Minggu, 22 Oktober 2017

Meskipun Mendekam Di Penjara, Ahok Di Unggulkan Jadi Cawapres Jokowi

Meskipun Mendekam Di Penjara, Ahok Di Unggulkan Jadi Cawapres Jokowi
Image : Ilustrasi Ahok dalam Penjara

Berita Dunia Jitu - Meski mendekam di penjara Ahok ternyata masih diinginkan masyarakat untuk duduk dikursi pemerintahan. Tidak hanya berkiprah di ibukota, masyarakat juga menginginkan Ahok jadi wakil Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Berbeda dengan persepsi yang dibangun oleh lawan Ahok bahwa mayoritas masyarakat tidak menginginkan Ahok. Hal ini terbukti dari survey yang dilakukan oleh lembaga survey Indikator Politik Indonesia. Survey yang dilaksanakan pada 17-24 September 2017 tersebut dengan pertanyaan siapa sosok yang paling pantas mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Ada 16 nama yang disodorkan kepada responden dan hasilnya cukup mencengangkan. Menurut Burhanuddin Muhtadi, Direktur eksekutif Indikator Politik Indonesia, 16 persen responden memilih Ahok yang memperoleh nilai tertinggi.

Burhan menambahkan tingginya tingkat elektabilitas Ahok tidak lepas dari duetnya bersama Jokowi dalam membenahi Jakarta pada 2012-2014 yang lalu. Masih banyak masyarakat yang ingin melihat pasangan ini di skala yang lebih tinggi meski Ahok didakwa penista agama, tutur Burhan di Jakarta (11/10/2017).

Setelah Ahok disusul oleh Panglima TNI, Gatot Nurmantyo. Memang beberapa waktu ini Gatot terlihat sering melakukan manuver dan sempat membuat gaduh. Gatot juga terlihat dekat dengan masa yang hobi memakai baju putih dan demo berjilid-jilid, sehingga tidak heran kalau Gatot jadi idola baru.

Tidak hanya sebagai Cawapres ada juga pihak yang menginginkan Jenderal Gatot sebagai Capres. Diantaranya yaitu PKS, yang menyebut bahwa Gatot Capres potensial. Bahkan kader akar rumput PKS menginginkan Gatot berpasangan dengan Rizieq Shihab, tersangka chat mesum yang kini kabur ke Arab untuk bertarung melawan Jokowi.

Ketua PKS, Sohibul Iman mengatakan Gatot Capres potensial, bukan tanpa alasan atau tanpa pengamatan terlebih dahulu. Bisa jadi PKS benar-benar memilih Gatot dari pada Prabowo. Karena selama ini PKS terlihat setia kepada Prabowo. Kalau PKS menilai Prabowo lebih hebat dari Gatot, tentu Sohibul Iman tidak akan menyampaikan pernyataan seperti itu.

Di bawah Gatot ada Walikota Bandung Ridwan Kamil 8%, Menteri Keuangan Sri Mulyani 7%, Risma Walikota Surabaya 5%, Kapolri Tito Karnavian 4%, Mahfud MD mantan ketua MK dan Surya Paloh ketua umum partai NasDem masing-masing 3%.


Kemudian ada juga nama lain seperti Gubernur BI Agus Martowardojo, Kepala BIN Budi Gunawan, Puan Maharani dan mantan ketua KEN Chairul Tanjung yang masing-masing mendapatkan 2 persen suara. Ketua PKB Cak Imin dan ketua PAN Zulkifli Hasan juga berhasil mendapatkan suara 1%. Responden yang tidak menjawab cukup banyak mencapai angka 34%.

Tidak bisa dipungkiri jasa Ahok dalam membangun Jakarta sangatlah besar. Walau hanya sementara memimpin Jakarta Ahok mampu meyakinkan masyarakat bahwa dia mampu mengurai permasalahan rumit yang ada di Jakarta, seperti; banjir, macet, pemukiman kumuh, protitusi, narkoba hingga birokrasi yang lamban.

Bahkan beberapa kebijakan yang dikeluarkan Ahok dianggap oleh sebagian orang terlalu nekad. Diantaranya menutup stadium, salah satu diskotik terbesar di Indonesia. sebelumnya Sutiyoso maupun Foke tidak pernah menyenggol stadium. Bahkan sekelas FPI juga tidak berani menertibkan Stadium diskotik.

Ahok juga membuat kebijakan yang supernekad menutup lokasi prostitusi terbesar di Jakarta yaitu Kalijodoh. Kita tahu sendiri kalau di Kalijodoh ada komplotan preman yang dikenal dengan nama Anak Macan. Komplotan ini pernah membuat laskar FPI yang terkenal berani mati lari terbirit-birit dikejar oleh mereka.

Anak macan juga memiliki struktur organisasi yang rapi dan ditempatkan di pos-pos seperti layaknya tentara. Bagi yang tidak kebagian barak akan ditempatkan di rumah kontrakan dekat Kalijodoh.

Belum lagi penguasa Kalijodoh yang begitu terkenal dan disegani Daeng Aziz. Kita tahu bahwa Daeng Aziz ini pernah menodongkan pistol ke mantan Kapolsek Penjaringan Krishna Murti. Walau telah menodongkan pistol ke aparat, Daeng tidak serta-merta ditangkap oleh polisi. Ini bukti bahwa Daeng Aziz adalah orang hebat.

Namun yang pasti orang memilih Ahok bukan hanya simpati pada keberaniannya yang super nekad tapi juga karena keberpihakannya kepada rakyat kecil. Ahok kalau tidak dicurangi dengan politisasi ayat hingga mayat, bisa jadi dapat mengalahkan Anies-Sandi. Namun kemenangan sesungguhnya bukan sekedar terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur tapi bagiamana tetap dihati dan dipilih rakyat walaupun tidak lagi menjabat gubernur bahkan saat mendekam dipenjara.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar