Kamis, 28 September 2017

Jokowi Dan Gatot Bertemu Bahas Soal 5000 Senjata Ilegal , Sama-Sama Bungkam, Ada Apa?

Jokowi Dan Gatot Bertemu Bahas Soal 5000 Senjata Ilegal , Sama-Sama Bungkam, Ada Apa?

Berita Dunia Jitu - Persoalan pernyataan Gatot soal 5000 senjata illegal belum reda. Mau tidak mau, akhirnya Jokowi merasa perlu bertemu dengan Gatot untuk membiacarakn persoalan ini agar tidak melebar kemana-mana. Masyarakat pun juga ingin melihat persoalan itu secepatnya mereda, terlepas dari wacana bahwa Gatot akan terjun ke dunia politik.

Sebagai bapak dari seluruh rakyat Indonesia, Jokowi memang memiliki kewajiban untuk mendamaikan rakyatnya jika ada yang berseteru atau ada yang mencoba bandel. Pada saatnya dan mau tidak mau Jokowi harus segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Meskipun Wiranto sudah mencoba memberikan tanggapan terhadap pernyataan Gatot, namun nampaknya belum cukup meredakan situasi. Pernyataan Wiranto sepertinya justru semakin membuat ketegangan. Sepertinya memang hanya Jokowi yang bisa menyelesaikan persoalan ini.

Jokowi dan Gatot pun akhirnya bertemu untuk membahas persoalan ini. Meskipun Gatot mengaku tak pernah memberikan press release secara resmi terkait pernyataan kontroversinya, namun diat akhirnya menemui Presiden Joko Widodo untuk menjelaskan semuanya.

“Ya, tadi malam setelah dari Bali, sudah ketemu saya di Halim,” kata Jokowi setelah menghadiri acara Dekranas di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (27/9/2017).
Pertemuan antara Jokowi dan Gatot tentu membuat public penasaran kira-kira apa saja yang dibicarakan oleh keduanya. Namun sayangnya, baik Jokowi maupun Gatot memilih bungkam, tidak menjelaskan hasil dari pertemuan tersebut.

Gatot enggan membeberkan isi pertemuannya, termasuk respons Jokowi usai mendengar penjelasan soal pembelian 5.000 senjata itu. Dia bahkan menyatakan tidak boleh membeberkan tanggapan dari Jokowi.

“Tanggapan Presiden tidak boleh saya sampaikan dong. Tanya sama Presiden,” jelas Gatot.

Senada dengan Gatot, Jokowi pun tidak menjelaskan hasil pertemuan tersebut. Tetapi, menurut Jokowi, semuanya menjadi jelas.

“Sudah dijelaskan dan saya kira penjelasan dari Menko Polhukam sudah jelas sih, saya kira tak usah saya ulang lagi,” ujar Jokowi. Jokowi enggan membeberkan detail hal-hal yang disampaikan oleh Gatot.

Jokowi seperti sangat memahami watak orang militer seperti Gatot yang cenderung keras dan tidak suka ditentang. Pun begitu watak Wiranto yang sebelumnnya pernah menjadi panglima TNI. Sepertinya tidak akan selesai persoalan jika Wiranto ditugaskan untuk menyelesaikan persoalan dengan Gatot. Sama-sama kerasnya.


Dengan latar belakang Jokowi yang berasal dari masyarakat sipil Jawa yang terkenal unggah-ungguhnya, Jokowi memiliki watak yang halus. Kehaluasan watak Jokowi didukung dengan pemikiran yang bijaksana sangat dibutuhkan untuk melumerkan watak-watak keras orang-orang militer seperti Gatot.

Saya yakin Jokowi berhasil mengendalikan Gatot. Seperti ada kesepakatan di antara mereka untuk tidak membuka hasil pertemuan mereka. Jokowi sepertinya sudah meyakinkan kepada Gatot untuk tidak memperpanjang lagi soal 5000 senjata ilegal dan bersepakat untuk sama-sama tidak membeberkan ke publik hasil dari pertemuan itu.

Saya pikir ini adalah langkah terbaik Jokowi untuk meredakan persoalan ini. Sepertinya, diam adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan persoalan agar tidak melebar kemana-mana. Jika Jokowi maupun Gatot membeberkan hasil pertemuan itu ke publik, bukan tidak mungkin akan langsung digoreng oleh musuh.

Masih mending kalau penjelasalan yang dilontarkan keduanya sama. Kalau misalnya pernyataan yang dilontarkan keduanya ke publik ternyata berbeda tentu akan menjadi makanan empuk musuh untuk semakin membuat persoalan 5000 senjata illegal semakin runyam.

Memilih untuk diam dan tidak memperpanjang sebuah persoalan mungkin sesuatu yang mudah untuk Jokowi. Beliau sudah terbiasa melakukan hal ini. meskipun telah dipancing dengan umpan yang paling menggiurkan sekalipun, Jokowi tetap tidak bergeming dan memilih untuk diam tidak memberikan komentar. Jokowi sadar, setiap komentarnya akan digoreng sedemikian rupa.

Namun berbeda dengan Gatot yang tidak terbiasa untuk cuek dan diam terhadap sebuah porsoalan. Persoalan 5000 senjata illegal yang masih simpang siur saja sudah dibeberkan oleh Gatot. Untuk itu, saya pikir Jokowi telah berhasil mengendalikan Gatot untuk diam dan tidak mengeluarkan komentar-komentar yang justru akan memperlebar persoalan serta memperkeruh keadaan.

Gaya kebapakan Jokowi saya rasa menjadi senjata ampuh untuk mengendalikan rakyatnya. Dengan memposisikan diri sebagai bapak, Jokowi mampu membuat rakyatnya yang sedang bandel dibuat tak berkutik. Bukan karena takut kepada Jokowi, namun karena segan.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar