Berita Dunia Jitu - Sebelumnya, saya mohon maaf jika penjelasan saya dalam artikel ini terkesan ngawur dan banyak yang tidak sepakat. Saya ingin menuangkan argumen pribadi saya sendiri terkait kasus-kasus dan isu-isu yang sedang terjadi di Tanah Air. Saya sangat menghargai jika pembaca seowrd.com berbeda pendapat dengan saya.
Sebagai presiden Indonesia, saya yakin banyak pihak yang ingin menggulingkan Jokowi. Sebaik dan sejujur apapun, tetap saja ada pihak yang ingin menggulingkan jabatan presiden. Ini soal kekuasaan. Presiden adalah jabatan yang sangat prestis dan membanggakan. Banyak yang berlomba-lomba ingin menjadi presiden, namun akhirnya hanya bisa gigit jari.
Saya yakin banyak yang iri terhadap karir politik Jokowi yang sangat cepat naik. Dari mulai wali kota Solo, naik menjadi gubernur DKI. Belum selesai dalam menjabat gubernur DKI, Jokowi berhasil menjadi presiden. Wajar banyak pihak yang kejang-kejang dengan karir politik Jokowi yang sangat melesat, terlebih bagi orang yang berkali-kali nyalon jadi presiden tapi selalu gagal.
Sebaik apapun Jokowi, tidak menjadi jaminan dirinya akan didukung oleh semua masyarakat Indonesia. Bahkan, jika Jokowi mampu menjadikan Indonesia kembali menjadi macan Asia sekalipun, saya kira tetap ada pihak yanng tidak suka kepada Jokowi. Mereka akan terus mencari cara agar bisa menggulingkan Jokowi dengan cara apapun.
Dibalik diamnya Jokowi , saya yakin beliau telah memiliki data-data terkait siapa-siapa yang ingin mengganggu stabilitas pemerintahannya. Hanya saja, beliau mencoba tetap tenang dan seolah-olah tidak mengetahui siapa-siapa yang ingin mencoba menggulingkannya.
Untuk saat ini, Jokowi telah berhasil mempertahankan pemerintahannya. Saya yakin sampai masa jabatan berakhir, Jokowi tidak akan digulingkan. Hanya saja, Pilpres 2019 menjadi pertarungan Jokowi. saya kira, pertarungan ini sudah dimulai dari sekarang. Pihak-pihak yang ingin menggulingkan Jokowi bisa dikatakan gagal, namun mereka tidak menyerah begitu saja. Masih ada celah agar Jokowi babak belur di Pilpres 2019.
Jangan heran ketika sekarang banyak sekali muncul isu-isu yang memperburuk citra Jokowi. Isu penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok hanya salah satu strategi untuk memperburuk citra Jokowi. Masih banyak cara yang bisa mereka lakukan untuk terus menjelek-jelekkan Jokowi.
Ada 3 tokoh diantara sekian banyak tokoh yang saya rasa memang ingin menghancurkan Jokowi di Pilpres 2019, yaitu Rizieq, Amien Rais, dan Hari Tanoe. Untuk Rizieq sebenarnya tidak terlalu dirisaukan karena dia bukan politikus. Dia hanya dijadikan alat untuk terus menggerus elektabilitas Jokowi. Hanya saja, jika Rizieq dibiarkan begitu saja, maka tetap bisa menjadi batu sandungan Jokowi menuju Pilpres 2019.
Amien Rais adalah orang yang sangat ngebet ingin jadi presiden. Saya yakin dia sangat iri kepada Jokowi. jangan heran ketika Ahok tersandung isu penodaan agama, Amien Rais ikut turun ke jalan dan terus berupaya memperburuk citra Jokowi lewat kasus Ahok. Saya yakin Amien Rais adalah salah satu politikus yang tidak ingin Jokowi memenangkan Pilpres 2019.
Selain Amien Rais, Hari Tanoe juga termasuk orang yang sangat ingin menjadi presiden Indonesia. Setelah berhasil menguasai media, sekarang dia begitu rakus ingin menguasai Indonesia. Langkah untuk menuju RI 1 sudah dimulai jauh-jauh hari dengan membentuk Perindo dan terus mengumandangkan Mars Perindo hingga tanpa sadar lagu tersebut telah dihafal oleh jutaan anak Indonesia. Bukan tanpa alasan ketika tiba-tiba Hari Tanoe berada di kubu Anies. Meskipun dirinya secara agama dan etnis lebih dekat dengan Ahok (non-muslim dan etnis China). Pasalnya , di kubu Ahok ada Jokowi. Hari Tanoe tidak bakal bergabung dengan kubu Jokowi.
Saya rasa Jokowi telah melihat gelagat 3 orang tersebut semakin mengancam dirinya. Sehingga tanpa kita sadari Jokowi sebenarnya telah mengantisipasi ancaman tersebut. Kasus-kasus ketiga orang tersebut perlahan-lahan dibuka. Padahal kasus-kasus mereka sudah lama terjadi. Saya menduga, sebenarnya Jokowi telah mengetahui sejak lama bahwa ketiga orang tersebut memiliki kasus. Hanya saja, Jokowi menunggu momen yang pas untuk membuka kasus ketiga orang tersebut sekaligus melakukan serangan balik yang sangat telak.
Jika kasus ketiga orang tersebut dibuka bukan pada momen yang pas, efek dahsyatnya seperti tidak kentara. Ketika gelagat-gelagat tidak mengenakan dari ketiga orang tersebut sudah mulai terlihat, Jokowi baru membuka kasus ketiganya. Sekarang terbukti efek yang dirasakan sangat dahsyat. Rizieq sudah tidak berkutik dan sekarang kabur ke Arab. Amien Rais sudah tidak punya nyali untuk terus nyinyir kepada pemerintah. Hari Tanoe terancam 4 tahun penjara dan terancam tidak akan berpartisipasi dalam Pilpres 2019.
Jika itu semua terjadi memang karena taktik jitu Jokowi, saya angkat topi untuk presiden yang satu ini. Dibalik tubuhnya yang kurus kering serta wajah ndeso, tersimpan kecerdasan dan kekuatan yang luar biasa.

Tidak ada komentar:
Write komentar