Berita Dunia Jitu - Suka tidak suka, harus diakui inilah saatnya Indonesia bangkit. Pembangunan secara besar-besaran dilakukan hampir di seluruh pelosok negeri mulai dari perkotaan hingga pedesaan. Pulau Jawa bukan lagi jadi sentral pembangunan seperti sebelum-sebelumnya.
Aceh, yang dijuluki Serambi Mekah juga berbenah. Untuk infrastruktur perhubungan Pemerintah membangun jalur kereta api sepanjang 417,5 km dengan 40 stasiun, satu Pelabuhan Nasional Balohan dan layanan cuaca untuk penerbangan. Sedangkan untuk ketahanan pangan Pemerintah juga membangun 3 bendungan baru.
Sumatera Utara juga kebagian pembangunan besar-besaran. Ratusan kilometer jalan tol baru, ratusan kilometer jalur kereta api, bandar udara, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei seluas ribuan hektar yang dilengkapi pelabuhan laut, pabrik kelapa sawit dan lain lain serta dibentuknya Badan Otoritas Pariwisata Danau Toba yang bertanggung jawab atas percepatan pembangunan di kawasan Danau Toba. Suatu hal yang puluhan tahun ditunggu-tunggu oleh masyarakat Sumatera Utara.
Jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.818 km terus dikebut Pemerintahan Jokowi. Jalan tol ini akan menghubungkan Bakaheuni, Lampung, Sumatera Utara hingga Aceh. Sementara itu tol Padang-Pekanbaru sepanjang 240 km juga akan segera dibangun.
Tidak ketinggalan daerah-daerah lain seperti Kalimantan, Sulawesi , Nusa Tenggara Timur, Papua dan banyak lagi. Ribuan kilometer jalan tol dan jalan nasional, ratusan jembatan, puluhan pelabuhan laut dan bendungan, belasan bandar udara dibangun sampai pelosok dan daerah terluar Indonesia. Bahkan di daerah perbatasan saja sudah dan sedang dibangun 258 km jalan baru.
Pembangunan negeri ini yang sedang berjalan terlalu banyak jika dijabarkan di sini. Contoh di atas bahkan belum separuhnya. Kebanyakan orang hanya ingin tahu pembangunan di daerahnya masing-masing. Wajar, karena disitulah mereka hidup mencari makan dan membesarkan keluarga.
Namun, sadarkah anda bahwa ini terjadi setelah era Jokowi? Jokowi memilih tim yang baik dalam jajaran pemerintahannya. Beberapa menteri pilihan Jokowi juga mendapat apresiasi yang baik dari masyarakat. Jika tidak bekerja maksimal Jokowi juga tidak segan mencopotnya.
Kita memang rakyat biasa. Kita bukan konglomerat, jendral atau ketua partai politik. Tapi kitalah yang memilih Jokowi memimpin negeri ini. Kita yang memilih pengusaha mebel yang sederhana itu untuk memimpin negeri kita yang luar biasa besar dan majemuk ini. Dan terbukti, Jokowi mampu. Bisa dikatakan apa yang dilakukan Jokowi selama 3 tahun ini di luar ekspektasi kita. Dia bekerja lebih banyak dari yang kita harapkan.
Saat baru dilantik menjadi Presiden RI, banyak yang meragukan bahwa program-program Jokowi akan tersendat oleh lawan-lawan politiknya. Namun keraguan itu perlahan sirna seiring berbaliknya lawan politik Jokowi dengan memberikan dukungan kepadanya.
Ada peran kita di kemenangan Jokowi di tahun 2014. Kita juga harus memastikan kemenangan Jokowi di 2019. Karena kemenangan Jokowi adalah kemenangan kita juga. Bukankah pembangunan-pembangunan tadi sudah merupakan bukti nyata?
Tahun 2015 dana desa ditransfer dari pusat sebesar 20,8 triliun. Tahun 2016 naik menjadi 46,98 triliun dan tahun 2017 menjadi 60 triliun. Pemerintah mengupayakan agar tahun 2018 dapat lebih ditingkatkan lagi. Sedangkan untuk pengawasannya Jokowi mengundang KPK. Sampai saat ini sudah 74.910 desa yang menerimanya. Sebentar lagi akan lahir juragan-juragan baru dari pelosok negeri ini.
Pernahkah rakyat Indonesia mendapat perhatian sebesar ini? Sepanjang sejarah 72 tahun Indonesia merdeka ini merupakan pembangunan yang terbesar.
Sekelompok orang tak henti-henti mencibir dan melontarkan fitnah kepada Jokowi. Mereka menggunakan berbagai cara. Fitnah, demo serta menebar hoax di media-media sosial. Tujuan mereka hanyalah merebut kekuasaan yang bisa mendatangkan uang untuk memperkaya diri. Hanya itu. Tak soal jika harus merangkul kaum-kaum radikal yang bisa memecah bangsa. Uang adalah tujuan akhir, seolah mereka hidup selamanya.
Ada yang mengatakan Jokowi anti umat Islam. Jokowi sendiri adalah seorang muslim yang taat. Dan semua penduduk di negeri ini bebas beribadah. Adakah rakyat negeri ini yang ditangkap ketika sedang beribadah? Jokowi tidak anti islam ataupun umat beragama lainnya. Ia hanya tidak mau jika ada yang mencoba mengganggu kebhinekaan Indonesia.
Saran saya kepada mereka yang benci kepada Jokowi carilah pekerjaan lain. Rakyat sudah semakin pintar, berani dan bertambah jumlahnya. Rakyat yang membela Jokowi bukanlah cinta buta, jabatan presiden juga hanya sebatas 10 tahun paling lama.
Biarlah pemerintah fokus membangun negeri ini. Triliunan habis hanya untuk pengamanan demo, intelijen, cyber dan pengamanan bentuk lainnya.
Jadi, jika Jokowi yang kita pilih telah bekerja keras membangun negeri ini maka bagian kitalah untuk mempertahankan beliau agar tetap memimpin Indones sampai tahun 2024. Setelah itu kita akan memilih lagi orang yang mempunyai kecintaan yang sama akan negeri ini.
Salam 2 periode
Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar