Berita Dunia Jitu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab pertanyaan tentang mengapa pemerintah selalu berutang.
"Ya udah, pokoknya Indonesia tidak boleh ngutang. Jadi nanti semua pajak saya naikkin, it is political choice or strategic choice," kata Sri Mulyani Indrawati, pada sesi diskusi media di Forum Media Barat 9, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kamis (27/7/2017).
Menurutnya, penerimaan negara hanya berada pada angka Rp 1.736 triliun, sedangkan pengeluaran negara menghabiskan Rp 2.133 triliun, sehingga harus ada APBN tanpa utang sebesar Rp 397 triliun.
Mau cari di mana uang segitu? Oke hitungan-hitungan saja, semua orang bisa jadi Menteri Keuangan," ujar Sri Mulyani Indrawati.
Ia menjelaskan, pembelanjaan negara habis untuk membiayai pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih, dan jaminan sosial lainnya.
"Saya bisa saja naikkan pajak, memang tugas saya mengejar-ngejar pajak. Atau dana pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, listrik yang dikurangi, kalian mau?" tanya Sri Mulyani.
Memotong gaji TNI maupun Polri, mengurangi bantuan kemiskinan, juga tidak memungkinkan.
Jika tidak boleh berutang, kata Sri Mulyani, maka pemerintah bakal memotong dana-dana tersebut.
Utang itu terkait ekonomi, sosial, dan keamanan, yang disebut politik anggaran, jadi utang bukan stand alone," jelas Sri Mulyani.
Ia mengatakan, APBN 2018 sudah mulai dibahas bersama Komisi XI DPR.
Kini juga sudah ada UU APBN, sehingga lebih tahu berapa penerimaan negara, pengeluaran negara, dan bisa menyisir kembali bagian mana yang perlu dikurangi," tambah Sri Mulyani.
Hingga Juni 2017, posisi utang pemerintah pusat sebesar Rp 3.706,52 triliun.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, jumlah utang pemerintah tersebut terakumulasi sebesar Rp 1.097,74 triliun, jika dibandingkan posisi di akhir Mei 2014 sebesar Rp 2.608,78 triliun.
Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar