Sabtu, 23 September 2017
Mari Berdoa Untuk Gunung Agung
Berita Dunia Jitu - Gunung Agung yang terletak di Kabupaten Karangasem, Bali mengalami peningkatan aktivitas sejak tanggal 18 September. Status gunung ini meningkat secara berkala mulai dari siaga hingga ditetapkan menjadi awas pada tanggal 22 September. Warga di Desa Adat Sogra, Kecamatan Selat seluruhnya telah mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka khawatir dengan kondisi Gunung Agung.
Tanda-tanda penyebab gunung akan meletus pun mulai terlihat. Binatang-binatang buas seperti macan, kera, dan ular turun dari gunung menuju ke pemukiman warga. Bandesa Adat Sogra, Kecamatan Selat, Jro Mangku Wayan Sukra mengatakan bahwa hewan-hewan tersebut sudah turun dari gunung sejak tiga hari yang lalu.
Pada erupsi terakhir yang terjadi pada tahun 1963, hewan-hewan buas juga turun dari gunung. Menurut pria yang juga Pangelingsir Pura Pasar Agung, Desa Adat Sogra ini merupakan tanda bahwa gunung akan meletus. “Mungkin ini tanda-tanda gunung akan meletus. Kondisi ini tidak seperti biasanya,” ujar Jro Mangku
Pusat Vukanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Menyebutkan bahwa Gunung Agung adalah gunung api yang berkategori paling eksplosif di Indonesia diatas Gunung Merapi yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Gunung Sinabung yang terletak di Provinsi Sumatera Utara. Pada tahun 1963, gunung ini erupsi dan dampaknya paling dashyat apabila dibandingkan dengan gunung-gunung lain di Indonesia.
PVMBG sendiri tidak dapat memastikan kapan Gunung Agung akan meletus dan sedashyat apa bila benar erupsi. Namun PVMBG telah berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk segera mengevakuasi warga yang berada di radius sembilan kilometer dari puncak gunung.
Sejarah mencatat bahwa Gunung Agung pernah empat kali erupsi. Erupsi pertama yang tercatat terjadi pada tahun 1808 dimana pada saat itu Gunung Agung melontarkan abu dan batu apung dalam jumlah luar biasa. Tiga belas tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1821, Gunung Agung kembali meletus. Letusannya disebut normal akan tetapi tidak ada keterangan terperinci.
Pada tahun 1843, Gunung Agung meletus untuk ketiga kalinya. Letusan didahului oleh gempa bumi setelah itu gunung memuntahkan abu vulkanik, pasir, dan debu apung. Setelah meletus pada tahun 1843, Gunung Agung “tertidur” dan baru 120 tahun setelahnya Gunung Agung kembali meletus, tepatnya pada tahun 1963. Letusan kali ini sifatnya sangat merusak dan menyebabkan 1.148 orang meninggal dunia dan 296 orang luka-luka.
Indonesia memang terletak di daerah yang katanya bernama cincin api (ring of fire). Oleh karena itu, potensi bencana alam di wilayah Indonesia sangat tinggi. Hal ini terjadi karena Indonesia berada di antara wilayah lintasan dua jalur pegunungan yaitu sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Hal ini menyebabkan Indonesia memiliki banyak gunung berapi baik yang masih aktif ataupun yang sudah tidak aktif lagi.
Dalam sejarah, gunung berapi yang berada di Indonesia pernah meletus secara dashyat serta berdampak bagi dunia dua kali. Pertama adalah letusan Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat yang terjadi pada tahun 1815. Letusan ini mengeluarkan 1,7 juta ton abu yang menyelimuti atmosfer cukup lama. Bahkan pada tahun 1816 dikenal sebagai tahun tanpa panas di berbagai belahan bumi karena abu yang menyelimuti atsmofer tadi menghalangi sinar matahari untuk masuk ke bumi.
Lalu letusan kedua adalah letusan Gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda pada tahun 1883. Letusan ini sangat dashyat sehingga terdengar hingga radius 3000 mil dari puncak gunung. Letusan ini juga menimbulkan tsunami setinggi 30 meter di beberapa daerah di Indonesia terutama pesisir Jawa dan Sumatera. Korban jiwa yang jatuh akibat meletusnya gunung ini mencapai 36.417 orang. Letusan juga menyebabkan 20 juta ton sulfur dilepaskan ke udara. Sulfur tersebut menyebabkan musim dingin vulkanik yang mengurangi suhu rata-rata 1,2 derajat Celcius selama lima tahun.
Indonesia memang daerah yang rawan bencana. Oleh karena itu, Indonesia rawan akan bencana-bencana seperti gempa bumi, tsunami, ataupun gunung meletus. Dan Gunung Agung menjadi gunung yang aktivitas vulkaniknya meningkat dalam beberapa hari terakhir ini. Dan masyarakat yang berada di zona merah dari puncak gunung pun sudah dievakuasi.
Oleh karena itu mari sejenak kita berdoa untuk saudara-saudara kita di daerah sekitar Gunung Agung semoga keadaan di sana aman dan semoga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mari semua kita bersatu, mulai dari yang berbeda pandangan politik sampai yang berbeda klub sepakbola kesayangan untuk memberikan atensi kepada saudara-saudara kita di Gunung Agung.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Write komentar