Berita Dunia Jitu - Suasana kesucian dan kemeriahan Idul Fitri 1428 H harus dinodai oleh aksi bejat kelompok teroris. Tidak puas hanya beraksi beberapa waktu lalu. kali ini, dalam momentum Idul Fitri, mereka kembali beraksi. Pos Jaga Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) kembali diserang terroris.
Sebagaimana dilaporkan bahwa Pos penjagaan di Polda Sumut, Medan, diserang orang tak dikenal dini hari tadi (25/6) pada pukul 03.00 WIB. Serangan tersebut menyebabkan 1 anggota pelayanan masyarakat Aiptu Martua Sigalingging yang sedang berjaga tewas.
“Pada saat diserang, anggota Aiptu Martua gugur karena ditikam senjata tajam,” ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto. Pelaku serangan diduga 2 orang. Mereka melompat pagar Mapolda Sumut kemudian menyerang pos jaga nomor 2.
“Kemudian anggota lain, Ginting minta tolong ke Brimob lain yang berjaga di pintu lain,” ujarnya. Dari peristiwa penyerangan ini, dapat dilihat bahwa polanya terencanaa. Menurut Setyo, pelaku terror diduga kelompok jaringan teroris.
Serangan yang terjadi pada pukul 03.00 WIB tersebut dapat digagalkan oleh anggota Brimob yang berjaga dengan menembak 2 pelaku. Satu pelaku tewas dan satu pelaku lain masih dalam kondisi kritis. Meski demikian, 1 anggota atas nama Aiptu Martua Sigalingging tewas tertusuk.
Aksi ini diduga berhubungan dengan penangkapan 3 terduga teroris di Medan. Seperti diketahui pada Juni 2017 lalu, Densus 88 menangkap 3 terduga teroris di Medan R (37), J (41). dan A (46). Mereka diketahui akan merencanakan aksi teror.
Sementara itu, dalam penggeledahan yang dilakukan di rumah pelaku teror , Polisi menemukan sejumlah barang bukti. Salah satu barang bukti yang ditemukan adalah poster pemimpin ISIS, Abu Bakr Al-Baghdadi.
“Dari rumah pelaku hidup, ditemukan gambar Bendera ISIS tertempel di dinding rumah, buku tulis berlambang ISIS, gambar Abu Bakr al-Baghdadi,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (25/6/2017).
Selain berhubungan dengan ISIS, petugas juga membawa barang bukti lainnya dari rumah SP. Ada sejumlah keping VCD hingga senjata tajam yang dibawa petugas. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa VCD dan laptop, komputer dan parang.
Sedangkan di rumah pelaku teror yang berinisial AR, polisi belum melakukan penggeledahan. Saat ini polisi sedang melakukan pengejaran terhadap jaringan pelaku aksi teror ini. Sedangkan untuk pelaku terror yang tewas bel;um dilakukan penggeledahan ke kediamannya.
Berkaitan dengan serangan tersebut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengkonfirmasi bahwa 2 pelaku teror di Mapolda Sumut yang berinisial SP dan AR bagian dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kelompok JAD adalah jaringan teroris yang berafiliasi dengan ISIS.
“Ini memang kita sudah mensinyalir ada sel dari kelompok JAD yang punya intel dan punya niat untuk melakukan serangan di sana,” Jenderal Tito.
Tito mengatakan, sampai saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus penyerangan di pos jaga Mapolda Sumut. Dia menambahkan, dalam kejadian ini AR tewas ditembak saat penyerangan dan SP masih dalam kondisi kritis. Dikhabarkan bahwa satu korban dari kepolisian tewas dan satu lagi dalam kondisi kritis.
Dia menjelaskan, para pelaku ini memang menjadikan polisi sebagai utama. Alasannya karena polisi dianggap para pelaku sebagai musuh utama. Disebutkan bahwa target utama teroris sekarang adalah polisi. Hal ini tidak terlepas dari doktrin yang mereka anut bahwa Polisi dianggap sebagai kafir harbi sehingga harus dibunuh.
Catatan Penutup
Aksi kekerasan yang mengatasnakaman apapun harus dikutuk keras. Pun, tidak dibenarkan menyampaikan sesuatu kebenaran ataupun cinta, atau apapun yang bernilai positif jika disampaikan dengan kekerasan. Tidak ada dalil yang membenarkan hal itu. Kecuali berlaku bagi penghuni bumi bumi datar.
Ini juga menjadi warning bagi anggota DPR untuk segera mengkebut Revisi UU Tindak Pidana Terorisme. Jika selama ini mereka masih asyik berdebat soal terminologi radikalisme, terorisme, dan segala tetek-bengek lainnya, maka sudah saatnya disadarkan. Semakin lama waktu yang diulur untuk pembahasan, maka kelompok teroris semakin mendapat angin segar. Semoga!

Tidak ada komentar:
Write komentar