Kamis, 06 Juli 2017

Tarif Listrik Mau Turun

Tarif Listrik Mau Turun

Berita Dunia Jitu - Kemarin kita dibikin sesak oleh kenaikan tarif listrik , khususnya pelanggan listrik 900 VA.    Kenaikan tarif listrik secara pelan-pelan , itu sesungguhnya bukan karena biaya operasi PLN mengalami kenaikan.    Tetapi untuk menyesuaikan tarif listrik secara bertahap-tahap mencapai nilai keekonomian , karena subsidi dicabut 100% alias 900 VA sudah tidak disubsidi lagi.    Karena dalam pandangan pemerintah, pelanggan listrik 900 VA umumnya adalah orang mampu.     Bisa dilihat , pelanggan listrik 900 VA banyak yang punya AC, kulkas ,… peralatan listrik yang masuk kategori barang mewah.

Pencabutan subsidi listrik tersebut merupakan langkah Presiden Jokowi yang berani.   Karena ditakutkan akan menimbulkan gejolak / kemarahan publik.    Padahal sebenarnya sudah lama ada rencana subsidi listrik dan BBM dicabut karena boros uang negara ,serta menguras 30% dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan tidak berani ditindaklanjuti oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

 Hanya bagi pelanggan listrik 450 VA , masih betul-betul diberi subsidi.  Subsidi yang tadi untuk pelanggan listrik 900 VA dialihkan ke program bantuan listrik untuk kawasan pinggiran dan daerah luar Jawa yang selama ini belum dialiri listrik.    Sehingga perolehan listrik betul-betul merata di semua daerah dalam satu negara yang bernama Indonesia.

Kita dan rakyat pada umumnya mau marah , tetapi lihat langkah Presiden jokowi yang selanjutnya sangat berguna bagi negara dalam hal ini pemerataan listrik di seluruh seantero negeri ini.    Daerah perbatasan selama ini belum pernah merasakan listrik , sekarang sudah dialiri listrik sehingga timbul gairah ekonomi yang positif.    Juga daerah daerah lain yang miskin seperti Papua, Maluku dan pulau-pulau terluar juga terkena efek positif karena juga dapat aliran listrik.

Di Papua sebelumnya kurang mendapat perhatian pemerintah, sehingga satu dua kota saja dialiri listrik.    Sedangkan beribu-ribu kota / desa yang lain gelap gulita karena tidak ada aliran listrik.    Pantas deh, Papua jadi propinsi terbelakang atau termiskin.

Begitu hadirlah presiden Jokowi di Papua, Papua jadi terang benderang dengan dibangun banyak pembangkit listrik secara besar-besaran.   Seiring dicabutnya subsidi listrik , kita sebagai rakyat merasa tidak rugi , bahkan bahagia bisa berbagi listrik dengan saudara Indonesia yang lain.

Memang benar, tarif listrik akan mau turun.    Tetapi bukan berarti kembali disubsidi oleh pemerintah.    Karena Presiden Jokowi sudah tegas , bahkan sangat berkomitmen tidak akan pernah ada lagi subsidi BBM dan Listrik.    Kecuali hal-hal tertentu, untuk mencapai asas keadilan , seperti masyarakat miskin berhak mendapat keringanan yaitu subsidi listrik , angkutan umum mendapat subsidi BBM.

Barusan ada pernyataan Iqnatius Jonan sebagai Menteri ESDM , di Kantor Kementerian ESDM – Jakarta, pada hari Rabu, tanggal 5 Juli kemarin.    Untuk sampai akhir tahun ini , pemerintah pertegas bahwa tidak bakalan ada lagi kenaikan tarif listrik atau penyesuaian tarif listrik untuk semua golongan.    Bahkan jikalau PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) berhasil melakukan efisiensi atau penghematan biaya operasional.    Maka sangat menungkinkan tarif listrik turun dalam tiga bulan ke depan.


Tidak hanya usahakan agar tarif listrik tidak naik, pemerintah juga inginkan PLN menurunkan tarif pada tahun depan yaitu tahun 2018.    PT PLN (Persero) sebagai penyedia listrik di Indonesia mau tidak mau harus bisa melakukan efisiensi agar tarif listrik bisa diturunkan, bahkan penurunannya dilakukan setiap tiga bulan.

Selain efisiensi PLN, penurunan tarif listrik juga bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.    Seperti harga BBM yang mengalami penurunan, operasi PLN mulai menggunakan gas/batu bara sebagai energi pembangkit yang berbiaya rendah. PT PLN diperbolehkan mencaplok tambang batu bara.    Indonesia kaya akan batu bara.    Malah ironisnya, batu bara dijual lebih murah ke cina daripada negaranya sendiri.    Maka pemerintah akan memperbaiki nilai jual batu bara.

Tetap tidak akan pernah ada subsidi untuk listrik , tetapi diusahakan efisienesi / penghematan di segala lini agar biaya yang dikeluarkan PT PLN ( yang dipercaya sebagai penyedia listrik skala nasional ) ditekan serendah mungkin.   Tarif listrik yang rendah adalah komponen vital dalam kemajuan ekonomi.   Tarif listrik yang rendah menjadikan Indonesia sebagai pengekspor top karena barang /produk yang diekspor Indonesia akan punya harga kompotetif / bersaing dengan Cina yang selama ini merajai ekspor di dunia.

 Tarif listrik memang sengaja dibiarkan mengalami fluktuasi atau naik turun, agar kita semua tidak kelewat termanjakan oleh subsidi-subsidi. Sehingga kita semua mau tidak mau harus tahan banting menghadapi gejolak ekonomi yang disebabkan kenaikan tarif listrik.

Sumber

Tidak ada komentar:
Write komentar