Jumat, 02 Juni 2017

Cafe Kalijodo 2 Mulai Muncul Di Kolong Tol

Cafe Kalijodo 2 Mulai Muncul Di Kolong Tol

Berita Dunia Jitu - Lambatnya pembangunan di bekas bongkaran bawah Tol Prof Soedatmo, Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara, membuat lokasi yang berada di seberang RPTRA Kalijodo itu mulai dihuni sejumlah kafe mesum.

Meskipun jumlah cafe itu belum sebanyak di Kalijodo sebelumnya, ‎namun keberadaannya cukup mengganggu. Sebab, selain diisi dentuman musik khas pantura, kawasan ini juga banyak diisi wanita penghibur berpakaian seksi, terlebih keberadaanya ada di saat Ramadan.

‎Sembari menjajakan diri, perempuan itu kemudian meminta sejumlah pria untuk mampir ke cafenya. Di dalam cafe, hingar bingar musik terdengar. Beberapa kursi dan meja plastik dan kayu terlihat, diantara ada yang menggunakan sofa.

‎Menurut pantauan, luas cafe sendiri beragam ada 5x5 meter hingga 6x10 meter. Jarak antara cafe tak berdempetan seperti Kalijodo sebelumnya. Di antaranya jarak tersebut terdapat puing-puing bangunan triplek, seolah ingin dibangun cafe karena beberapa pondasi tampak terlihat.


Seorang PSK Lina (23) ‎mengaku kalau cafe itu telah ada sejak dua minggu lalu. cafenya sendiri merupakan yang pertama, setelah pilkada usai, barulah beberapa cafe lainnya muncul.

"Yah kalo ditotal ada 20 cafe," ucap Lina, Rabu, 31 Mei 2017 malam lalu. Pengelola RPTRA Kalijodo, Daeng Jamran menampik tegas cafe di kawasan Jalan Kepanduan 1 adalah miliknya. Daeng Jamran tak tahu menahu soal keberadaan cafe itu.

"Setahu saya itu telah ada sejak dua mingguan terakhir. Kalau mau bongkar, silakan bongkar saya tidak ada urusan tegasnya," ucap Jamran.
Meski begitu, Jamran mengakui, cafe itu merupakan bekas pemilik Kalijodo.

Setelah pembongkaran tahun lalu, mereka yang tersebar kemudian mendapat jaminan dari sejumlah kelompok untuk menempati sejumlah lokasi baru. Setidaknya, lanjut Jamran, mereka tersebar di tiga lokasi, yakni Royal Bandengan, Jalan Kepanduan 1, dan seberang Jalan Kepanduan II, yang melintasi Jalan Raya Teluk Gong.

Camat Penjaringan Muhammad Andri menegaskan,‎ bangunan liar di kolong tol itu kini lebih banyak diisi sama cafe-cafe sekaligus tempat prostitusi. "Itu kami sudah bongkar berkali-kali. Terakhir sebelum pilkada itu kami bongkar. Memang kalau penanganannya sudah minuman keras atau prostitusi itu harus segera," tegas Andri.

Selain mengaku telah memantau, penanganan kawasan itu siap dilakukan setelah mendapatkan mandat dari Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. "Minggu depan nanti kawasan itu akan dibongkar,"

Tidak ada komentar:
Write komentar