Sabtu, 05 Agustus 2017
Kriteria Wakil Presiden Yang Pas Untuk Jokowi Dan Indonesia
Berita Dunia Jitu - Pesta demokrasi terbesar Indonesia yaitu Pilpres 2019 kurang lebih akan terjadi sekitar 2 tahun mendatang tepatnya pada tahun 2019. Tapi, panasnya persaingan antar partai politik dan capres beserta cawapres yang akan diusung sudah terasa sekarang. Mulai dari pertemuan dua Jenderal (satunya pecatan Jenderal dan satunya purnawirawan) dengan sajian nasi goreng sampai berubahnya haluan “kapal” si anu ke pelabuhan Pakde Jokowi.
Dua peristiwa politik yang sempat membuat heboh ini merupakan cerminan sudah mulai panasnya peta persaingan politik di negeri ini. Manuver – manuver partai politik yang mendukung calon petahana Pakde Jokowi pun sudah terasa dengan digaungkannya berbagai dukungan dari partai pendukung pemerintahan.
Apakah persaingan di tahun 2019 akan lebih panas dari tahun 2014 atau justru malah Pakde Jokowi akan menang mudah? Tidak ada yang tahu jawaban yang pasti walaupun banyak pengamat yang memberi pendapat bahwa Pakde akan menang mudah. Jika menilai berdasarkan kinerja pembangunan, semua orang waras akan memilih Jokowi kembali sebagai presiden.
Tapi ingat sekali lagi bahwa politik itu dinamis. Hari ini lawan besok bisa menjadi kawan. Lihatlah bagaimana Golkar, PAN dan Perindo berubah haluan mendukung Pakde Jokowi. Bukan tidak mungkin nantinya ada partai politik yang sebelumnya mendukung pemerintahan berubah haluan mendukung calon lawan Jokowi.
Banyak pengamat yang menyatakan bahwa sekalipun Jokowi berpasangan dengan daun pun dia akan menang karena dukungan rakyat terhadap dirinya sangat besar. Tapi menurut saya, cawapres yang akan mendampingi Jokowi nantinya sangat penting perannya bukan hanya sebagai pelengkap atau pemanis saja. Setidaknya ada beberapa alasan yang saya rasa sangatlah penting untuk kita perhatikan.
Sejalan dengan visi dan misi Jokowi
Cawapres Jokowi haruslah mempunyai visi dan misi yang sama. Jangan ada perbedaan pandangan politik yang diumbar didepan publik, setidaknya jika ada perbedaan harus didiskusikan secara tertutup. Ingat visi dan misi Jokowi adalah membangun Indonesia menjadi Indonesia yang hebat dan makmur, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.
Bila perlu, cawapres Jokowi akan berkorban dan memasang badan untuk melindungi segala bentuk kebijakan pemerintah yang terntunya untuk kebaikan negeri ini. Jangan sampai cawapres malah menggunakan kesempatan untuk menusuk Jokowi dari belakang.
Jokowi tentunya harus mencari cawapres yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam membangun negeri ini bukan untuk kepentingan pribadi atau hasrat untuk berkuasa. Mencari teman seperjuangan tidaklah mudah karena terkadang godaan kekuasaan dan harta sangatlah memabukkan.
Tidak punya “hutang budi” dengan partai politik
Tidak bisa kita kesampingkan fakta bahwa pasti ada politik balas budi dalam hal dukungan suatu partai politik kepada seseorang. Istilahnya tidak ada makan siang yang gratis. Jika partai politiknya berkepentingan terhadap kemajuan bangsa dan bukan demi kepentingan kelompok partai mereka sendiri, saya rasa tidak masalah kita mendukung partai politik tersebut. Tapi faktanya adalah banyak sekali partai politik yang notabene masih memetingkan kepentingan kelompok sendiri diatas kepentingan bangsa ini.
Kita semua tentunya tidak ingin jika ada kebijakan presiden yang didikte oleh partai politik atau bahkan oleh wakilnya sendiri. Jika cawapres berasal dari kalangan partai politik, besar kemungkinan bentrok antar kepentingan tidak bisa dihindari oleh Pakde dikemudian hari. Saya rasa Pakde sadar bahwa jika kita terus berkutat dengan kepentingan kelompok tertentu di negeri ini, kemajuan dan kemakmuran negeri ini hanyalah angan – angan belaka.
Pribadi yang selesai dengan dirinya
Inilah poin terpenting kalau menurut saya karena ini akan menentukan masa depan negeri ini, apakah akan maju atau justru mundur kebelakang. Cawapres yang pas untuk Pakde adalah pribadi yang selesai dengan dirinya, artinya beliau sudah tidak mengejar kuasa maupun harta tapi beliau hanya akan memberikan semuanya untuk kemajuan bangsa ini.
Kenapa saya mengatakan ini poin terpenting, karena saya berharap cawapres Pakde nantinya akan maju lagi pada pilpres 2024 dimana Pakde tentunya tidak bisa lagi memimpin negeri ini. Dengan adanya cawapres Pakde yang maju pilpres 2024 sebagai capres maka pembangunan akan terus berlanjut sebagaimana mestinya seperti visi dan misi Jokowi.
Bayangkan saja jika nanti setelah Pakde Jokowi memimpin negeri ini selama 10 tahun tapi pada akhirnya kembali jatuh ke tangan – tangan manusia yang haus kuasa dan harta. Apa jadinya ibu pertiwi ini nantinya. Jerih payah Jokowi selama 10 tahun membangun dan memperbaiki Indonesia harus hancur ketika tidak ada pembangunan berkesinambungan.
Jika cawapres Pakde Jokowi mempunyai visi dan misi yang sama serta integritas yang sama, jayalah Indonesiaku. Kita tidak akan kalah bersaing dengan negara – negara lain didunia ini. Tapi jika sampai terpilih cawapres yang menjadi “duri dalam daging” maka jangan heran jika Pakde Jokowi selesai memimpin untuk periode kedua, Indonesia akan kembali kemasa dimana pembangunan hanya untuk tujuan bagi – bagi proyek dan kepentingan oknum – oknum tertentu.
Jika Bapak Presiden Yang Terhormat Joko Widodo membaca ini, saya sangat berharap Bapak bisa memilih wakil Bapak yang sesuai hati nurani Bapak dan sesuai dengan visi dan misi Bapak. Saya yakin Bapak tahu mana anak bangsa yang benar – benar berjuang demi bangsa dan negara ini dan mana yang tidak. Jangan sampai Bapak jatuh kedalam perangkap para oknum – oknum pengkhianat bangsa yang tidak segan menjual negeri ini.
Sumber
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Write komentar