Kasus Ahok terkesan dipaksakan, ada yang pro dan kontra, tapi itu bisa mengaburkan fakta kalau Ahok telah banyak berkontribusi buat umat Islam.
Mungkin kalau di balik rasanya aneh. Seorang (yang katanya) penista agama berusaha mengubah kemaksiatan menjadi ruang publik yang buat semua masyarakat. Seorang penista agama tapi bisa mengumrohkan banyak marbot, gratis pula. Seorang penista agama tapi banyak membangun masjid. Seorang penista agama tapi berusaha melawan begal APBD dan rela ribut dengan tikus untuk mengawal uang rakyat.
Ahok seorang penista agama tapi banyak berbuat kebaikan sosial. Ahok seorang penista agama tapi rela mendengarkan keluh kesah warga yang datang pagi-pagi ke Balai Kota. Ahok yang seorang penista agama tapi membangun RPTRA dan fasilitas publik serta Simpang Susun Semanggi tanpa membebani uang rakyat. Jika itu dikumpulkan, rasanya tidak masuk akal seorang penista agama yang dibenci bahkan ingin dibunuh sekelompok orang ternyata bisa memberikan sebanyak itu untuk masyarakat.
Dan parahnya, mereka yang mengecam dan begitu membenci Ahok sulit sekali ditemukan kontribusinya. Apa yang telah mereka perbuat? Kontribusi mereka mungkin hanya koar-koar dan nyinyir. Semua hanya lewat mulut tapi tanpa tindakan. Dan lucunya, beberapa bahkan terbukti munafiknya karena terjerat beberapa kasus. Lucu sekali di saat orang yang suaranya paling keras ternyata kontribusinya kalah dengan orang yang dikecam. Sungguh tak tahu malu.
Sebagai penutup, semoga Pak Ahok diberikan kesehatan dan mampu menjalani kehidupannya yang sekarang dengan baik. Kontribusinya akan tetap abadi, hasil kerjanya akan tetap dikenang. Apalagi kalau pasangan sebelah tak lebih baik, maka Ahok akan semakin dirindukan.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Write komentar