Senin, 23 Oktober 2017

Unfunctionable Menurut Sandiaga Adalah Tidak Nyaman

Unfunctionable Menurut Sandiaga Adalah Tidak Nyaman

Berita Dunia Jitu - Sejak dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies maupun Sandi terus membuat kontroversi. Mulai dari helm yang berstiker Gubernur dan Wakil Gubernur ketika meninjau proyek MRT, sampai menerobos sistem satu arah ketika PNS DKI mengadakan acara Tea Walk di Puncak. Bahkan ketika harus menghadiri pelantikan kepengurusan Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA) di Kebun Raya Bogor, Polisi sebut Anies Baswedan paksa buka jalur turun puncak saat arus naik.

Bukan itu saja, kelakuan Sandiaga Uno juga menuai kontroversi, sesuai dengan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2016 tentang Pakaian Dinas, maka seharusnya Sandiaga Uno memakai sepatu pantofel tetapi Sandiaga justru memakai running shoes 910 dengan brand Sandiaga Uno. Tentu semua orang juga tahu, kalau menjadi seorang pejabat harus taat pada peraturan. Apalagi Sandiaga Uno adalah seorang Wakil Gubernur yang harus menjadi teladan bagi bawahannya.

Jika seorang pimpinan sudah melanggar peraturan dan semaunya saja. Maka ini akan berdampak jelek kepada jajaran di bawahnya. Bagaimana tidak, jika seorang pimpinan boleh melanggar Pergub, tentu jajaran di bawahnya juga boleh seenaknya melanggar. Karena atasannya sudah memberikan contoh yang tidak benar.

Alasan Sandiaga Uno tidak memakai sepatu pantofel, karena sepatu tersebut tidak enak untuk dipakai kerja. Very unfunctionable, begitu kata Sandiaga Uno. Entah apa maksud dari pernyataan Sandiaga Uno ini. Apakah maksud dari Sandiaga Uno bahwa sepatu pantofel sangat tidak berguna? Atau sangat tidak nyaman untuk dipakai? Tentu pilihan kata dari Sandiaga Uno ini tidaklah tepat. Karena unfunctionable artinya tidak dapat diperbaiki. Seharusnya Sandiaga Uno menggunakan kata uncomfortable yang artinya tidak nyaman. Bukan unfunctionable yang artinya tidak bisa diperbaiki.

Karena Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2016 tidak sesuai dengan keinginan Sandiaga Uno, maka Sandi meminta diskresi kepada Anies Baswedan sebagai Gubernur untuk tetap menggunakan running shoes ketika ngantor. Dan kata Sandi, Anies setuju memberikan diskresi kepada Sandi agar bisa tetap menggunakan running shoes ketika ke kantor. Kita pun akan berpikir bahwa Sandi akan mengubah semua peraturan yang ada jika tidak sesuai dengan keinginannya.


Jadi semua peraturan yang ada harus sesuai dengan kesenangan Sandiaga Uno. Jika tidak sesuai dengan kesenangannya, maka peraturan tersebut harus diubah agar sesuai dengan kesenangan Sandiaga Uno. Jadi bukan Sandiaga Uno yang harus menuruti peraturan yang ada, tetapi peraturan yang harus sesuai dengan keinginan Sandiaga Uno. Jika tidak sesuai harus diganti, tanpa melihat efek yang luas dari perubahan peraturan tersebut.

Bahkan Sandiaga Uno juga mengejek Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 23 Tahun 2016 dengan mengatakan bahwa pakai sepatu pun diatur oleh Pergub, hebat benar. Ya iya lah boss, kalau tidak diatur nanti semua pegawai Pemprov sesuka hati mereka memakai pakaian untuk pergi ke kantor. Mereka boleh dengan leluasa memakai sandal jepit, kaos oblong, celana jeans pada saat ngantor karena tidak ada yang melarang. Kalau sudah begitukan jadi berabe. Kantor-kantor Pemprov bisa seperti pasar, karena pegawainya dengan sesuka hati dalam berpakaian.

"Sepatu kulitnya (pantofel) ada, tapi very unfunctionable. Saya pikir itu sangat tidak nyaman dipakai lari paginya ke kantor. Jadi hari pertama saya berangkat itu lari dari rumah," cerita Sandiaga di depan peserta Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2017 di The Kasablanka, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10/2017).
Dan lebih aneh lagi pernyataan dari Sandiaga Uno bahwa sepatu pantofel sangat tidak nyaman dipakai buat lari. Kapan sepatu pantofel dirancang untuk lari pagi? Ya, semua orang juga sudah tahu bahwa sepatu pantofel bukan untuk lari. Jadi, tidak perlu mengatakan bahwa sepatu pantofel itu tidak nyaman buat lari pagi. Bukankah pada saat lari pagi bisa menggunakan running shoes, ketika sampai di kantor baru diganti dengan sepatu pantofel? Piye toh?

Ah sudahlah, kalau membicarakan Anies dan Sandi selalu saja ada hal-hal yang membuat kita tertawa.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar