Jumat, 14 Juli 2017

Menteri Susi Di Persulit Bukti Orang Lurus Banyak Musuh

Menteri Susi Di Persulit Bukti Orang Lurus Banyak Musuh

Berita Dunia Jitu - Isu reshuffle sempat berhembus dan rumor mengatakan ada beberapa 3 menteri wanita yang akan diganti, salah satunya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Semoga saja tidak benar. Bukan hanya itu, ada juga angin tak mengenakkan yang sedang berembus kencang ke arah Susi. Semua ini terkesan siatematis. Mari saya jelaskan.

Kita mulai dengan tawaran sebesar 5 triliun Rupiah kepada Susi. Buat apa? Supaya Susi mundur dari jabatannya, dan tidak diketahui siapa pihak yang menawarkan uang sebanyak itu, tapi cukup jelas pihak tersebut pastinya sangat berkepentingan di balik ini semua, tak jauh-jauh dari kepentingan laut dan ikan. Aneh dong kalau yang menawarkan uang sebanyak itu dari bidang perfilman. Kagak nyambung.

Dan hebatnya Susi menolak tawaran tersebut. Ini bisa dijadikan pelajaran berharga bahwa tidak semua hal bisa dibeli dengan uang. Selain itu, tidak semua orang ngiler dan mata ijo ditawari uang sekontainer. Meski ngences disuap sudah bukan rahasia umum, tapi sikap Susi patut diacungi jempol.

“Saya dapat kabar (ada) Rp 5 triliun untuk saya walk away. Nilai yang sangat banyak. “Saya bangga tarif untuk seorang lulusan SMP begitu mahal,” kicau Susi di akun Twitter-nya seperti dikutip detikFinance.

Sebagai tambahan, Susi berkicau lagi, “Tapi nurani dan kebebasan saya tidak mungkin saya jual. Indonesia terlalu hebat untuk ribuan triliun (rupiah). Kehormatan yang membawa saya ke jabatan ini,” kata Susi. Mantap bukan?

Yang kedua adalah statement dari kepala BIN Budi Gunawan yang cukup mengejutkan. Dikatakan olehnya bahwa ada kekuatan yang ingin menjungkalkan Susi dari jabatan menteri. Tapi setelah mengetahui ada pihak yang menawarkan uang 5 triliun kepada Susi, rasanya ini menjadi makin masuk akal. Apalagi uang 5 triliun sangatlah banyak untuk satu orang. Ini juga bukti kalau ada yang tidak senang dengan kebijakan Susi, setuju?

Budi juga memberikan ilustrasi misalnya bidang ekonomi di mana ada sebuah kekuatan yang sangat besar yang bertujuan menjatuhkan produk lokal, seperti produk Cina yang tidak berkualitas dengan harga murah sehingga mematikan ekonomi lokal. Selain itu, ekonomi Indonesia juga dikuasai kartel pangan dan energi dan diakuinya sangat sulit diberantas karena memiliki jaringan yang sangat kuat. “Contoh Bu Susi sekarang sedang mengalami serangan balik yang sangat kuat demo nelayan. Kekuatan inilah yang bermain untuk Ibu Susi diganti,” katanya.

Yang ketiga adalah hashtag #GantiMenteriSusi yang sempat menjadi trending topic di Twitter beberapa hari lalu. Awalnya saya sempat bingung karena kinerja Susi kan termasuk bagus. Hashtag ini menjadi semacam anomali. Ternyata ini (ada kemungkianan) larangan penggunaan cantrang yang diberlakukan Susi dan menuai protes. Ini berbuntut dilakukannya demo oleh sejumlah nelayan (penolak kebijakan ini) di Istana dan meminta dia mundur dari jabatannya. Dan ternyata ada juga pendukung yang menyuarakan hashtag #StandForSusi.


Terkait ini, saya kurang paham masalah cantrang ini. Tapi dari berbagai sumber yang saya baca, awalnya cantrang ramah lingkungan, tapi kemudian dimodifikasi sehingga merugikan. Maksudnya dapat merusak lingkungan dan seperti yang dikatakan Susi, ikan bisa habis dalam waktu singkat. Dan ada juga sebuah kajian dari akademisi IPB, seperti dilansir Kompas.com yang menyebutkan bahwa nelayan senang dengan kebijakan tersebut. Ini sudah masuk konflik nelayan pro dan kontra cantrang. Dan satu hal yang menarik, nelayan yang tidak setuju larangan cantrang kebanyakan nelayan dengan kapal menengah dan besar. Sedangkan nelayan kecil pro larangan cantrang. Bagaimana tidak, contohnya, nelayan di Karimun Jawa takut dengan nelayan cantrang dari daerah Jepara dan Rembang yang datang ke Karimun Jawa.

Nah, mana yang benar? Jadinya ada dua kubu nelayan yang pro dan kontra dengan kebijakan Susi. Jika hasil kajian tersebut akurat, maka ini masuk akal siapa yang protes dan kenapa. Suara mereka bisa sampai ke istana lewat demo dan menimbulkan kisruh. Padahal kalau mau logis, bagaimana keluhan nelayan kecil saat pasrah dengan kehadiran kapal pengguna cantrang? Hampir tak didengar. Mereka menolak cantrang, tapi mau protes ke siapa dan ke mana? Saya tak mendukung siapa pun di sini, hanya berharap semoga ada solusi damai win-win.

Dan ini yang paling lucu, kebijakan Susi juga diprotes keras oleh PKB yang dituding menyusahkan nelayan. Bahkan Wakil Ketua Komisi IV DPR yang juga Wasekjen PKB Daniel Johan mendesak Menteri Susi untuk menemui nelayan atau mengancam akan menggulirkan hak angket terhadap Menteri Susi.

Ini mau tak mau bikin Jokowi angkat bicara dan memanggil Menteri Susi. Dan tak lama kemudian, Susi pun menghadap presiden dan dari pertemuan tersebut, dia akhirnya mengalah dengan memperbolehkan penggunaan cantrang hingga akhir tahun 2017. Susi juga menyindir secara halus bahwa ini sudah dijadikan komoditi politik.

Saya juga yakin ada sebuah kekuatan tak terlihat, lagi kebakaran jenggot, gerah dan tak tahan lagi dengan sepak terjang Susi. Apalagi pernyataan kepala BIN tentu bukan main-main. Dan bagi kita yang awam, tawaran duit 5 triliun saja sudah bisa mengundang tanda tanya. 5 triliun juga menandakan betapa seriusnya dampak kebijakan Susi bagi mereka. Ada yang tidak suka dengan dia. Makanya tidak heran dan sangat tepat bila orang baik yang kerjanya lurus selalu banyak musuh di negeri ini. Banyak yang ingin menjegal. Gara-gara dia pihak lain tak bisa lagi leluasa melakukan illegal fishing. Banyak yang stres. Lihat saja Ahok, maka Anda akan setuju. Sistematis bukan?

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar